Benihbaik_2026-02-16_1771205861699274e50af1b.jpeg
Anak

Bola Matanya Nyaris Keluar, Zibran Bertahan Melawan Tumor di Tengah Keterbatasan

Rp 853.006 dari Rp 10.647.000

85 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Muhammad zibran Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bogor

walnya, Muhammad Zibran (4 thn) mulai sering mengalami demam tinggi. Ia muntah-muntah, mual, dan mengeluh sakit kepala. Hal yang membuatku semakin khawatir adalah Zibran tak mau membuka matanya sama sekali setiap Ia sakit. 

Hingga suatu hari, anakku mengalami kejang, demamnya sangat tinggi hingga Ia tak sadarkan diri. Dalam kepanikan dan ketakutan, aku membawanya ke rumah sakit daerah. Empat hari anakku dirawat, aku dipenuhi kegelisahan dan doa terus aku kumandangkan berharap kondisinya membaik.

Akhirnya, anakku diperbolehkan pulang. Aku sempat lega, aku kira ini adalah akhir penderitaannya. Tapi tak lama setelah itu, kondisinya kembali menurun dan Ia mengalami kejang lagi dan matanya mulai membengkak. Dokter merujuk agar anakku pengobatan dari Bogor ke Jakarta. Tapi langkah ini terasa sangat berat, karena tidak ada biaya dan rasa takut yang menghantui.

Seiring waktu, mata kiri anakku semakin membengkak dan bola matanya nyaris keluar. Tanpa pikir panjang, aku membawanya ke rumah sakit berbeda. Setelah anakku menjalani pemeriksaan lanjutan, saat itulah kenyataan pahit itu terungkap, ada tumor di matanya. 

Bagai disambar petir di siang bolong, rasanya aku nyaris pingsan mendengarnya. Di usia yang masih kecil, Ia harus bertahan merasakan kepala pusing dan nyeri hebat yang sering datang. Sejak itu, Ia harus menjalani kemoterapi dan radiasi di rumah sakit. 

Setiap hari aku ketakutan, karena penyakit ini cukup ganas, beresiko menyebar ke matanya yang lain. Namun, di tengah kecemasan itu, justru anakku menjadi sumber kekuatanku. Ia selalu semangat, tak pernah mengeluh setiap pengobatan dan selalu berdoa untuk kesembuhannya sendiri. 

Jika ini memang takdir, aku berusaha menerimanya dengan ikhlas. Aku rela menjual apa pun yang masih berharga demi biaya pengobatannya.  Namun, semua itu tidak sebanding dengan biaya pengobatannya yang besar.

Suamiku hanyalah seorang tukang ojek pangkalan dengan penghasilan sekitar Rp 30 ribu sehari, sementara aku ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga sangat pas-pasan, bahkan untuk sehari-hari. Bahkan aku dan suami pernah tak makan seharian demi menghemat uang. Aku juga mencoba meminjam sana-sini agar anakku bisa berobat. 

Anakku saat ini masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zibran tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zibran!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya