7 Tahun Merawat Aerilyn yang Sering Kejang, Ibunya Tak Pernah Berhenti Berjuang Meski Serba Kekurangan
Rp 110.000 dari Rp 6.396.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Selain menjaga anakku, aku juga harus memikirkan bagaimana caranya memenuhi kebutuhannya. Sampai akhirnya, seorang temanku mengetahui keadaan. Begitulah setiap harinya, aku hidup dihadapkan dengan kecemasan tentang biaya pengobatan anakku yang menderita.” -Nani Suryani, Orang tua Aerilyn-
Setiap kali Aerilyn Bellvania (8 thn) mengalami kejang dan demam, rasanya seluruh tubuhku ikut lemas. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Aku hanya bisa memeluknya, menjaganya, lalu secepat mungkin membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan.
Semua ini sudah kami jalani sejak anakku berusia satu tahun. Awalnya aku belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada anakku. Tapi karena kondisinya semakin parah, aku pun melarikannya ke rumah sakit.Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan anakku mengalami pelemahan pada otaknya sehingga perkembangannya tidak seperti anak-anak pada umumnya. Sejak mendengar penjelasan itu, hidupku sebagai seorang ibu berubah. Aku mulai menyadari bahwa anakku membutuhkan perhatian dan perawatan yang lebih banyak.
Sudah 7 tahun lamanya anakku mendapat perawatan di rumah sakit. Sampai hari ini, anakku mengalami kesulitan berbicara. Dia masih bisa bermain, tetapi aku tahu ada banyak hal yang tidak bisa dia lakukan.Dia juga sering marah dan rewel, terutama ketika kondisinya sedang tidak baik.
Ada kalanya aku hanya bisa diam dan bertanya dalam hati, kapan anakku bisa seperti anak lainnya? Kapan aku bisa melihat dia berbicara dengan lancar dan menjalani kehidupan tanpa harus terus dihantui kejang dan demam tinggi?Tetapi setiap kali pikiran seperti itu muncul, aku kembali mengingat bahwa anakku tidak pernah memilih untuk dilahirkan dengan kondisi seperti ini. Dia juga tidak pernah meminta untuk sakit. Bagaimanapun keadaannya, dia tetap anakku. Aku adalah orang yang terus memperjuangkan.Namun, perjuangan ternyata bukan hanya tentang tenaga dan waktu. Tapi yang paling sering membuatku menangis adalah ketika kebutuhan anakku, tetapi aku tidak memiliki uang untuk memenuhinya.Suamiku hanya kuli bangunan dengan penghasilan tak menentu.
Pernah suamiku meminta pekerjaan kepada tetangga yang sedang membangun rumah agar bisa dipekerjakan sebagai kuli aduk semen. Dia melakukan pekerjaan itu bukan karena kami memiliki banyak pilihan, tetapi karena ada kebutuhan anak yang harus dipenuhi.
Mungkin orang lain melihat aku sebagai seorang ibu yang kuat. Padahal sebenarnya aku juga sering takut dan menangis. Aku juga pernah merasa tidak sanggup. Aku juga pernah bertanya-tanya bagaimana bisa melanjutkan pengobatan ketika tidak ada uang.
Saat ini anakku masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aerilyn tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aerilyn!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Dulu Aku Menghidupi Keluarga, Kini Aku Hanya Bisa Menanti Keajaiban untuk Sembuh
Bahrul Ulum
Rp 210.000
66 hari lagi
Kurelakan Ginjal Kiriku untuk Lovely, Kini Ia Kembali Berjuang untuk Transplantasi Kedua
Darlis Romanti
Rp 1.575.000
63 hari lagi
8 Tahun Alami Hipertiroid, Pedagang Kue Sempat Alami Kelumpuhan sementara
febi wahyudi
Rp 1.340.000
87 hari lagi
Kanker Payudara Stadium 4 Menjalar ke Tulang Selangka dan Tulang Ekor Bu Arwin!
arwin tri herawati
Rp 5.710.001
61 hari lagi
Dikira Cuma Keseleo Biasanya, Ternyata Ada Tumor Sel Raksasa di TUlang Tumit Aji
Aji Gunnawan
Rp 1.276.001
85 hari lagi
