Benihbaik_2026-08-31_17881726506a95596a1c8b9.jpeg
Kesehatan

7 Tahun Merawat Aerilyn yang Sering Kejang, Ibunya Tak Pernah Berhenti Berjuang Meski Serba Kekurangan

Rp 110.000 dari Rp 6.396.000

87 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Aerilyn Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Wil. Kota Jakarta Utara

“Pernah saat anakku dirawat di rumah sakit dalam keadaan uang sudah habis, sementara pampers anakku sudah tidak ada dan kebutuhan lainnya harus dibeli. Aku mencoba meminjam uang kepada tetangga, tetapi ternyata tidak ada yang bisa membantu.”
“Selain menjaga anakku, aku juga harus memikirkan bagaimana caranya memenuhi kebutuhannya. Sampai akhirnya, seorang temanku mengetahui keadaan. Begitulah setiap harinya, aku hidup dihadapkan dengan kecemasan tentang biaya pengobatan anakku yang menderita.” -Nani Suryani, Orang tua Aerilyn-
Setiap kali Aerilyn Bellvania (8 thn) mengalami kejang dan demam, rasanya seluruh tubuhku ikut lemas. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Aku hanya bisa memeluknya, menjaganya, lalu secepat mungkin membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan.
Semua ini sudah kami jalani sejak anakku berusia satu tahun. Awalnya aku belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada anakku. Tapi karena kondisinya semakin parah, aku pun melarikannya ke rumah sakit.
Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan anakku mengalami pelemahan pada otaknya sehingga perkembangannya tidak seperti anak-anak pada umumnya. Sejak mendengar penjelasan itu, hidupku sebagai seorang ibu berubah. Aku mulai menyadari bahwa anakku membutuhkan perhatian dan perawatan yang lebih banyak.
Sudah 7 tahun lamanya anakku mendapat perawatan di rumah sakit. Sampai hari ini, anakku mengalami kesulitan berbicara. Dia masih bisa bermain, tetapi aku tahu ada banyak hal yang tidak bisa dia lakukan.Dia juga sering marah dan rewel, terutama ketika kondisinya sedang tidak baik.
Ada kalanya aku hanya bisa diam dan bertanya dalam hati, kapan anakku bisa seperti anak lainnya? Kapan aku bisa melihat dia berbicara dengan lancar dan menjalani kehidupan tanpa harus terus dihantui kejang dan demam tinggi?Tetapi setiap kali pikiran seperti itu muncul, aku kembali mengingat bahwa anakku tidak pernah memilih untuk dilahirkan dengan kondisi seperti ini. Dia juga tidak pernah meminta untuk sakit. Bagaimanapun keadaannya, dia tetap anakku. Aku adalah orang yang terus memperjuangkan.
Namun, perjuangan ternyata bukan hanya tentang tenaga dan waktu. Tapi yang paling sering membuatku menangis adalah ketika kebutuhan anakku, tetapi aku tidak memiliki uang untuk memenuhinya.Suamiku hanya kuli bangunan dengan penghasilan tak menentu.
Pernah suamiku meminta pekerjaan kepada tetangga yang sedang membangun rumah agar bisa dipekerjakan sebagai kuli aduk semen. Dia melakukan pekerjaan itu bukan karena kami memiliki banyak pilihan, tetapi karena ada kebutuhan anak yang harus dipenuhi.
Mungkin orang lain melihat aku sebagai seorang ibu yang kuat. Padahal sebenarnya aku juga sering takut dan menangis. Aku juga pernah merasa tidak sanggup. Aku juga pernah bertanya-tanya bagaimana bisa melanjutkan pengobatan ketika tidak ada uang.
Saat ini anakku masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aerilyn tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aerilyn!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya