Dulu Aku Menghidupi Keluarga, Kini Aku Hanya Bisa Menanti Keajaiban untuk Sembuh
Rp 185.000 dari Rp 10.650.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Di tempat kerja, tiba-tiba dadaku terasa seperti diremas begitu kuat. Jantungku berdebar tak beraturan, nyeri menjalar hingga ke punggung, napasku sampai sesak, tubuhku dipenuhi keringat dingin, lalu perlahan kehilangan tenaga.”

“Rekan-rekanku yang saat itu melihat kondisiku langsung panik dan membawaku ke puskesmas. Saat itulah duniaku berubah berubah menjadi gelap, ternyata aku dinyatakan mengalami serangan jantung dan terjadi penyumbatan pembuluh darah.” -Bahrul Ulum (49 tahun)-

Kini sudah hampir 1 tahun 4 bulan aku berjuang melawan penyakit jantung ini. Dulu sebelum sakit, aku merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai juru masak di perusahaan katering. Tapi sekarang, aku terpaksa berhenti kerja total karena aku tak sanggup beraktivitas seperti dulu.

Aku sudah menjalani operasi kateterisasi jantung, tapi perjuanganku untuk sembuh masih panjang. Hingga kini, aku masih sering nyeri dada, sesak napas tiba-tiba, tak sanggup berdiri dalam waktu lama, dan terengah-engah meski berjalan beberapa langkah. Jika sudah parah, biasanya aku masuk IGD rumah sakit.

Setiap bulan, aku harus menempuh perjalanan dari Cipanas, Cianjur ke rumah sakit jantung Jakarta. Sekali berangkat, biaya transportasi paling murah mencapai Rp400 ribu. Bagiku jumlah itu sangat besar, bahkan untuk makan sehari-hari saja keluargaku sering bergantung pada bantuan tetangga.

Demi mempertahankan pengobatanku, keluarga rela menjual kendaraan dan barang-barang berharga di rumah. Selain itu, keluargaku meminjam uang sana-sini. Aku sendiri berharap bisa sembuh dan bisa menghidupi keluargaku seperti dulu, aku tak tega melihat mereka kesusahan karena aku.

Dalam diam, aku sering menahan rasa sakit sendiri karena tidak mau keluargaku khawatir dan tahu kondisi ekonomi keluarga sulit. Istriku kini berjuang, jualan jajanan anak-anak sekolah untuk menyambung hidup dan membantu biaya pengobatan. Anak-anakku juga berupaya bekerja apapun untuk membantu istriku.

Ada hari ketika keluargaku harus memilih, harus mengisi dapur atau menyiapkan ongkosku berobat. Menahan lapar bagi keluargaku sudah menjadi bagian sehari-hari. Terkadang rasa putus asa itu muncul, tapi perjuangan keluargaku selalu menjadi pengingat agar aku selalu kuat.
Sementara itu, pengobatanku masih panjang dan aku harus menjalani kateterisasi jantung lanjutan.. Selain untuk transportasi ke rumah sakit, aku masih membutuhkan biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Bahrul tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Bahrul!
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Tubuhnya Lumpuh! Pak Aron Alami Penyumbatan pembuluh Darah dan Diabetes
Ngalminah
Rp 1.571.000
63 hari lagi
14 Tahun Berlalu, Kakiku Semakin Lemah dan Terancam Alami Kelumpuhan
Ahmad Rusman
Rp 25.000
87 hari lagi
Demi Bertahan Hidup, Pak Pei Tetap Mencangkul hingga Nyeri Dada Menyerangnya di Sawah
pei
Rp 10.000
91 hari lagi
Operasi yang Kukira Akan Menyembuhkanku, Justru Membuka Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan
Ulan
Rp 10.000
82 hari lagi
Pecah Pembuluh Darah Otak Merenggut Ingatannya, Aku Menjadi Orang Asing di Mata Suamiku Sendiri
Waing
Rp 1.216.000
73 hari lagi
