Benihbaik_2026-08-10_17863641206a79c0d8b54aa.jpeg
Kesehatan

Dulu Aku Menghidupi Keluarga, Kini Aku Hanya Bisa Menanti Keajaiban untuk Sembuh

Rp 185.000 dari Rp 10.650.000

73 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Bahrul Ulum Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Di tempat kerja, tiba-tiba dadaku terasa seperti diremas begitu kuat. Jantungku berdebar tak beraturan, nyeri menjalar hingga ke punggung, napasku sampai sesak, tubuhku dipenuhi keringat dingin, lalu perlahan kehilangan tenaga.”

“Rekan-rekanku yang saat itu melihat kondisiku langsung panik dan membawaku ke puskesmas. Saat itulah duniaku berubah berubah menjadi gelap, ternyata aku dinyatakan mengalami serangan jantung dan terjadi penyumbatan pembuluh darah.” -Bahrul Ulum (49 tahun)-

Kini sudah hampir 1 tahun 4 bulan aku berjuang melawan penyakit jantung ini. Dulu sebelum sakit, aku merupakan tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai juru masak di perusahaan katering. Tapi sekarang, aku terpaksa berhenti kerja total karena aku tak sanggup beraktivitas seperti dulu.

Aku sudah menjalani operasi kateterisasi jantung, tapi perjuanganku untuk sembuh masih panjang. Hingga kini, aku masih sering nyeri dada, sesak napas tiba-tiba, tak sanggup berdiri dalam waktu lama, dan terengah-engah meski berjalan beberapa langkah. Jika sudah parah, biasanya aku masuk IGD rumah sakit. 

Setiap bulan, aku harus menempuh perjalanan dari Cipanas, Cianjur ke rumah sakit jantung Jakarta. Sekali berangkat, biaya transportasi paling murah mencapai Rp400 ribu. Bagiku jumlah itu sangat besar, bahkan untuk makan sehari-hari saja keluargaku sering bergantung pada bantuan tetangga.

Demi mempertahankan pengobatanku, keluarga rela menjual kendaraan dan barang-barang berharga di rumah. Selain itu, keluargaku meminjam uang sana-sini. Aku sendiri berharap bisa sembuh dan bisa menghidupi keluargaku seperti dulu, aku tak tega melihat mereka kesusahan karena aku. 

Dalam diam, aku sering menahan rasa sakit sendiri karena tidak mau keluargaku khawatir dan tahu kondisi ekonomi keluarga sulit. Istriku kini berjuang, jualan jajanan anak-anak sekolah untuk menyambung hidup dan membantu biaya pengobatan. Anak-anakku juga berupaya bekerja apapun untuk membantu istriku. 

Ada hari ketika keluargaku harus memilih, harus mengisi dapur atau menyiapkan ongkosku berobat. Menahan lapar bagi keluargaku sudah menjadi bagian sehari-hari. Terkadang rasa putus asa itu muncul, tapi perjuangan keluargaku selalu menjadi pengingat agar aku selalu kuat. 

Sementara itu, pengobatanku masih panjang dan aku harus menjalani kateterisasi jantung lanjutan.. Selain untuk transportasi ke rumah sakit, aku masih membutuhkan biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Bahrul tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Bahrul!  

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya