Akibat Berat Badan Kurang, Ranita tidak Bisa Operasi Kelainan Pada Langit Mulutnya
Rp 10.000 dari Rp 18.292.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
Ada celah di langit-langit mulut anakku! Aku menemukan kejanggalan tersebut ketika anakku, Ranita Putri (2 thn), sedang menangis dalam posisi mulut terbuka. Tak menunggu waktu, aku segera membawa anakku berobat ke rumah sakit.

Perasaanku luar biasa cemas ketika anakku harus rawat inap selama 15 hari, ada apa ini? Hingga akhirnya dokter menghampiriku dan mengatakan anakku mengalami langit-langit sumbing. Seketika hatiku terpukul!

Secara fisik mungkin ia tampak seperti bayi lainnya, namun di dalam, ada kondisi yang membuatnya tidak bisa makan dan minum melalui mulut seperti bayi normal. Sejak saat itu, ia harus dibantu dengan selang NGT yang ditancapkan ke hidungnya agar tetap bisa mendapatkan asupan nutrisi.

Sempat pula anakku mendapat cobaan lain, Ia sampai harus dirawat di NICU rumah sakit. Ternyata, selain mulutnya bermasalah, anakku juga didiagnosa jantung bocor dan gangguan pendengaran. Seketika ketakutan menyergapku, tapi dokter berusaha menenangkan dan mengatakan anakku bisa sembuh.

Sejak itu, aku semakin disiplin membawa anakku berobat. Syukurlah, kondisi jantung anakku yang sempat berlubang ternyata menutup dengan sendirinya. Namun, perjuangan anakku masih berlanjut pada operasi bibir sumbing yang belum bisa dilakukan karena berat badannya masih terlalu rendah.

Di usianya yang sudah 2 tahun, berat badan anakku hanya 6,7 Kg. Sulit sekali membuat anakku naik berat badan, mungkin karena selama ini Ia tidak nyaman karena harus mengkonsumsi susu melalui selang.

Hingga saat ini, anakku belum bisa berbicara, belum bisa makan dan minum seperti anak lain, dan masih harus berjuang setiap hari. Aku masih menggenggam harapan, sedikit lagi anakku bisa sembuh dan bisa hidup sehat seperti anak-anak lainnya.

Aku selalu berupaya yang terbaik untuk kesembuhan anakku, bahkan membawa anakku ke rumah sakit menggunakan motor dalam cuaca yang kurang bersahabat. Namun, kondisi sulitnya kondisi ekonomi membuat perjuangan ini semakin terasa berat.
Suamiku hanya bekerja sebagai kuli angkut kayu, penghasilannya terbatas karena tidak bekerja setiap hari. Terkadang, Ia juga bekerja sebagai tukang pijit untuk penghasilan tambahan. Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, biaya membeli selang NGT, susu untuk menambah berat badannya dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ranita tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ranita!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
“Adek Ingin Main Bola,” Harapan Kecil Reyndra untuk Mendapatkan Jantung Sehatnya
Opik Taufik rahman
Rp 11.895.000
1 hari lagi
Penyempitan Saluran Napasnya menutup Nyaris 99%, Azzurah Tetap bertahan dari Sakit Jantung
Fekrelian Rante mia
Rp 1.833.000
23 hari lagi
Sakit Kronis Pada Paru-paru Hingga Alami Kejang, Kensa Bertahan Setiap Detik untuk Bisa Hidup
Hasanaha Hia
Rp 1.138.000
59 hari lagi
Perjuangan Bocah Penghafal Al-Qur’an untuk Sembuh dari Sakit Jantung
Andra rais Alhanan
Rp 1.005.000
8 hari lagi
Keluar Masuk Rumah Sakit Tiap Bulan, Adzriel Didiagnosa Jantung Bocor dan Down Syndrom
yuyun yuniawati
Rp 1.616.000
45 hari lagi
