Sakit Kronis Pada Paru-paru Hingga Alami Kejang, Kensa Bertahan Setiap Detik untuk Bisa Hidup
Rp 1.768.000 dari Rp 13.896.380
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Masih aku ingat betul titik terendah dalam hidupku ketika Kensa harus dirujuk ke rumah sakit dengan hanya membawa uang 200 ribu rupiah. Sebagian habis untuk perjalanan, dan sisanya kami coba cukupkan untuk bertahan selama Kensa rawat inap.”

“Beberapa hari aku dan suamiku bahkan harus menahan lapar, hanya makan roti seadanya. Namun di tengah keterbatasan itu, Tuhan tetap mengirimkan pertolongan melalui tangan-tangan baik yang membantu kami. Hari-hari kami sekarang adalah perjuangan tanpa henti. Siang bekerja, malam menjaga Kensa yang bisa sewaktu-waktu kambuh.” -Hasanah, Orang tua Kensa-

Sejak lahir, Kensa Brielle Hia (4 bln) didiagnosa mengalami down sindrom. Lalu, saat usianya 3 bulan, tiba-tiba Ia mengalami demam tinggi, batuk dan flu. Saat itu, aku mengira itu hanya sakit biasa yang dialami anak-anak dalam masa pertumbuhannya. Namun, sampai usianya 1 tahun, sakit itu tak kunjung sembuh.

Aku sampai berpindah-pindah mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, demi mengetahui penyakit apa yang dialami anakku. Hingga akhirnya, dokter memberikan kabar yang mengguncang hatiku, anakku didiagnosa sakit paru-paru kronis.

Perjuangan panjang ini tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Meski sudah dirawat di rumah sakit, penyakit itu seolah tidak ingin pergi dari tubuh anakku. Bahkan, kondisinya semakin memburuk sampai Ia terkadang mengalami kejang-kejang.

Hatiku hancur sekali, buah hatiku itu belum sempat merasakan hidup menjadi anak-anak pada umumnya. Ia belum bisa duduk dengan tegak tanpa bantuan, belum bisa berdiri sendiri, dan sekedar memanggil “mama” dan “papa” pun belum bisa. Suara yang keluar darinya hanyalah tangisan, satu-satunya cara Ia menyampaikan keresehannya.

Setiap penyakitnya kambuh, aku hanya bisa menenangkannya dengan memeluk tubuhnya yang meronta kesakitan sambil memberikan obat. Setelah itu, menggendongnya sampai Ia tertidur lelah dalam tangis yang belum sepenuhnya reda.

Namun, dibalik tangis histerisnya, aku tetap mengganggam harapan bahwa anakku suatu hari bisa sembuh. Aku percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menyelamatkan anakku, meski keterbatasan ekonomi juga menjadi hambatan.

Semua tabungan sudah aku kuras dan barang berharga sudah aku jual. Namun perjuangan ini masih jauh dari kata cukup. Dokter menyarankan anakku menjalani pemeriksaan lanjutan seperti scan otak, kemoterapi, hingga kemungkinan tindakan operasi. Sayangnya, keterbatasan biaya menjadi penghalang terbesar kami saat ini.

Perjalanan berobat dari Pulau Nias ke rumah sakit di Medan bukan perjalanan singkat. Dibutuhkan waktu berhari-hari, biaya besar, dan kesiapan yang tidak ringan. Ayah Kensa hanya seorang buruh bangunan, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh tani.

Selain biaya transportasi, Kensa juga membutuhkan biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Kensa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Kensa!

-
Pencairan Dana Rp 975.730
Ke rekening ****033443534 a/n Hasanaha Hia
Dana digunakan untuk 1. Tiket Kapal dari Nias ke sibolga Rp140.000 x 3 orang = Rp 435.000 2. Biaya sewa mobil dari Sibolga ke Medan Rp541.0002026-06-22 17:23:02
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
10 Tahun Nisa Berjuang dari Thalasemia, Harus Cuci Darah Seumur Hidup!
yadi suryadi
Rp 968.000
47 hari lagi
Ditinggal Ayah, Ibu Berjuang Sendiri Mendampingi Haura yang Alami Sederet Penyakit
SYAFRINI
Rp 9.842.013
29 hari lagi
Anak Buruh Tani di Riau Berjuang ke Jakarta Demi Sembuh dari Sakit Jantung
Siska Sinaga
Rp 355.000
87 hari lagi
Hari Penuh Derita Zea yang Alami Gangguan Empedu, Autoimun Hingga Jantung Bocor
amelia rosalinda
Rp 2.208.000
43 hari lagi
Perjuangan dari Papua ke Jakarta, Elisius Jalani 4 Kali Operasi demi Sembuh dari Kelainan Usus
Ika setianingrum
Rp 13.339.000
67 hari lagi
