Benihbaik_2026-05-22_17794204926a0fcd4cd06cc.jpeg
Anak

Sakit Kronis Pada Paru-paru Hingga Alami Kejang, Kensa Bertahan Setiap Detik untuk Bisa Hidup

Rp 180.000 dari Rp 13.896.380

89 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Kensa Brielle Hia Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Nias Barat

“Masih aku ingat betul titik terendah dalam hidupku ketika Kensa harus dirujuk ke rumah sakit dengan hanya membawa uang 200 ribu rupiah. Sebagian habis untuk perjalanan, dan sisanya kami coba cukupkan untuk bertahan selama Kensa rawat inap.”

“Beberapa hari aku dan suamiku bahkan harus menahan lapar, hanya makan roti seadanya. Namun di tengah keterbatasan itu, Tuhan tetap mengirimkan pertolongan melalui tangan-tangan baik yang membantu kami. Hari-hari kami sekarang adalah perjuangan tanpa henti. Siang bekerja, malam menjaga Kensa yang bisa sewaktu-waktu kambuh.” -Hasanah, Orang tua Kensa-

Sejak lahir, Kensa Brielle Hia (4 bln) didiagnosa mengalami down sindrom. Lalu, saat usianya 3 bulan, tiba-tiba Ia mengalami demam tinggi, batuk dan flu. Saat itu, aku mengira itu hanya sakit biasa yang dialami anak-anak dalam masa pertumbuhannya. Namun, sampai usianya 1 tahun, sakit itu tak kunjung sembuh.

Aku sampai berpindah-pindah mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, demi mengetahui penyakit apa yang dialami anakku. Hingga akhirnya, dokter memberikan kabar yang mengguncang hatiku, anakku didiagnosa sakit paru-paru kronis. 

Perjuangan panjang ini tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Meski sudah dirawat di rumah sakit, penyakit itu seolah tidak ingin pergi dari tubuh anakku. Bahkan, kondisinya semakin memburuk sampai Ia terkadang mengalami kejang-kejang.

Hatiku hancur sekali, buah hatiku itu belum sempat merasakan hidup menjadi anak-anak pada umumnya. Ia belum bisa duduk dengan tegak tanpa bantuan, belum bisa berdiri sendiri, dan sekedar memanggil “mama” dan “papa” pun belum bisa. Suara yang keluar darinya hanyalah tangisan, satu-satunya cara Ia menyampaikan keresehannya.

Setiap penyakitnya kambuh, aku hanya bisa menenangkannya dengan memeluk tubuhnya yang meronta kesakitan sambil memberikan obat. Setelah itu, menggendongnya sampai Ia tertidur lelah dalam tangis yang belum sepenuhnya reda.

Namun, dibalik tangis histerisnya, aku tetap mengganggam harapan bahwa anakku suatu hari bisa sembuh. Aku percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk menyelamatkan anakku, meski keterbatasan ekonomi juga menjadi hambatan.

Semua tabungan sudah aku kuras dan barang berharga sudah aku jual. Namun perjuangan ini masih jauh dari kata cukup. Dokter menyarankan anakku menjalani pemeriksaan lanjutan seperti scan otak, kemoterapi, hingga kemungkinan tindakan operasi. Sayangnya, keterbatasan biaya menjadi penghalang terbesar kami saat ini.

Perjalanan berobat dari Pulau Nias ke rumah sakit di Medan bukan perjalanan singkat. Dibutuhkan waktu berhari-hari, biaya besar, dan kesiapan yang tidak ringan. Ayah Kensa hanya seorang buruh bangunan, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh tani.

Selain biaya transportasi, Kensa juga membutuhkan biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Kensa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Kensa! 

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya