“Adek Ingin Main Bola,” Harapan Kecil Reyndra untuk Mendapatkan Jantung Sehatnya
Rp 815.000 dari Rp 11.595.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Dalam kepolosannya, anakku sering bertanya, ‘Ayah… dede mau lari-lari, mau main bola. Dede nanti sembuh kan ya?’ Ia belum mengerti betapa berat kenyataan yang harus dihadapinya. “

“Namun, setiap kata dari anakku menyimpan harapan besar yang tak tega aku biarkan pudar. Kalimat sederhana itu menjadi kekuatan terbesar untuk terus memperjuangkan kesembuhan anakku. Kelak, aku ingin melihatnya berlari, tertawa dan hidup seperti anak-anak sehat lainnya.” -Opik Taufik, Orang tua Reyndra-

Tangisan pertama seorang bayi biasanya menjadi tanda kebahagiaan bagi orang tua. Namun, tidak bagiku dan suami…
Anakku, Muhammad Reyndra Ardhana Rahman (4 thn), lahir melalui operasi sesar d karena posisi sungsang. Saat itu, aku menanti suara tangis pertama anakku dengan penuh harap, tapi yang terjadi justru keheningan. Anakku lahir tanpa tangisan, saat itu seketika aku mengalami ketakutan yang luar biasa.

Setelah diperiksa, dokter menyampaikan kabar yang mengguncang perasaanku. Ada kebocoran dan penyempitan pada jantung anakku! Ia juga kekurangan oksigen sampai tubuhnya membiru. Dokter saat itu memutuskan agar anakku menjalani perawatan di inkubator selama 3 hari.

Bayi kecilku, Ia sudah harus langsung berjuang untuk bertahan hidup begitu lahir di dunia. Hari-harinya tak pernah mudah, Ia sering mengalami sesak napas, mudah lelah dan tubuhnya sampai kebiruan. Dokter akhirnya merujuk anakku untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta.

Bermodal nekat dan uang seadanya, enam jam perjalanan ku tempuh membawa anakku dari Kuningan, Jawa Barat, ke Jakarta. Namun, pengobatan berlangsung panjang, harus berkali-kali aku membawa anakku bolak-balik berobat ke perantauan. Hingga akhirnya semua uang habis, pengobatan anakku terpaksa terhenti.

Seiring waktu, kondisi anakku kembali memburuk. Napasnya sesak dan anakku mengalami kelemahan pada kaki hingga tak mampu berdiri akibat kekurangan oksigen. Aku tak bisa diam saja, akhirnya aku menjual motor dan bahkan menggadaikan sertifikat rumah orang tuaku agar bisa membawa anakku berobat ke Jakarta.

Syukurlah, setelah menjalani kateterisasi jantung di rumah sakit di Jakarta, kondisi anakku mulai membaik. Meski sudah ada perkembangan, tubuh anakku sesekali masih membiru dan nafsu makan anakku menurun.

Anakku masih harus kontrol rutin dan menunggu operasi lanjutan pemasangan ring. Perjuangan anakku belum selesai, sementara biaya masih terus berjalan. Aku hanyalah buruh di vendor yg bekerja sama dengan PLN, penghasilanku hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, vitamin, susu dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Reyndra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Reyndra!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Duli Bertahan dari Jantung Bocor, Infeksi Paru-paru, Epilepsi dan Penyakit Lainnya
Tasya Math
Rp 1.970.005
54 hari lagi
Setelah Vaksin, Anakku Ketahuan Alami Cerebral Palsy
M Rafaizan Maulana Sidik
Rp 830.004
85 hari lagi
Perjuangan Anak Petani Melawan Pierre Robin Syndrom dan Penyakit Jantung Sejak Hari Pertama Lahir
Lailatul Muawanah
Rp 2.129.000
71 hari lagi
Nyawa Rizky Terancam Akibat Infeksi Paru-paru!
yanti mardiana
Rp 10.063.500
29 hari lagi
Tidak Bisa Berlari, Anak Tukang Bawang Keliling Berjuang dari Sakit Jantung
Wartiyem
Rp 1.480.002
85 hari lagi
