Benihbaik_2026-01-14_17683722566967382099642.jpeg
Anak

Perutnya Nyeri Tak Tertahankan, Ammar Berjuang dari Autoimun

Rp 555.000 dari Rp 5.353.000

85 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Muhammad Ammar rizki Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bogor

“Seperti terkena stroke! Hidup anakku berubah dalam sekejap, pagi itu tiba-tiba Ia bangun tidur dengan kaki dan tangan membengkak. Sendi-sendinya nyeri tak tertahankan, bahkan Ia sampai tak mampu untuk berjalan.”

“‘Ma, sakit Ma, nggak kuat,’ itulah rintihan anakku setiap Ia akan dilarikan ke IGD. Sejak itu, anakku yang sebelumnya selalu aktif dan ceria, lebih banyak diam. Sejak hari itu, tawa dan keceriaannya perlahan menghilang. Anak yang dulu selalu aktif kini lebih banyak diam. Sepak bola yang begitu ia cintai kini hanya bisa ia pandangi.  Hatiku terpukul, anakku tak bisa melakukan apapun demi kesalamatan nyawanya.” -Desi Dahlia, Orang tua Ammar-

Tak lama setelah pengobatan paru-parunya selesai, dunia kami kembali diuji. Anakku, Muhammad Ammar Rizki (9 tahun), didiagnosis menderita autoimun HSP purpura, penyakit yang menyebabkan peradangan pembuluh darah dan menyerang usus serta ginjalnya.

Awalnya, anakku mengalami nyeri perut. Aku berjuang membawanya berobat hingga Ia harus menjalani operasi usus, berharap rasa sakitnya berhenti. Namun harapan itu belum terwujud. Setiap hari, Ammar masih merasakan nyeri yang begitu hebat hingga berkali-kali harus dilarikan ke IGD. 

Sejak itu, tubuhnya sering dipenuhi lebam-lebam, disertai demam yang datang hampir setiap malam. Meski menahan sakit, anakku sering bilang, “Aku ingin sembuh, biar bisa terus sama ibu dan ayah.” Kalimat sederhana itu menghangatkan hatiku. Di tengah penderitaannya, Ia masih ingin bertahan, masih ingin berjuang untuk hidup.

Namun, biaya pengobatan juga menjadi salah satu masalah serius untuk pengobatan anakku. Suamiku bekerja sebagai pengemudi ojek online, berangkat pagi dan pulang larut malam demi anakku bisa terus berobat. 

Sayangnya, penghasilan harian suami paling banyak hanya Rp80 ribu, itupun sering habis untuk kebutuhan sehari-hari. Pernah suatu hari, dengan menahan malu, aku meminjam uang ke sana kemari karena Ammar harus kembali dilarikan ke IGD. Semakin terpukul lagi karena tidak ada yang bisa meminjamkan dana.

Di saat itulah, aku melihat kasih sayang Tuhan. Warga sekitar yang tak tega melihat kondisiku, berinisiatif berkeliling kampung untuk menggalang dana bantuan. Air mataku jatuh menyaksikan kepedulian mereka. Saat itu aku mendapatkan kekuatan, aku harus terus memperjuangkan kesembuhan anak.

Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arjuna tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arjuna!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya