Hidup Kamsari Bergantung Pada Alat Bantu Napas Akibat Jantung Bocor
Rp 40.000 dari Rp 21.150.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Anak pertamaku pernah berjuang melawan kelainan jantung bawaan. Luka dan ketakutan itu belum sepenuhnya sembuh, hingga kini aku harus kembali menghadapinya pada anakku yang kedua. Hati seorang ibu tentu diliputi cemas, namun di balik rasa takut itu, aku memilih percaya.”

“Aku yakin anak bungsuku mewarisi kekuatan yang sama seperti kakaknya. Dengan kesabaran, keikhlasan, dan doa yang tak pernah putus, aku akan terus merawatnya hingga Tuhan menghadirkan kesembuhan.” -Nurhayati, Orang tua kamsari-

Anakku, Kamsari (1 thn), sudah harus berjuang hidup tak lama setelah Ia menghembuskan nafas di dunia. Berat badannya tak kunjung naik, selalu dibawah standar. Namun, saat itu dokter belum bisa mendiagnosa hal apa yang terjadi pada tubuh anakku.

Akhirnya, aku meminta dokter agar anakku dirujuk ke rumah sakit yang sama dengan tempat anak pertama saya menjalani kontrol rutin akibat sakit jantung. Di Sanalah semua kenyataan perih terungkap, anak bungsuku juga didiagnosa jantung bocor. Ia juga dinyatakan down syndrom, kelainan pada saluran napas (laringomalasia), dan infeksi paru-paru.

Sejak itu, hidup Kamsari tak pernah lepas dari keluar-masuk rumah sakit. Ia harus kontrol rutin ke beberapa poli. Napasnya jadi sering sesak, tubuhnya melemah, dan kulitnya kerap berubah kebiruan. Kondisinya yang terus memburuk sungguh menghancurkan hatiku.

Saat ini, anakku masih menunggu jadwal operasi jantung dan operasi laringomalasia. Penantian ini terasa sangat panjang, ketika setiap hari aku hidup dalam ketakutan akan kehilangan anakku. Selain itu, aku juga ketakutan pada himpitan biaya pengobatan kedua anakku.

Kebun hingga ternak yang selama ini dirintis, terjual sudah. Suamiku hanyalah buruh tani dan kuli panggul, penghasilannya pas-pasan dan tak menentu bahkan untuk sehari-hari. Sementara itu, alat bantu napas oksigen hingga alat isap lendir tidak ditanggung BPJS, anakku membutuhkan alat itu setiap hari.

Kondisi keuangan terus mendesak, akhirnya aku sempat meninggalkan anak-anakku di rumah dengan menjadi pembantu rumah tangga. Begitu pula suamiku, yang bekerja sampai larut malam dengan mengangkat beban di ladang orang hingga mencari rumput demi anak kami.

Namun, aku juga harus berhenti bekerja karena harus merawat anakku. Di saat yang paling terpuruk itu, aku harus menahan rasa malu dan air mata mengalir, terpaksa meminjam uang ke saudara agar bisa membawa anakku berobat dari Banten ke Jakarta.

Saat ini, anakku masih terus membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat medis dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Kamsari tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Kamsari!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Perjuangan Hidup Khalisa yang Kehilangan Ginjal Kanan dan Tumor di Ginjal Kiri
Ria Utami
Rp 14.340.000
61 hari lagi
Ashfa Terus Muntah-muntah Akibat Tidak Punya Lubang Anus
Imam Ibnu Abbas
Rp 4.177.500
73 hari lagi
Anak Tukang Cuci Berjuang Sembuh dari Bibir Sumbing dan Sindrom 13!
Muhammad zaini
Rp 11.014.500
12 hari lagi
Bantu Anak Buruh Tukang Jahit Sembuh dari Kelainan Jantung Bawaan
Nur Chakim
Rp 11.365.009
5 hari lagi
Napas Ayesha Terus Tersendat Akibat Jantung Bocor!
Maharani Widyasari
Rp 18.683.500
37 hari lagi
