Benihbaik_2026-03-25_177441919869c37cfeea9c5.jpeg
Anak

Di Tengah Keterbatasan, Anak Kuli Bangunan Ini Butuh Operasi Jantung Lanjutan

Rp 1.015.000 dari Rp 10.911.000

85 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Zeannisa Faatina Khayira Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Garut

“Dokter sempat tercengang dan tak bisa berkata-kata, tak tega menyampaikan kenyataan yang harus aku terima. Beliau akhirnya menyampaikan kebocoran jantung pada anakku tak hanya di satu titik, melainkan ada banyak. Aku terkejut dan tak sanggup percaya, seperti kisah menyedihkan yang biasanya hanya ada di film.“

“Sejak hari itu, aku membawa anakku berobat bolak-balik dari Garut ke Jakarta. Empat tahun berjuang, tapi proses pengobatan anakku tak kunjung usai. Bahkan, anakku dengan polos menyampaikan bahwa Ia bosan terus-menerus ke rumah sakit. Sementara aku tak ada habis-habisnya menyemangati anakku dan mencari cara membiayai pengobatannya.” -Heni Sumarni, Orang tua Zeannisa-

Betapa hatiku mendapatkan pukulan berat, setiap hari menanti keajaiban, berharap kesembuhan itu datang untuk anakku, Zeannisa Fatina Kayra (4 thn). Tak lama setelah lahir, tarikan napas anakku sangat cepat sampai dadanya cekung dan keringatnya sangat banyak.

Naluriku sebagai Ibu langsung curiga, aku segera membawanya ke dokter. Namun, dokter mengatakan tidak melihat tanda-tanda bahaya pada anakku. Namun, seminggu setelah itu anakku mengalami flu. Anehnya, ketika Ia menangis, suaranya tidak keluar, seperti tertahan karena sakit. 

Kekhawatiranku memuncak, aku pun meminjam uang kakakku agar bisa membawa anakku ke rumah sakit. Dan benar saja, firasat buruk itu menjadi kenyataan. Anakku didiagnosis penyakit mematikan. Dunia rasanya runtuh saat dokter mengatakan Ia harus segera dirujuk ke rumah sakit di Bandung, sementara aku tak punya biaya sedikit pun.

Aku membawa anakku pulang dengan perasaan hancur dan sedih. Di tengah kesulitan itu, aku bersyukur keluarga besar bersedia membantu biaya. Namun, 5 kali anakku bolak-balik berobat ke rumah sakit di Bandung, dokter akhirnya angkat tangan karena kondisi anakku sangat parah.

Akhirnya, anakku dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Aku menjual semua barang berharga yang kami punya, bahkan kembali berhutang ke saudara, hanya agar anakku bisa terus berjuang. Alhamdulillah, di sana ia mendapatkan penanganan cepat dari dokter terbaik dan sehingga Ia mendapatkan penanganan cepat dan tak perlu antri lama. 

Hingga kini, anakku sudah menjalani dua kali operasi jantung. Kondisinya masih sering kelelahan, demam, flu dan batuk. Napasnya sangat berat, bahkan perlu bantuan oksigen. Ia harus menjalani operasi ke-3, tapi lagi-lagi aku dihadapkan dengan keterbatasan biaya.

Suamiku hanyalah seorang kuli bangunan, kadang menjadi sopir demi tambahan penghasilan. Ia rela mengorbankan waktu istirahatnya, bekerja tanpa lelah agar anak kami tetap bisa berobat. Sementara aku, melakukan apa saja yang bisa, mencuci, menggosok, demi menambah sedikit demi sedikit biaya pengobatan anakku.

Perjuangan ini masih panjang, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zeannisa tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zeannisa!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya