Berjuang di Tengah Keterbatasan, Anak Kuli Bangunan Ingin Sembuh dari Sakit Jantung
Rp 110.000 dari Rp 7.110.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Pernah ada satu masa ketika Arsila sangat membutuhkan oksigen, sementara di tangan kami tak ada uang sedikit pun. Saya hanya bisa memeluk tubuh kecilnya sambil menahan tangis, merasa tak berdaya melihat anak sendiri berjuang bernapas.”

“Namun saat harapan hampir redup, Tuhan menghadirkan pertolongan lewat orang-orang baik yang datang tanpa kami duga. Sejak itu aku belajar, harapan kadang hadir justru ketika kita hampir menyerah. Aku optimis, untuk terus berjuang demi kesembuhan anakku meski di tengah keterbatasan ekonomi.” -Himah Maulita, Orang tua Kinara-

Kinara Arsyila, adalah anak ketigaku yang lahir dengan sehat seperti bayi pada umumnya. Namun, ternyata kebahagiaan itu hanya bertahan 8 bulan saja. Setelah itu, hari-hariku berubah menjadi kepanikan dan ketakutan.

Ia tiba-tiba mengalami demam tinggi, sesak napas, bibir dan kukunya membiru. Aku langsung berlari membawanya ke IGD rumah sakit terdekat, sambil berdoa Ia semoga tidak ada hal serius yang terjadi pada anakku.

Namun, kenyataan pahit itu seolah tak bisa dihindari ketika dokter mengatakan anakku mengalami kelainan jantung bawaan. Aku tak mampu berkata-kata karena sangat terkejut, sulit menerima kenyataan bahwa bayi sekecil itu harus memulai hidup dengan perjuangan sebesar ini.

Sejak saat itu, hari-hari kami dipenuhi rumah sakit, antrean pemeriksaan, obat-obatan, dan kekhawatiran yang datang silih berganti. Anakku sudah menjalani kateterisasi, operasi jantung, dan masih menunggu tindakan berikutnya.

Di usianya yang baru 2 tahun, ia sudah terlalu sering mengenal jarum suntik dan ruang perawatan. Namun, meski penyakit itu menghantui setiap detik, ia masih bisa tersenyum dan tertawa riang. Senyum itulah yang menjagaku tetap berdiri untuk kesembuhannya sampai hari ini.

Terkadang, kondisinya membaik, tapi sesak napas masih sering datang tanpa aba-aba. Tubuhnya cepat lelah, bibirnya kembali kebiruan, dan ia belum bisa bermain bebas seperti anak lain seusianya. Ketika anak lain berlari riang, anakku hanya bisa memandang. Sebagai ibu, ada rasa perih menyayat hati yang sulit dijelaskan.

Sementara itu, pengobatan anakku membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.

Suamiku bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Jika ada pekerjaan kami bisa makan tenang, jika sepi kami harus berhemat. Demi pengobatan Arsila, ayahnya mengambil pekerjaan tambahan sebagai pengemudi transportasi online, pulang larut malam dengan badan lelah, tapi tetap berangkat lagi esok pagi.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arsyila tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arsyila!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Demi Impian Keliling Dunia, Anak Tukang Ojol Tak Menyerah Lawan Tumor Stadium 4
Yono Aris Silitonga
Rp 2.044.005
38 hari lagi
Penyempitan Saluran Napasnya menutup Nyaris 99%, Azzurah Tetap bertahan dari Sakit Jantung
Fekrelian Rante mia
Rp 1.293.000
76 hari lagi
Perut Membesar dan Kaki Menyusut, Nizam Tak Bisa Berjalan Akibat Berbagai Penyakit
SUPRIANDI
Rp 26.596.500
2 hari lagi
Setahun Lebih Tak Kunjung Operasi, Rianti Bertahan dari Kelainan Jantung
Refti Ika Purwanti
Rp 21.220.000
86 hari lagi
Terancam Bisu dan Tuli Selamanya! Khanza Butuh Alat Bantu Dengar
Dian Anggraeni
Rp 120.000
452 hari lagi
