Perut Membesar dan Kaki Menyusut, Nizam Tak Bisa Berjalan Akibat Berbagai Penyakit
Rp 26.235.500 dari Rp 25.950.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“‘Aku kuat dan semangat sembuh, Ma,’ ucap anakku dengan senyum kecil yang berusaha tegar. Kalimat itu menghangatkan hatiku sekaligus membuat pilu. Di usia yang seharusnya diisi tawa dan permainan, Ia justru harus belajar tentang sakit dan rasa lelah karena berjuang mempertahankan hidup.”

“Di sela Ia meyakinkanku bahwa Ia baik-baik saja, anakku masih terus menunjukkan tanda sebaliknya. Ia mengalami batuk hebat, jantungnya sering berdegup terlalu kencang, perutnya membesar sementara kakinya semakin mengecil hingga Ia tak lagi mampu berjalan. Tak ada luka yang lebih dalam daripada melihat anak sendiri menahan sakit.” -Supriandi, Orang tua Nizam-

TBC, gizi buruk, dan gangguan organ hati silih berganti terus menghantam tubuh anakku, Nizam Alhanan (2 thn), yang rapuh. Baru saja merasakan udara dunia, anakku sudah menerima cobaan berat. Ia lahir dengan terlilit tali pusar. Meski saat itu kondisinya dinyatakan baik-baik saja, sebagai orang tua aku tetap menyimpan rasa cemas.

Waktu berlalu, dan Nizam tumbuh serta berkembang seperti anak-anak lainnya. Namun, ketenangan itu perlahan runtuh ketika usianya menginjak 1 tahun 6 bulan. Demam tinggi dan diare berulang terus menyerangnya tanpa henti.

Hasil pemeriksaan menyatakan Nizam mengidap penyakit paru-paru (TBC) dan harus menjalani pengobatan selama enam bulan. Dengan harapan besar, aku patuh menjalani setiap anjuran dokter.

Namun harapan itu kembali runtuh. Pengobatan yang dijalani tak menunjukkan perubahan, justru kondisi anakku semakin melemah hingga dua kali harus keluar masuk rumah sakit. Akhirnya, Nizam dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan di sanalah semua penyakitnya terungkap.

Kini, setiap tangisan Nizam terasa seperti luka yang menggores hatiku. Tangisannya seolah menjadi bahasa pengaduan atas rasa sakit yang harus Ia tanggung sendiri. Sebagai seorang ibu, aku hanya bisa memeluknya, memberikan obat dan air putih hangat, sambil berdoa semoga rasa sakit itu sedikit mereda.

Anakku masih harus terus menjalani pengobatan. Namun, biaya yang dibutuhkan jauh di luar kemampuanku. Suamiku hanyalah seorang pegawai honorer, dengan penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara pengobatan Nizam memerlukan biaya besar, bahkan sekadar biaya transportasi dari Desa Tanah Merah, Sumatera Utara, menuju Kota Medan pun menjadi beban berat bagi kami. Belum lagi obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, susu khusus, vitamin, dan kebutuhan penunjang lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nizam tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nizam!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Sudah 6 kali Operasi! Alvarendra Alami Usus Buntu Hingga Paru-paru Tak Berkembang
novrida chairunnissa
Rp 1.209.000
50 hari lagi
Sakit Meningitis TB, Tubuh Zeyhan Kaku Setelah Operasi Kepala
Hendri yandika saputra
Rp 9.436.005
64 hari lagi
Derita Kelainan Jantung, Kondisi Anak Petani Kopi Ini Tak Stabil dan Sering Drop
Nur Sofiati
Rp 17.340.000
75 hari lagi
Anak Tukang Pijat Alami Sakit Jantung Hingga Gizi Buruk, Harus Segera Operasi
Hafizah Aprilia Nurfianto
Rp 776.001
4 hari lagi
Saat Aku Masih Berjuang Melawan Sakit, Takdir Menguji Anakku dengan Jantung Bocor
Eli Suryani
Rp 11.547.500
78 hari lagi
