Anak Tukang Pijat Alami Sakit Jantung Hingga Gizi Buruk, Harus Segera Operasi
Rp 789.047 dari Rp 4.325.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Anakku didiagnosa penyakit jantung, sementara istriku berjuang melawan tiroid! Rasanya terlalu berat untuk keluarga kecil seperti kami. Terlebih lagi, anakku harus berobat di rumah sakit besar, biaya pengobatannya jauh melampaui kemampuan kami.”

“Penghasilanku sebagai tukang pijat terapis tak menentu. Penghasilan yang pas-pasan membuatku tak berdaya, hingga anakku harus menanggung gizi buruk karena kami benar-benar kekurangan. Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang ayah selain melihat istri dan anaknya menderita.” -Nur Oktaffianto, Orang tua Hafizah-

Sejak lahir, Hafizah Aprilia Nurfianto (2 thn) harus menjalani hidup yang tak mudah. Di usianya yang baru 4 hari, anakku sudah didiagnosa down syndrome (kelainan genetik), jantung bocor, hingga hipotiroid. Kelahiran Hafizah yang selalu kunantikan, berganti jadi rasa terpukul dan duka.

Kondisi keuanganku juga tidak siap menghadapi cobaan ini. Aku terlilit utang karena pinjam uang sana-sini, karena pengobatan Hafizah harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Mulai dari rumah sakit Makassar, Surabaya, hingga Jakarta, telah menjadi saksi perjuangan hidup anakku.

Selama hampir 2 tahun 6 bulan, Hafizah menjalani berbagai pemeriksaan, diantaranya echo, mantoux, nebulisasi, NGT, hingga bilas lambung. Anakku tidak bisa dioperasi karena mengalami gizi buruk. Berat badannya baru 6 kg, sementara syarat operasi minimal 10 kg.

Setiap Hafizah kambuh, tubuhnya melemah, jari dan bibirnya sampai membiru. Hatiku selalu dipenuhi rasa takut melihatnya terus tersiksa. Namun di balik semua itu, Hafizah tetap menjadi anak yang kuat, sabar, dan penuh semangat. Ia seolah mengajarkanku arti perjuangan sebenarnya.

Dalam kesulitan ekonomi, aku dan istriku hidup seadanya selama pengobatan anak di Jakarta. Sekedar kontrol rutin saja, kami harus menempuh jaral 40 Km ke rumah sakit. Aku sering kebingungan mencari biaya.

Belum lagi, aku harus memenuhi kebutuhan dasar anakku, seperti susu, pampers, dan kebutuhan lainnya selama di perantauan. Aku harus meminjam sana-sini, gali lubang tutup lubang, demi anakku tetap bisa bertahan.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hafizah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hafizah!

“Anakku didiagnosa penyakit jantung, sementara istriku berjuang melawan tiroid! Rasanya terlalu berat untuk keluarga kecil seperti kami. Terlebih lagi, anakku harus berobat di rumah sakit besar, biaya pengobatannya jauh melampaui kemampuan kami.”
“Penghasilanku sebagai tukang pijat terapis tak menentu. Penghasilan yang pas-pasan membuatku tak berdaya, hingga anakku harus menanggung gizi buruk karena kami benar-benar kekurangan. Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang ayah selain melihat istri dan anaknya menderita.” -Nur Oktaffianto, Orang tua Hafizah-
Sejak lahir, Hafizah Aprilia Nurfianto (2 thn) harus menjalani hidup yang tak mudah. Di usianya yang baru 4 hari, anakku sudah didiagnosa down syndrome (kelainan genetik), jantung bocor, hingga hipotiroid. Kelahiran Hafizah yang selalu kunantikan, berganti jadi rasa terpukul dan duka.
Kondisi keuanganku juga tidak siap menghadapi cobaan ini. Aku terlilit utang karena pinjam uang sana-sini, karena pengobatan Hafizah harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Mulai dari rumah sakit Makassar, Surabaya, hingga Jakarta, telah menjadi saksi perjuangan hidup anakku.
Selama hampir 2 tahun 6 bulan, Hafizah menjalani berbagai pemeriksaan, diantaranya echo, mantoux, nebulisasi, NGT, hingga bilas lambung. Anakku tidak bisa dioperasi karena mengalami gizi buruk. Berat badannya baru 6 kg, sementara syarat operasi minimal 10 kg.
Setiap Hafizah kambuh, tubuhnya melemah, jari dan bibirnya sampai membiru. Hatiku selalu dipenuhi rasa takut melihatnya terus tersiksa. Namun di balik semua itu, Hafizah tetap menjadi anak yang kuat, sabar, dan penuh semangat. Ia seolah mengajarkanku arti perjuangan sebenarnya.
Dalam kesulitan ekonomi, aku dan istriku hidup seadanya selama pengobatan anak di Jakarta. Sekedar kontrol rutin saja, kami harus menempuh jaral 40 Km ke rumah sakit. Aku sering kebingungan mencari biaya.
Belum lagi, aku harus memenuhi kebutuhan dasar anakku, seperti susu, pampers, dan kebutuhan lainnya selama di perantauan. Aku harus meminjam sana-sini, gali lubang tutup lubang, demi anakku tetap bisa bertahan.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hafizah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hafizah!
-
Pencairan Dana Rp 528.699
Ke rekening ****5265403 a/n Nur oktaffianto
Dana digunakan untuk 1. Susu nutrinidrink Rp.400.000 2. Pampers Mamy Poko M Rp.64.000,- x 2 ball=128.0002026-02-04 14:03:01
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Lehernya Sampai dilubangi, Arka Alami Pneumonia, Cerebral Palsy dan Epilepsi
Citra meviani
Rp 15.952.011
2 hari lagi
Perjuangan dari Papua ke Jakarta, Elisius Jalani 4 Kali Operasi demi Sembuh dari Kelainan Usus
Ika setianingrum
Rp 585.000
90 hari lagi
Kepalanya Terbentur Hingga 7 Kali! Daljiro Alami Pembengkakan Otak
Wahyu Andiyanto
Rp 17.521.005
29 hari lagi
Atresia Bilier Stadium Akhir Menggerogoti Tubuh Kinan, Tulangnya Sampai Patah!
Eryanti Anggreni
Rp 21.766.003
57 hari lagi
Anak Tukang Tambal Ban Itu Berjuang Melawan Penyakit Jantung di Jakarta
TAUFIQ
Rp 1.193.000
81 hari lagi
