Benihbaik_2026-02-27_177218715569a16e13db2e7.jpeg
Anak

Anak Tukang Tambal Ban Itu Berjuang Melawan Penyakit Jantung di Jakarta

Rp 10.000 dari Rp 44.176.000

88 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Sayid ALBIAN HIDAYAH Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Lombok Barat

“Demi pengobatan anak, aku dan suami pernah tidak makan demi menghemat biaya, berhutang untuk sekedar bertahan hidup, menjual motor, sapi dan barang berharga lain. Bahkan, keluargaku harus menumpang tinggal di rumah orang tua. Namun, di tengah keterbatasan, aku masih percaya pada kebaikan.”

“Aku pernah dalam kondisi tak memiliki uang sepeserpun untuk membawa anak ke rumah sakit. Tapi berkat campur tangan Tuhan, tak ada yang mustahil. Tiba-tiba ada orang baik yang bersedia mengantarkan kami ke rumah sakit dan bahkan memberi bekal makanan. Sejak itu, aku percaya bahwa harapan selalu ada, meski di tempat yang paling gelap.” -Nur Aida, Orang tua Sayid-

Anakku, Sayid Albian Hidayah (7 thn), lahir prematur dengan berat badan hanya 1,7 kg down syndrom. Ujian yang lebih berat lainnya datang ketika usianya 3 bulan, Ia mendadak demam tinggi, batuk, sesak napas hingga membuat seluruh tubuhnya membiru. Jantungku berdegup kencang melihat kondisi itu, dalam kepanikan aku membawanya ke rumah sakit. 

Keresahanku di koridor rumah sakit semakin menjadi ketika anakku harus masuk NICU. Hari-hariku sangat berat dan tanpa kepastian. Bayangkan saja, sebulan lamanya anakku tidak keluar dari ruang intensif tersebut. 

Hingga akhirnya dokter datang memberi kenyataan yang getir, anakku didiagnosa pneumonia berat, jantung bocor, hipertensi paru, hingga gangguan hormon hipertiroid.Sejak itu, anakku harus rutin menjalani kontrol rutin, terapi berjalan, terapi bicara, terapi fokus hingga fisioterapi.  

Aku kira cobaan anakku sangat berat, ternyata penderitaannya justru bertambah. Dokter mendapati pendengarannya terganggu, Ia harus menggunakan alat bantu dengar. Selama ini, anakku hanya bisa menyampaikan isi hatinya melalui isyarat dan aku berupaya memahaminya.

Meski hatiku hancur melihat Ia tidak bisa hidup seperti anak-anak sehat seusianya, tapi aku tidak mau menyerah untuk kesembuhannya. setiap kali melihat anakku bertahan dan berjuang, rasanya aku kembali dikuatkan. Meski Ia belum bisa bicara, tapi semangatnya cukup menjadi alasanku untuk bersyukur dan berusaha. 

Saat ini, kondisi anakku masih sering demam, batuk, sesak napas, hingga gizi tak seimbang. Ia masih harus menjalani operasi jantung, tapi aku kesulitan biaya untuk transportasi dari Lombok ke rumah sakit di Jakarta. 

Suamiku bekerja sebagai buruh tambal ban dengan penghasilan Rp30 ribu per hari, terkadang juga mengambil pekerjaan sebagai buruh angkat pasir. Sementara pengobatan anakku tidak hanya untuk transportasi, tapi juga untuk obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sayid tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sayid!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya