Aryan Belum Bisa Berjalan, Kelainan Jantung Membuat Masa Kecilnya Berbeda
Rp 320.000 dari Rp 11.196.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“‘Bu, adek juga mau tarik mobil…’ Permintaan sederhana itu mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang. Namun bagi anakku, menarik sebuah mobil-mobilan saja adalah hal yang belum mampu ia lakukan. Penyakit menggerogoti tubuhnya hingga Ia belum bisa berjalan dan bermain bersama teman-temannya.”

“Setiap kali melihat teman-temannya bermain, ia hanya bisa menatap keceriaan itu dari kejauhan. ‘Sabar ya Nak, kamu juga bisa nanti, tapi kita obati dulu sakitnya, nanti kalau sudah sembuh, Ibu belikan untuk kamu,’ Itulah kalimat yang selalu aku ucapkan untuk menguatkan hatinya, meski dalam hati aku juga sering menangis karenanya.” -Dewi Yuliani, Orang tua Aryan-

Aryan Malik Rizaldi, anak pertamaku yang begitu aku nantikan kehadirannya. Tapi, jalan hidup tak seindah bayangan, ternyata anakku harus menghadapi perjuangan berat kehidupan tak lama setelah Ia lahir.

Saat usia anakku berusia 8 bulan, aku menyadari ada sesuatu yang berbeda dari pertumbuhan anakku. Ketika anak-anak seusianya sudah mulai bisa duduk dan tengkurap, anakku belum mampu melakukan apapun. Aku pun berinisiatif membawanya ke rumah sakit untuk fisioterapi agar bisa belajar tengkurap.

Saat itu, aku belum tahu ada penyakit serius bersembunyi dibalik tumbuh kembangnya. Namun aku mendapati tubuhnya sering lemas dan kuku serta bibirnya sering membiru. Sampai akhirnya, anakku diperiksa lebih lanjut dan aku mendapatkan kenyataan berat.
Dokter mendiagnosa anakku kelainan jantung bawaan sejak lahir, rasanya bagai diterjang badai. Anakku yang selama ini selalu terlihat ceria, ternyata selama ini menahan penyakit mematikan. Aku menangis sejadi-jadinya, mengapa anakku satu-satunya yang harus mengalami semua ini?

Tubuh anakku harus menghadapi operasi jantung, tapi keterbatasan biaya membuatku belum mampu membawanya pengobatan. Kini, hari-harinya anakku lebih banyak dihabiskan dengan berbaring. Berat badannya juga masih berada dalam kondisi gizi kurang.

Jika terlalu lelah, kuku dan bibirnya bisa berubah menjadi kebiruan. Bahkan, kuku tangan dan kakinya kini mulai tampak membesar dan menonjol. Setiap bulan, kami tetap berusaha membawa Aryan kontrol untuk mendapatkan obat jantungnya.

Aku sudah berusaha semampuku untuk kesembuhan anakku. Suami bekerja sebagai kuli bangunan, itu pun bisa dapat penghasilan hanya ketika ada pekerjaan. Aku sendiri hampir seluruh waktu saya habiskan untuk merawat dan mendampingi anak kami.

Perjuangan anakku masih panjang. Tapi aku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizinya, transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aryan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aryan!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Alami Sakit Jantung Langka! Alfi Sering Terkejut Saat Tidur Hingga Sesak Napas
LOVITA ANGGELINA
Rp 15.429.500
47 hari lagi
Usianya Baru 3 Bulan, Rayna Sudah Berjuang Lawan Pendarahan Otak, CMV, Hingga Kerusakan Hati
Lusiani Ayu lestari
Rp 1.233.000
60 hari lagi
Tatapan Mata Kosong Itu Menjadi Awal Perjuangan Anakku Melawan Gagal Ginjal Stadium 5
Siti Maulida
Rp 1.005.000
434 hari lagi
Anak Kuli Kubah Masjid Harus Berjuang Operasi Jantung
Anah zayinah
Rp 12.397.028
74 hari lagi
“Ayah Janji, Nanti Kita Main Lagi," Kini Shanum Berjuang Melawan Meningitis TB dan Hidrosefalus
Nur Rahmah Madaniah
Rp 680.000
62 hari lagi
