Benihbaik_2026-07-24_17848650506a62e11a01889.jpeg
Anak

Banjir Aceh Memutus Akses Berobat, Istriku Drop Berjuang Melawan Kanker

Rp 30.000 dari Rp 13.184.000

90 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Ayu ultari Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Aceh Tengah

“Saking ganasnya kanker di tubuh istriku, dokter di rumah sakit daerah lepas tangan. Sebagai usaha terakhir, keluarga bermusyawarah dan sepakat membantu istriku agar bisa berobat dari Aceh ke Malaysia. Namun, harapan itu hancur karena biaya operasi yang mahal. Hati kami hancur dan terpaksa pulang ke Indonesia dengan sia-sia.”

“Di saat keuangan sudah menipis, tiba-tiba bencana banjir besar meratakan Aceh bersamaan dengan kondisi istriku yang drop. Aku harus segera membawanya ke Jakarta, tapi akses jalan keluar dari kampung kami di Aceh justru terputus. Rasanya seperti semua harapan ikut tertutup. Tapi pertolongan Tuhan selalu hadir, banyak orang yang membantu hingga istriku bisa ke berobat Jakarta.” -Hairulsyah, suami dari Ayu.

“Aku pasti sembuh,” kalimat itu terus diucapkan istriku, Ayu Ultari (30 thn). Meski kini tubuhnya hanya mampu terbarung lemah di atas kasur, tidak bisa menelan makanan, tidak sanggup berdiri, bahkan setiap hari harus menahan nyeri luar biasa akibat kanker ini.

Semua bermula dari benjolan kecil di pundak kiri istriku. Aku dan istriku mengira itu hanyalah benjolan biasa. Namun hanya dalam waktu seminggu, benjolan itu membesar dan muncul benjolan baru di sampingnya. Perasaan kami mulai tidak tenang.

Aku pun segera membawa istriku periksa ke rumah sakit, ternyata kenyataan yang harus kami terima bagai badai yang menghantam dunia kami. Istriku mengalami kanker nasofaring yang  telah menyebar ke kelenjar getah bening hingga tulang belakang (metastasis). 

Penyakit itu sangat berbahaya dan mengancam nyawanya apabila tidak segera ditangani. Sejak itu, istriku tak hanya harus menderita karena rasa sakit, tapi juga pengobatan yang melelahkan. Tubuhnya semakin lemah, bahkan menelan makanan saja Ia tak mampu dan harus menjalani operasi pemasangan selang makanan (gastrostomi).

Ia juga harus menjalani kemoterapi dan lebih banyak berbaring di tempat tidur. Setiap rasa sakit itu datang, nyeri luar biasa akan menyerang tulang belakang hingga menjalar ke selangkangan kirinya. Obat anti nyeri dari dokter menjadi satu-satunya cara untuk mengurangi penderitaannya.

Demi kesempatan istriku hidup, kami rela meninggalkan dua anak kami yang masih berada di Aceh. Kerinduan sebagai seorang ibu harus ia pendam demi menjalani pengobatan di Jakarta. Anak-anak hanya bisa mendoakan Ibu mereka dari jauh karena tidak ada ongkos untuk menjenguk. 

Sebagai suami, aku pun mengambil keputusan yang berat. Sejak Desember tahun lalu, aku  berhenti bekerja agar bisa selalu mendampingi istri pengobatan. Kini kami hanya tinggal berdua di sebuah kamar kos sederhana yang berjarak 1 Km dari rumah sakit.

Tabungan kami habis sedikit demi sedikit. Aku bahkan harus meminjam uang kepada saudara, tapi pengobatan istriku masih sangat panjang. Aku masih membutuhkan biaya untuk, biaya pengobatan, obat yang tidak ditanggung BPJS, hingga kebutuhan lainnya selama di Jakarta. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ayu tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ayu!  

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya