Dari Pontianak ke Jakarta, Perjuangan Orang Tua Nur Mengejar Kesembuhan Sang Buah Hati
Rp 20.000 dari Rp 15.135.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Biaya membawa anakku pengobatan ke Jakarta sangat berat, suamiku bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Selain menjadi kuli, kadang Ia bekerja membersihkan taman, atau mengambil pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Dalam sehari, penghasilannya bahkan hanya sekitar Rp70 ribu.”

“Suamiku tidak pernah menghitung berapa lama harus bekerja, yang ada di pikiranku hanya satu, bagaimana caranya agar anakku tetap bisa mendapatkan pengobatan.” -Junilah, orang tua Nur-

Anakku, Nur Lailatus Syarafa (6 thn), didiagnosa penyakit jantung bawaan! Saat usianya 6 bulan, tiba-tiba anakku mengalami demam tinggi. Wajah dan tubuhnya juga mulai tampak kebiruan, kondisi itu terus berulang. Jantungku berdegup kencang dan kecemasan menyelimuti, aku memutuskan membawa anakku ke rumah sakit.

Tak kusangka, dokter mendiagnosa anakku mengalami penyakit mematikan. Hatiku hancur, anakku harus menghadapi penyakit yang sangat berat. Penyakit itu membuat nafsu makannya berkurang, tubuhnya sulit bertambah besar dan ia sering mengalami demam, batuk, pilek dan sesak napas.

Ketika kondisinya memburuk, Ia kesulitan melakukan berbagai aktivitas. Bahkan untuk bermain dan bergerak seperti anak seusianya pun sering kali membuatnya kelelahan dan sesak. Hingga akhirnya dokter menyarankan agar anakku mendapatkan penanganan lebih lanjut di Jakarta.

Namun, menempuh perjalanan dari Pontianak ke Jakarta membutuhkan biaya yang sangat besar. Suamiku pernah bekerja dari pagi hingga tengah malam, bahkan ketika hari sudah berganti pagi, suamiku terus mencari pekerjaan tambahan dan kadang sambil menahan lapar.

Tak hanya tenaga yang aku korbankan, sedikit demi sedikit barang berharga yang dimiliki juga terpaksa dijual. Baju dan peralatan rumah tangga juga aku jual, bahkan motor satu-satunya terpaksa aku lepaskan demi mendapatkan biaya pengobatan anak ke Jakarta.

Sebagai orang tua, rasanya sangat sedih ketika melihat anak sendiri sakit, tapi tidak bisa memberikan pengobatan terbaik. Aku juga pernah tidak tidur karena terus memikirkan bagaimana mendapatkan biaya untuk pengobatannya. Entah berapa banyak aku menangis, tetapi kami tidak mungkin menyerah begitu saja.
Anakku harus segera menjalani operasi, tapi aku terkendala biaya untuk transportasinya ke Jakarta, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nur tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nur!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Berawal dari Tertendang Temannya, Anro Ketahuan Alami Kanker Darah!
Margaretha Shelly Natalya
Rp 22.139.500
54 hari lagi
Dari Raja Ampat ke Jakarta, Perjuangan Alesha Melawan Penyakit Jantung Sejak Lahir
Rini Putri Sari
Rp 7.588.000
14 hari lagi
Setelah Kehilangan Bayiku, Aku Divonis Gagal Ginjal Stadium 5
Elisa Agus Seti Yani
Rp 525.002
69 hari lagi
Sejak Lahir, Shaqeena Berjuang Bernapas dengan Bantuan Alat Medis
Shaqeena Araminta Qinara
Rp 2.336.000
60 hari lagi
Kejang Hebat di Tengah Malam Mengubah Hidup Ashari, Ia Kehilangan Masa Kecilnya
m ashar fauzi
Rp 50.000
82 hari lagi
