Benihbaik_2026-08-28_17878927106a9113e62cf32.jpeg
Anak

Dari Pontianak ke Jakarta, Perjuangan Orang Tua Nur Mengejar Kesembuhan Sang Buah Hati

Rp 20.000 dari Rp 15.135.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
NUR Lailatus syarafa Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kota Pontianak

“Biaya membawa anakku pengobatan ke Jakarta sangat berat, suamiku bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Selain menjadi kuli, kadang Ia bekerja membersihkan taman, atau mengambil pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan uang. Dalam sehari, penghasilannya bahkan hanya sekitar Rp70 ribu.”

“Suamiku tidak pernah menghitung berapa lama harus bekerja, yang ada di pikiranku hanya satu, bagaimana caranya agar anakku tetap bisa mendapatkan pengobatan.” -Junilah, orang tua Nur-

Anakku, Nur Lailatus Syarafa (6 thn), didiagnosa penyakit jantung bawaan! Saat usianya 6 bulan, tiba-tiba anakku mengalami demam tinggi. Wajah dan tubuhnya juga mulai tampak kebiruan, kondisi itu terus berulang. Jantungku berdegup kencang dan kecemasan menyelimuti, aku memutuskan membawa anakku ke rumah sakit. 

Tak kusangka, dokter mendiagnosa anakku mengalami penyakit mematikan. Hatiku hancur, anakku harus menghadapi penyakit yang sangat berat. Penyakit itu membuat nafsu makannya berkurang, tubuhnya sulit bertambah besar dan ia sering mengalami demam, batuk, pilek dan sesak napas.

Ketika kondisinya memburuk, Ia kesulitan melakukan berbagai aktivitas. Bahkan untuk bermain dan bergerak seperti anak seusianya pun sering kali membuatnya kelelahan dan sesak. Hingga akhirnya dokter menyarankan agar anakku mendapatkan penanganan lebih lanjut di Jakarta. 

Namun, menempuh perjalanan dari Pontianak ke Jakarta membutuhkan biaya yang sangat besar. Suamiku pernah bekerja dari pagi hingga tengah malam, bahkan ketika hari sudah berganti pagi, suamiku terus mencari pekerjaan tambahan dan kadang sambil menahan lapar. 

Tak hanya tenaga yang aku korbankan, sedikit demi sedikit barang berharga yang dimiliki juga terpaksa dijual. Baju dan peralatan rumah tangga juga aku jual, bahkan motor satu-satunya terpaksa aku lepaskan demi mendapatkan biaya pengobatan anak ke Jakarta.

Sebagai orang tua, rasanya sangat sedih ketika melihat anak sendiri sakit, tapi tidak bisa memberikan pengobatan terbaik. Aku juga pernah tidak tidur karena terus memikirkan bagaimana mendapatkan biaya untuk pengobatannya. Entah berapa banyak aku menangis, tetapi kami tidak mungkin menyerah begitu saja. 

Anakku harus segera menjalani operasi, tapi aku terkendala biaya untuk transportasinya ke Jakarta, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nur tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nur!      

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya