Benihbaik_2026-09-17_17896396186aabbbc244c35.jpeg
Anak

Berkali-kali Terbentur Biaya, Alvarazka Tetap Berjuang Melawan Jantung Bocor

Rp 20.000 dari Rp 13.344.300

90 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Sri Dian fitriya Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Setiap kali anakku sesak, aku selalu takut kehilangan anakku. Aku sebagai orang tua hanya bisa terus mencari jalan, meski berkali-kali terbentur biaya dan pernah sampai pada titik pasrah.”

“Namun melihat anakku yang selalu menjawab ‘iya’ ketika ditanya apakah mau diobati dan dioperasi, membuat kami sadar bahwa anak sekecil itu saja tidak mau menyerah, lalu bagaimana mungkin kami menyerah?” -Sri Dian, Orang tua Alvarazka-

Aku tidak pernah menyangka penyakit infeksi paru-paru (pneumonia) justru menjadi awal perjalanan panjang yang akan membawa anakku, Alvarazka, pada kenyataan yang lebih serius. Ia sampai dirawat di PICU rumah sakit, dan dokter menemukan kecurigaan lain pada kondisi anakku.

Terdengar suara bising di jantung anakku! Siapa sangka, pemeriksaan lanjutan menunjukkan Ia mengalami jantung bocor. Mendengar itu, hatiku bagai terjatuh. Anakku dirujuk menjalani operasi di Jakarta, Ia masih begitu kecil untuk menghadapi sesuatu yang sangat menakutkan. 

Tapi aku terbentur kondisi ekonomi, suamiku hanya kuli bangunan yang penghasilannya sangat terbatas. Namun, aku tidak mungkin menyerah begitu saja pada keadaan. Aku pun mencoba mencari bantuan dari yayasan hingga media sosial, tapi anakku belum mendapatkan kesempatan. 

Seiring waktu, kondisi anakku memburuk dan Ia mengalami sesak napas berat. Akhirnya Ia kembali terbaring di ranjang rumah sakit dengan dipenuhi alat medis menempel di wajah dan tubuhnya. Hatiku begitu sakit dan takut, tapi mau tak mau aku harus membawanya pulang karena terkendala biaya melanjutkan pengobatan.

Namun, di tengah keputusasaan dan kepasrahan itu, harapan yang selama ini dinanti muncul. Anakku akhirnya mendapat bantuan dari yayasan hingga Ia bisa melanjutkan pengobatan dari Palu ke Jakarta. Namun, sesampainya di ibu kota, kondisi anakku malah menurun drastis dan masuk IGD.

Keterbatasan biaya kembali menjadi penghalang, akhirnya dengan berat hati aku harus membawa anakku kembali ke kampung halaman meski Ia belum mendapat tindakan. Aku sering bertanya dalam hati, sampai kapan anakku harus menjalani kehidupan seperti ini? Ia selalu dihadapkan dengan nyawanya yang terancam.

Kemudian, ternyata bantuan kembali datang dari teman-teman masjid. Anakku bisa kembali ke Jakarta, Ia akhirnya menjalani operasi jantung. Itu menjadi hari yang menegangkan dalam hidupku, tapi syukurlah anakku mampu melewati semuanya. 

Namun, perjuangannya masih panjang. Setiap aku melihat anakku batuk dan sesak napas, rasa gelisahku belum menghilang. Anakku tetap harus menjalani pengobatan rutin, Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alvarazka tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alvarazka!     

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya