Harapan Kecil Seorang Ibu: Haikal Bisa Bernapas dan Bermain Tanpa Takut Sesak
Rp 10.000 dari Rp 12.514.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku ingin melihat anakku bisa lebih sering diam, ingin Ia menjadi anak kecil yang ceria. Aku ingin mendengar tawanya tanpa dibayangi rasa khawatir, aku ingin melihatnya bermain tanpa harus takut tubuhnya terlalu lelah. Aku ingin kelak Ia mengejar cita-citanya.”

“Aku dan suami mungkin tidak memiliki banyak hal untuk diberikan kepada Haikal. Tetapi kami tidak pernah berhenti berusaha dan berdoa untuknya.” -NIta Raya Megawati, orang tua Haikal-

Tidak ada orang tua yang siap melihat anaknya terbaring lemah di rumah sakit. Apalagi, melihat anak sering mengalami kesulitan bernapas. Sementara aku hanya bisa berdiri di samping tempat tidur dan berharap napasnya tetap bernapas.Ituah yang selama ini aku rasakan sebagai orang tua Haikal Rafif Ramadhan (2 thn).

Hal buruk itu dimulai saat usianya 1 tahun, anakku mulai mengalami demam, kejang-kejang hingga napasnya tak beraturan. Melihat kondisi anakku semakin mengkhawatirkan, aku langsung membawanya periksa ke rumah sakit.

Siapa sangka, anakku mengalami infeksi paru-paru dan harus hidup dengan gangguan pernapasan. Sejak itu, anakku mendapatkan bantuan oksigen, nebulizer, dan obat-obatan dalam melewati masa sulitnya. Tubuhnya sangat kecil karena Ia juga didiagnosa kekurangan gizi.

Di saat anak-anak seusianya berlari mengejar teman, bermain, tertawa, dan pulang dengan tubuh penuh keringat, Haikal justru harus lebih banyak diam dan murung. Pertumbuhannya lebih lambat, Ia jadi sulit makan, mudah rewel dan tidak bisa terlalu lelah.

Sebagai seorang ibu, saya sering kali hanya bisa memandang wajah Haikal dan bertanya dalam hati, apa yang sebenarnya ia rasakan? Mungkin Haikal belum mengerti mengapa dirinya harus sering pergi ke rumah sakit, tapi aku yakin Ia juga ingin sembuh dan melakukan banyak hal seperti anak seusianya.

Aku selalu berupaya memenuhi kebutuhan anakku dan biaya pengobatannya. Namun, kemampuanku terbatas, suamiku hanya bekerja sebagai juru parkir yang penghasilannya terbatas. Tapi, saat suamiku pernah berusaha mencari pekerjaan tambahan, tapi Ia malah ditipu, bekerja tapi tak dibayar.

Tak jarang aku kesulitan memenuhi kebutuhan susu anakku. Rasanya begitu menyakitkan ketika kebutuhan anak sendiri ada di depan mata, tetapi kita tidak punya cukup uang untuk memenuhinya. Bahkan, pernah terpaksa tidak melanjutkan pengobatan anakku karena tidak memiliki biaya, bukan karena menyerah tapi aku benar-benar tidak ada pilihan.

Aku ingin bisa memberikan apapun yang anakku butuhkan, tetapi kali ini aku harus mengakui bahwa aku tidak mampu melewati semuanya sendirian. Saat ini anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, tabung oksigen dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Haikal tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Haikal!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Sejak Lahir Kekurangan Oksigen, Rasyid Kini 7 Tahun Berjuang Melawan Cerebral Palsy
Rasyid tanjung
Rp 533.000
84 hari lagi
Senyum Getir Fayzel di Tengah Kerusakan Organ Hatinya yang Terus Memburuk
Asri Bunga Pertiwi
Rp 20.102.003
8 hari lagi
Perutnya Nyeri Tak Tertahankan, Ammar Berjuang dari Autoimun
Muhammad Ammar rizki
Rp 10.194.000
79 hari lagi
Setahun Lebih Tak Kunjung Operasi, Rianti Bertahan dari Kelainan Jantung
Refti Ika Purwanti
Rp 22.107.001
47 hari lagi
Menderita Beberapa Kelainan Otak, Adiva Hanya Bisa Terbaring Lemah
Eliana Aprilia Saraswati
Rp 40.078.016
56 hari lagi
