Setelah Kehilangan Bayiku, Aku Divonis Gagal Ginjal Stadium 5
Rp 525.002 dari Rp 8.946.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku kehilangan anak keduaku akibat penyakit! Saat aku mengandungnya, tiba-tiba tensiku naik drastis. Demi menyelamatkan nyawa kami, dokter terpaksa melakukan persalinan saat kandunganku baru menginjak 7 bulan. Namun, di usia 2 hari, buah hatiku meninggal dunia. Rasanya seperti separuh hidupku ikut pergi bersamanya.”

“Kupikir setelah kepergian anakku, penderitaan ini akan berakhir. Ternyata tubuhku lemas, pucat, kepalaku pusing dan air kencingku berbusa. Bahkan, kondisiku juga ikut menurun hingga aku dilarikan ke rumah sakit. Setelah pemeriksaan lanjutan, aku didiagnosa gagal ginjal stadium 5! Di tengah duka, aku kembali harus mempertahankan hidupku sendiri.”

Aku Elisa Agustiani (30 thn),dokter mengatakan ginjal saya sudah tidak lagi berfungsi. Setelah vonis itu, aku menjalani operasi pemasangan alat bernama CDL pada leherku sebagai akses menjalani cuci darah rutin. Namun, alat itu ternyata mengalami kerusakan.

Dokter akhirnya kembali melakukan operasi padaku untuk pemasangan alat cuci darah permanen di tangan kiri. Seumur hidup aku harus menjalani cuci darah setiap 2 kali seminggu untuk bertahan hidup.

Tak hanya merenggut organ tubuhku, penyakit ini juga merenggut tenaga dan kebebasanku. Setiap hari kepalaku pusing karena tekanan darah tinggi, kakiku membengkak sehingga tak bisa berjalan jauh, tanganku tak bisa mengangkat beban berat karena menjadi titik cuci darah, dan terkadang aku mengalami sesak napas hingga aku sulit tidur.

Meski tubuhku semakin rapuh, tapi aku selalu semangat untuk sembuh. Setiap hari aku berupaya olahraga di depan rumah dan menjaga pola makan. Di setiap sujudku, aku melantunkan doa agar penyakitku diangkat dan aku punya kesempatan hidup lebih lama bersama keluarga.

Aku tidak mau melihat orang-orang yang aku sayangi terus menangis karena aku. Namun, perjuangan ini tak hanya menguras fisik, tapi juga ekonomi keluarga. Dulu aku mesih punya penghasilan dari berjualan di toko kue, tapi sekarang semua penghasilan bersumber dari suamiku.

Suami hanya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan terbatas. Ia sering bekerja lembur dan mencari pekerjaan tambahan agar aku bisa terus berobat. Saat Iibur, Ia akan mengambil alih pekerjaan rumah. Aku sangat bersyukur, karena sangat besar rasa cintanya padaku.

Meski biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi sendiri, mulai dari biaya transportasi bolak-balik ke rumah sakit, vitamin, susu khusus, makanan bergizi tinggi protein, obat-obatan, hingga alat medis yang tidak ditanggung BPJS. Demi memenuhi semua itu, Elisa terpaksa menjual barang-barang yang masih dimilikinya.

Saat ini, aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Elisa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Elisa!

-
Elisa Telah Menjalani Cuci Darah Yang Ke-225
Halo #TemanBaik,
Alhamdulillah, berkat bantuan dan doa dari #TemanBaik, Elisa masih dapat terus menjalani cuci darah secara rutin. Setiap rupiah yang dititipkan untuk Elisa sangat berarti bagi keberlangsungan pengobatannya dan membantu kami memenuhi kebutuhan Elisa sehari-hari.
Hari ini, Elisa telah menjalani cuci darah yang ke-225 di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Kondisi Elisa saat ini masih lemas dan sering merasa pusing. Kakinya juga masih sedikit mengalami pembengkakan. Kemarin, kadar Hb Elisa berada di angka 6,5 sehingga Elisa harus mendapatkan transfusi darah sebanyak 2 kantong.
Alhamdulillah, Elisa juga masih rutin mengkonsumsi susu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berkat bantuan dari BenihBaik.com, sedikit demi sedikit kebutuhan Elisa dapat tercukupi, mulai dari membeli susu, tisu kering, buah apel, hingga biaya transportasi untuk pergi ke rumah sakit.
Kami sangat berharap #TemanBaik dapat terus memberikan dukungan untuk Elisa agar ia bisa terus menjalani cuci darah secara rutin dan tetap memiliki kekuatan untuk menjalani hari-harinya bersama anak satu-satunya. Mohon terus doakan Elisa agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesembuhan oleh Allah SWT.
Dana bantuan dari #TemanBaik digunakan untuk biaya transportasi online pulang-pergi saat kontrol sebanyak 4 kali, membeli susu Nephrisol-D untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Elisa, tisu kering, serta buah.
Sekali lagi, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh #TemanBaik yang telah membantu Elisa. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami dan menjadi penyemangat bagi Elisa untuk terus menjalani pengobatan.
Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan #TemanBaik dengan pahala yang berlipat ganda, kesehatan, keberkahan, serta rezeki yang semakin lancar dan berlimpah.









2026-08-20 12:39:07
-
Pencairan Dana Rp 400.000
Ke rekening ****022818537 a/n Nirmanto
Dana digunakan untuk 1. Transportasi online kontrol PP Rp50.000 x 4 kali = Rp200.000 2. Susu Neprishol -D. Rp 107.000 3. Tisu kering Rp33.000. 4. Buah Rp60.000
2026-08-18 10:12:04
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Lahir Tak Menangis, Arrasya Langsung Berjuang Melawan Penyakit Jantung di Ruang NICU
Arrasya Khalif Satria
Rp 428.000
82 hari lagi
Di Tengah Perjuangan Melawan Kanker, Aku Rela Memulung Demi Anakku yang Menderita Meningitis
Matthew Samosir
Rp 70.000
82 hari lagi
Dari Panti Asuhan, Deyana Berjuang Mengumpulkan Harapan untuk Operasi Jantung Fabyan
Deyana Faradilla
Rp 2.028.000
53 hari lagi
Bermula Kejang 2 Jam, Kini 4 Tahun Anakku Tak Bisa Apapun Akibat Gangguan Otak!
Muhammad Hadi Ramdani
Rp 10.473.001
61 hari lagi
“Ayah Janji, Nanti Kita Main Lagi," Kini Shanum Berjuang Melawan Meningitis TB dan Hidrosefalus
Nur Rahmah Madaniah
Rp 680.000
62 hari lagi
