Mohon Bantuannya Untuk Anak Anak Panti Asuhan Yang Kurang Mampu
Rp 160.000 dari Rp 10.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
walnya, Muhammad Zibran (4 thn) mulai sering mengalami demam tinggi. Ia muntah-muntah, mual, dan mengeluh sakit kepala. Hal yang membuatku semakin khawatir adalah Zibran tak mau membuka matanya sama sekali setiap Ia sakit.

Hingga suatu hari, anakku mengalami kejang, demamnya sangat tinggi hingga Ia tak sadarkan diri. Dalam kepanikan dan ketakutan, aku membawanya ke rumah sakit daerah. Empat hari anakku dirawat, aku dipenuhi kegelisahan dan doa terus aku kumandangkan berharap kondisinya membaik.

Akhirnya, anakku diperbolehkan pulang. Aku sempat lega, aku kira ini adalah akhir penderitaannya. Tapi tak lama setelah itu, kondisinya kembali menurun dan Ia mengalami kejang lagi dan matanya mulai membengkak. Dokter merujuk agar anakku pengobatan dari Bogor ke Jakarta. Tapi langkah ini terasa sangat berat, karena tidak ada biaya dan rasa takut yang menghantui.

Seiring waktu, mata kiri anakku semakin membengkak dan bola matanya nyaris keluar. Tanpa pikir panjang, aku membawanya ke rumah sakit berbeda. Setelah anakku menjalani pemeriksaan lanjutan, saat itulah kenyataan pahit itu terungkap, ada tumor di matanya.

Bagai disambar petir di siang bolong, rasanya aku nyaris pingsan mendengarnya. Di usia yang masih kecil, Ia harus bertahan merasakan kepala pusing dan nyeri hebat yang sering datang. Sejak itu, Ia harus menjalani kemoterapi dan radiasi di rumah sakit.

Setiap hari aku ketakutan, karena penyakit ini cukup ganas, beresiko menyebar ke matanya yang lain. Namun, di tengah kecemasan itu, justru anakku menjadi sumber kekuatanku. Ia selalu semangat, tak pernah mengeluh setiap pengobatan dan selalu berdoa untuk kesembuhannya sendiri.

Jika ini memang takdir, aku berusaha menerimanya dengan ikhlas. Aku rela menjual apa pun yang masih berharga demi biaya pengobatannya. Namun, semua itu tidak sebanding dengan biaya pengobatannya yang besar.

Suamiku hanyalah seorang tukang ojek pangkalan dengan penghasilan sekitar Rp 30 ribu sehari, sementara aku ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga sangat pas-pasan, bahkan untuk sehari-hari. Bahkan aku dan suami pernah tak makan seharian demi menghemat uang. Aku juga mencoba meminjam sana-sini agar anakku bisa berobat.

Anakku saat ini masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zibran tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zibran!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Bantu Campaign Lainnya
Operasi Tak Mengakhiri Derita Daffasya, Anakku Bisa Terancam Transplantasi Hati
Septi Permatasari
Rp 1.326.000
17 hari lagi
Alami Sakit Jantung Langka! Alfi Sering Terkejut Saat Tidur Hingga Sesak Napas
LOVITA ANGGELINA
Rp 15.639.500
83 hari lagi
Belum Tuntas Operasi Bibir Sumbing, Kondisi Mata Anakku Kini Terancam Akibat Penyakit
Nadzira Detisa Almahyra
Rp 170.000
90 hari lagi
Tubuhnya Gemetar dan Wajahnya Pucat, Frasentio Berkali-kali Memintaku Menolongnya Bernapas
Fransetio Wijayanto
Rp 1.020.000
75 hari lagi
Sejak Lahir Tubuhnya Membiru, Kini Radhika Harus Berjuang Melawan Kelainan Jantung
Enik Ulviyah
Rp 470.000
83 hari lagi
