Benihbaik_2026-06-10_17810655986a28e77e2824b.jpeg
Anak

Nyawa Kembarannya Tak Selamat, Adreina Kini Berjuang Sembuh dari Sakit Jantung

Rp 518.000 dari Rp 6.573.000

90 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Destri lestari Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Semarang

“Bayi kembarku lahir dalam kondisi kritis! Tubuh mereka membiru dan tidak mengeluarkan tangisan. Dokter dan perawat berlarian membawa keduanya ke ruang ICU untuk dipasangi alat bantu napas. Hatiku dipenuhi ketakutan saat mengetahui bahwa kedua buah hati kami mengalami kelainan jantung bawaan.”

“Di tengah ketegangan itu, dokter memutuskan melakukan tindakan kateterisasi jantung pada kedua anak kami. Dua jam menunggu di depan ruang tindakan, dokter keluar dengan membawa kabar buruk. Salah satu anakku tidak bisa diselamatkan nyawanya! Seketeika hatiku hancur berkeping-keping…” -Destri Lestari, Orang tua Adreina-

Tuhan, cobaan ini begitu berat bagi anakku, Adreina Syakila Nariswari (11 bln). Nyawanya memang selamat, tapi Ia harus menanggung penyakit jantung. Selain itu, Ia juga didiagnosa infeksi paru-paru dan gizi buruk.

Saat menangis atau terlalu aktif, tubuh anakku akan membiru karena kekurangan oksigen. Setiap kali menyusui Ia sering tersedak, napasnya terengah-engah dan mudah kelelahan. Pertumbuhan dan perkembangannya juga terganggu. Kini di usia 11 bulan, ia baru mampu tengkurap, itupun hanya sebentar.

Hal yang membuat hatiku hancur adalah putriku masih terlalu kecil menceritakan apa yang Ia rasakan. Ia belum bisa mengatakan dadanya sakit atau apakah Ia merasa sesak, tapi setiap hari dia menangis. Dokter mengatakan tangis anakku bersumber dari ketidaknyamanan yang Ia rasakan.

Di Tengah situasi yang berat itu, untunglah anakku sabar menjalani semua pengobatan. Bahkan, Ia tidak pernah menolak obat meski rasanya pahit sekalipun. Ia seolah memahami bahwa semua itu adalah bagian dari perjuangannya untuk bertahan hidup. 

Tak terhitung berapa kali aku bolak-balik mengantarkan anakku ke rumah sakit. Banyak hal yang aku korbankan, aku sendiri terpaksa berhenti bekerja agar bisa merawat anakku sepenuh waktu. Suamiku bekerja di warung jamu milik orang lain, penghasilannya jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan pengobatan anakku. 

Pernah suatu malam, putriku mengalami demam tinggi, sesak napas, tubuhnya membiru, dan muntah sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Padahal saat itu ia baru sekitar 10 hari pulang dari perawatan sebelumnya. Saat itu aku bingung dan berlari ke rumah tetangga hingga saudara untuk meminjam uang demi bisa membawa anak ke rumah sakit.

Namun, setelah mendapat pinjaman dan membawa anak ke rumah sakit, suamiku terpaksa kembali pulang untuk mencari pinjaman uang tambahan lagi. Aku hanya bisa duduk di rumah sakit sambil menangis seharian, bertahan dengan makanan jatah rumah sakit menanti suamiku.

Pengobatan anakku masih panjang, Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Adreina tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Adreina!  

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya