Berkali-kali Koma dan Dioperasi, Ismail Masih Berjuang Melawan Hidrosefalus
Rp 80.000 dari Rp 15.780.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Menjadi seorang ibu seharusnya dijalani dengan penuh cinta, tapi bagiku justru penuh air mata. Saat anakku masih di dalam kandungan, aku menerima kenyataan pahit suamiku menolak untuk menafkahi kami. Aku kira setelah kehadiran buah hati kami, suamiku berubah. Tapi itu hanyalah harapan yang tak pernah ada. Keadaan justru semakin sulit.”

“Saat suamiku kehilangan pekerjaan, sikapnya berubah semakin kasar. Demi menyelamatkan anakku dari kehidupan yang penuh luka, aku memberanikan diri meninggalkan suamiku. Aku kembali ke rumah orang tuaku, bertahan dengan segala keterbatasan ekonomi. Kini, aku berjuang sendirian agar anakku tetap bisa berobat dan tumbuh dengan kasih sayang.” -Yulianti, Orang tua Ismail.

Ismail Mavi Akhzan (1 thn) dinyatakan sehat dan baik ketika lahir. Rasa syukur menyelimutiku saat menggendong bayi mungilku pulang. Namun, kelegaan itu ternyata hanya sekilas karena aku menemukan ada benjolan di sisi kiri kepala anakku saat usianya masih 2 hari.

Pihak bidan mengatakan itu hanya pembengkakan yang biasa terjadi pada bayi usai proses lahiran. Aku mencoba tenang, tapi harapan itu sirna ketika tiba-tiba anakku mengalami demam tinggi. Ia sampai diinfus dan masuk ruang NICU rumah sakit.

Setelah dokter melakukan pemeriksaan, ternyata anakku didiagnosis hidrosefalus, yaitu penumpukan cairan di otak. Selain membuat anakku kejang, penyakit ini juga membuat anakku sesak napas dan membuatnya ukuran kepalanya terus membesar. Selain itu, ternyata anakku didiagnosa meningitis.

Sejak itu, anakku bolak-balik masuk rumah sakit. Anakku sudah menjalani operasi pemasangan selang untuk mengalirkan cairan dari otaknya. Namun, saat operasi keempat perut anakku tiba-tiba membesar dan membuatnya menangis kesakitan. Dokter menemukan infeksi pada cairan yang mengalir ke perutnya sehingga Ia harus dioperasi untuk kesekian kalinya.

Infeksi yang awalnya berada di perut menyebar ke darah, saluran kemih, hingga menyebabkan pneumonia. Hampir satu bulan Ismail mengalami demam tanpa henti. Ia kembali kejang, muntah, tubuhnya melemah, kesadarannya menurun, bahkan sempat koma. Berkali-kali tubuhnya membiru sambil menggigil.

Hingga akhirnya, dokter bahwa tubuh Ismail sudah tidak mampu lagi menerima antibiotik. Hampir semua upaya telah dilakukan, tetapi infeksi terus menyebar. Dengan berat hati, Ismail dipulangkan. Tapi maha besar Allah, anakku diizinkan untuk bertahan hingga sekarang.

Kondisi Ismail perlahan mulai membaik. Namun ia masih sering lupa bernapas sehingga harus menggunakan oksigen, dan perutnya kadang kembali membesar. Kejang, muntah, dan demam masih bisa datang kapan saja. Setiap kali itu terjadi, aku segera memasangkan oksigen.

Sejak aku menjadi single mother tanpa pekerjaan tetap, aku hanya bertahan dari penghasilan orang tuaku yang berjualan bubur. Aku juga sering siaran langsung bernyanyi di media sosial hingga larut malam hanya untuk mendapatkan sedikit penghasilan. Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk membeli susu, obat-obatan dan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ismail tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ismail!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Ibu Single Parent Berjuang untuk Anaknya yang Sakit Jantung Hingga Hidrosefalus
Septa Riani
Rp 7.581.000
9 hari lagi
Anak Buruh Tani di Riau Berjuang ke Jakarta Demi Sembuh dari Sakit Jantung
Siska Sinaga
Rp 1.070.000
74 hari lagi
Alami Pembengkakan Hati, Ikhsan Tidak Punya Biaya untuk Operasi Lanjutan
Mardiana batu bara
Rp 1.385.000
3 hari lagi
Hati Seorang Ibu Diuji Lagi, Bunga Berjuang Menghadapi Dua kebocoran Jantung!
CITRA HANDAYANI
Rp 10.522.000
23 hari lagi
Terancam Bisu dan Tuli Selamanya! Khanza Butuh Alat Bantu Dengar
Dian Anggraeni
Rp 1.700.000
367 hari lagi
