Benihbaik_2026-07-24_17848805726a631dbc69a50.jpeg
Anak

Berkali-kali Koma dan Dioperasi, Ismail Masih Berjuang Melawan Hidrosefalus

Rp 80.000 dari Rp 15.780.000

90 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Yulianti nuraini Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bogor

“Menjadi seorang ibu seharusnya dijalani dengan penuh cinta, tapi bagiku justru penuh air mata. Saat anakku masih di dalam kandungan, aku menerima kenyataan pahit suamiku menolak untuk menafkahi kami. Aku kira setelah kehadiran buah hati kami, suamiku berubah. Tapi itu hanyalah harapan yang tak pernah ada. Keadaan justru semakin sulit.”

“Saat suamiku kehilangan pekerjaan, sikapnya berubah semakin kasar. Demi menyelamatkan anakku dari kehidupan yang penuh luka, aku memberanikan diri meninggalkan suamiku. Aku kembali ke rumah orang tuaku, bertahan dengan segala keterbatasan ekonomi.  Kini, aku berjuang sendirian agar anakku tetap bisa berobat dan tumbuh dengan kasih sayang.” -Yulianti, Orang tua Ismail.

Ismail Mavi Akhzan (1 thn) dinyatakan sehat dan baik ketika lahir. Rasa syukur menyelimutiku saat menggendong bayi mungilku pulang. Namun, kelegaan itu ternyata hanya sekilas karena aku menemukan ada benjolan di sisi kiri kepala anakku saat usianya masih 2 hari.

Pihak bidan mengatakan itu hanya pembengkakan yang biasa terjadi pada bayi usai proses lahiran. Aku mencoba tenang, tapi harapan itu sirna ketika tiba-tiba anakku mengalami demam tinggi. Ia sampai diinfus dan masuk ruang NICU rumah sakit. 

Setelah dokter melakukan pemeriksaan, ternyata anakku didiagnosis hidrosefalus, yaitu penumpukan cairan di otak. Selain membuat anakku kejang, penyakit ini juga membuat anakku sesak napas dan membuatnya ukuran kepalanya terus membesar. Selain itu, ternyata anakku didiagnosa meningitis. 

Sejak itu, anakku bolak-balik masuk rumah sakit. Anakku sudah menjalani operasi pemasangan selang untuk mengalirkan cairan dari otaknya. Namun, saat operasi keempat perut anakku tiba-tiba membesar dan membuatnya menangis kesakitan. Dokter menemukan  infeksi pada cairan yang mengalir ke perutnya sehingga Ia harus dioperasi untuk kesekian kalinya.

Infeksi yang awalnya berada di perut menyebar ke darah, saluran kemih, hingga menyebabkan pneumonia. Hampir satu bulan Ismail mengalami demam tanpa henti. Ia kembali kejang, muntah, tubuhnya melemah, kesadarannya menurun, bahkan sempat koma. Berkali-kali tubuhnya membiru sambil menggigil.

Hingga akhirnya, dokter bahwa tubuh Ismail sudah tidak mampu lagi menerima antibiotik. Hampir semua upaya telah dilakukan, tetapi infeksi terus menyebar. Dengan berat hati, Ismail dipulangkan. Tapi maha besar Allah, anakku diizinkan untuk bertahan hingga sekarang.

Kondisi Ismail perlahan mulai membaik. Namun ia masih sering lupa bernapas sehingga harus menggunakan oksigen, dan perutnya kadang kembali membesar. Kejang, muntah, dan demam masih bisa datang kapan saja. Setiap kali itu terjadi, aku segera memasangkan oksigen.

Sejak aku menjadi single mother tanpa pekerjaan tetap, aku hanya bertahan dari penghasilan orang tuaku yang berjualan bubur. Aku juga sering siaran langsung bernyanyi di media sosial hingga larut malam hanya untuk mendapatkan sedikit penghasilan. Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk membeli susu, obat-obatan dan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ismail tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ismail!  

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya