Operasi Tak Mengakhiri Derita Daffasya, Anakku Bisa Terancam Transplantasi Hati
Rp 190.000 dari Rp 16.707.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Setelah operasi, anakku semakin menderita. Ia berulang kali mengalami infeksi pada saluran empedu setelah operasi. Saat infeksi kambuh, tubuh mungilnya mendadak demam tinggi, bagian putih matanya kembali menguning, BAB kembali berwarna pucat, dan perutnya terlihat membuncit.”
“Hal yang membuat hatiku hancur adalah operasi yang dijalani anakku hanyalah cara untuk menunda kerusakan organ hati anakku. Suatu hari nanti, anakku kemungkinan tetap harus menjalani transplantasi hati.” -Septi Permata, Orang tua Daffasya-

Obat dari dokter tidak memberi dampak apapun pada anakku, Daffasya Arya Narendra. Kondisinya justru terus menguning sampai menjalar ke bagian putih matanya. Berat badannya terus menurun hingga tampak sangat kurus. Namun, yang paling janggal adalah BAB-nya berwarna pucat.

Perasaanku sebagai orang tua mulai dipenuhi kecemasan, rasanya ada yang tak beres pada buah hatiku. Akhirnya, aku membawanya ke rumah sakit. Selama 7 hari Ia menginap di rumah sakit, ternyata fungsi organ hatinya mengalami peningkatan.

Selanjutnya, kabar dari dokter membuat hidupku rasanya runtuh! Dokter menyampaikan bahwa Daffasya mengalami atresia Bilier, yaitu kelainan langka ketika saluran empedu tidak terbentuk atau tersumbat. Saat itu juga dokter memutuskan untuk melakukan operasi.

Akibat infeksi itu, tumbuh kembang anakku menjadi lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya. Hari-hari kami dipenuhi jadwal kontrol, pemberian obat tepat waktu, pemeriksaan laboratorium, dan rasa cemasku yang tak terbendung. Bukan lagi tentang rasa lelahku, tetapi melihat anakku harus berkali-kali merasakan sakit.

Anehnya, justru Daffasyalah yang mengajarkanku arti ketabahan. Pernah setelah menjalani tindakan medis, tubuhnya masih lemas dan tangannya masih terpasang infus. Saat aku menggendongnya, Ia justru mengusap pipiku sambil tersenyum kecil. Ia seperti tidak ingin menyerah.

Namun perjuangan ini juga membawaku pada titik terendah. Suamiku bekerja sebagai juru parkir di ruko setiap pagi dengan penghasilan tidak menentu. Setelah selesai bekerja, jika bisa meminjam motor milik kakaknya, suamiku melanjutkan mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online.

Penghasilan yang tidak menentu membuat kami beberapa kali kesulitan membeli susu khusus, vitamin, membiayai pemeriksaan yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Daffasya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Daffasya!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Alami Sakit Jantung Langka! Alfi Sering Terkejut Saat Tidur Hingga Sesak Napas
LOVITA ANGGELINA
Rp 15.429.500
47 hari lagi
Napasnya Sesak dan Dadanya Sakit, Daviena Harus Operasi Jantung ke Jakarta
Ummu Hanifah
Rp 3.703.009
52 hari lagi
“Ayah Janji, Nanti Kita Main Lagi," Kini Shanum Berjuang Melawan Meningitis TB dan Hidrosefalus
Nur Rahmah Madaniah
Rp 680.000
62 hari lagi
Anak Tukang Cuci Baju Bolak-balik Masuk ICU Akibat Sakit Jantung!
Wulandari
Rp 17.865.000
7 hari lagi
Dari Panti Asuhan, Deyana Berjuang Mengumpulkan Harapan untuk Operasi Jantung Fabyan
Deyana Faradilla
Rp 2.028.000
53 hari lagi
