Benihbaik_2026-08-10_17863565526a79a3487e4eb.jpeg
Anak

Operasi Tak Mengakhiri Derita Daffasya, Anakku Bisa Terancam Transplantasi Hati

Rp 190.000 dari Rp 16.707.000

73 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Daffasya arya narendra Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bogor

“Setelah operasi, anakku semakin menderita. Ia berulang kali mengalami infeksi pada saluran empedu setelah operasi. Saat infeksi kambuh, tubuh mungilnya mendadak demam tinggi, bagian putih matanya kembali menguning, BAB kembali berwarna pucat, dan perutnya terlihat membuncit.”“Hal yang membuat hatiku hancur adalah operasi yang dijalani anakku hanyalah cara untuk menunda kerusakan organ hati anakku. Suatu hari nanti, anakku kemungkinan tetap harus menjalani transplantasi hati.” -Septi Permata, Orang tua Daffasya-

Obat dari dokter tidak memberi dampak apapun pada anakku, Daffasya Arya Narendra. Kondisinya justru terus menguning sampai menjalar ke bagian putih matanya. Berat badannya terus menurun hingga tampak sangat kurus. Namun, yang paling janggal adalah BAB-nya berwarna pucat. 

Perasaanku sebagai orang tua mulai dipenuhi kecemasan, rasanya ada yang tak beres pada buah hatiku. Akhirnya, aku membawanya ke rumah sakit. Selama 7 hari Ia menginap di rumah sakit, ternyata fungsi organ hatinya mengalami peningkatan.

Selanjutnya, kabar dari dokter membuat hidupku rasanya runtuh! Dokter menyampaikan bahwa Daffasya mengalami atresia Bilier, yaitu kelainan langka ketika saluran empedu tidak terbentuk atau tersumbat. Saat itu juga dokter memutuskan untuk melakukan operasi. 

Akibat infeksi itu, tumbuh kembang anakku menjadi lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya. Hari-hari kami dipenuhi jadwal kontrol, pemberian obat tepat waktu, pemeriksaan laboratorium, dan rasa cemasku yang tak terbendung. Bukan lagi tentang rasa lelahku, tetapi melihat anakku harus berkali-kali merasakan sakit.

Anehnya, justru Daffasyalah yang mengajarkanku arti ketabahan. Pernah setelah menjalani tindakan medis, tubuhnya masih lemas dan tangannya masih terpasang infus. Saat aku menggendongnya, Ia justru mengusap pipiku  sambil tersenyum kecil. Ia seperti tidak ingin menyerah. 

Namun perjuangan ini juga membawaku pada titik terendah. Suamiku bekerja sebagai juru parkir di ruko setiap pagi dengan penghasilan tidak menentu. Setelah selesai bekerja, jika bisa meminjam motor milik kakaknya, suamiku melanjutkan mencari nafkah sebagai pengemudi ojek online.

Penghasilan yang tidak menentu membuat kami beberapa kali kesulitan membeli susu khusus, vitamin, membiayai pemeriksaan yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Daffasya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Daffasya!  

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya