Operasi yang Kukira Akan Menyembuhkanku, Justru Membuka Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan
Rp 613.000 dari Rp 8.250.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Hal yang membuat perjuanganku melawan penyakit ini terasa semakin berat adalah karena di saat aku sendiri sedang berusaha bertahan, suamiku juga tengah berjuang menghadapi stroke.”

“Seharusnya kami bisa saling menguatkan di tengah ujian ini. Namun kenyataannya, jangankan menjadi tempat bersandar satu sama lain, untuk berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari saja suamiku sudah begitu kesulitan.”

Perkenalkan, namaku Ulan (46 thn), seorang ibu rumah tangga. Hidupku berubah ketika tiba-tiba aku merasakan ada sesutu yang mengganjal di tenggorokanku. Bukan hanya rasa tidak nyaman, tapi tenggorokanku juga terasa sakit, terutama setiap kali aku mencoba makan dan minum.

Meski sudah berusaha menahan rasa sakit, akhirnya aku merasa sangat terganggu dan memutuskan untuk periksa ke dokter. Ternyata ada pembengkakan pada tiroid di leherku dan aku harus menjalani operasi pengangkatan tiroid.

Tak pernah ku sangka, sakit yang semula aku kira sederhana ternyata adalah hal besar. Aku pun memberanikan diri menjalani operasi, berharap setelah benjolan itu diangkat, rasa sakit di tenggorokanku segera berakhir. Namun, harapan itu runtuh seketika ketika dokter mengatakan operasi itu untuk pengangkatan tumor ganas atau kanker.

Aku dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, sejak itu perjuanganku menuju kesembuhan menjadi semakin panjang dan melelahkan. Bahkan, setelah operasi itu, suaraku jadi sangat kecil. Tenggorokanku masih terasa sakit saat berbicara, makan, maupun minum. Tubuhku jadi mudah lelah dan sulit beraktivitas.
Namun, aku tidak pernah menyerah untuk kesembuhanku. Meski harus menempuh perjalanan 25 kilometer dari rumah di Lebak, Banten ke rumah sakit di Jakarta, aku jalani semuanya dengan ikhlas. Bahkan saat hujan deras, aku berangkat dengan motor dan uang seadanya demi menjalani kontrol rutin.

Di tengah beratnya kondisiku, Tuhan sering memberikan pertolongan melalui orang baik. Ada saja orang yang memberikan makanan padaku. Mungkin bagi orang lain itu sederhana, tapi pemberian tersebut terasa seperti pertolongan besar karena kondisiku sendiri terbatas ekonomi.
Sebelum sakit, aku bekerja membersihkan rumah saudara atau tetangga. Tapi sejak aku dan suamiku sakit, keluargaku tak memiliki sumber penghasilan lagi. Demi biaya pengobatan, aku menjual barang-barang berharga, terkadang aku juga terpaksa meminjam uang kepada saudara dan tetangga.
Pengobatanku masih berjalan, aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ulan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ulan!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Sehat Tuc Semua
Xiomy 5A
Rp 0
273 hari lagi
Tragedi Jatuh dari Pohon Mengubah Hidupnya, Kini Pak Mukhlis Tak Lagi Bisa Berjalan Normal
Hamba Mu
Rp 210.000
87 hari lagi
Tempurung Kepala Anak Saya Dilepas Akibat Kanker Otak
Nafa MAULIAWATY
Rp 38.965.021
49 hari lagi
Darah Mengalir dari Hidung Pak Suandi, Tak Disangka Tumor dan Stroke Mengubah Hidupnya
suandi
Rp 1.125.000
49 hari lagi
Kesempatan Hidup untuk Mereka yang Sedang Berjuang Demi Kesehatan
BenihBaik
Rp 3.610.000
273 hari lagi
