Benihbaik_2026-08-19_17871322836a85797b3a74a.jpeg
Kesehatan

Operasi yang Kukira Akan Menyembuhkanku, Justru Membuka Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan

Rp 10.000 dari Rp 8.250.000

82 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Ulan Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Hal yang membuat perjuanganku melawan penyakit ini terasa semakin berat adalah karena di saat aku sendiri sedang berusaha bertahan, suamiku juga tengah berjuang menghadapi stroke.”

“Seharusnya kami bisa saling menguatkan di tengah ujian ini. Namun kenyataannya, jangankan menjadi tempat bersandar satu sama lain, untuk berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari saja suamiku sudah begitu kesulitan.”

Perkenalkan, namaku Ulan (46 thn), seorang ibu rumah tangga. Hidupku berubah ketika tiba-tiba aku merasakan ada sesutu yang mengganjal di tenggorokanku. Bukan hanya rasa tidak nyaman, tapi tenggorokanku juga terasa sakit, terutama setiap kali aku mencoba makan dan minum. 

Meski sudah berusaha menahan rasa sakit, akhirnya aku merasa sangat terganggu dan memutuskan untuk periksa ke dokter. Ternyata ada pembengkakan pada tiroid di leherku dan aku harus menjalani operasi pengangkatan tiroid.

Tak pernah ku sangka, sakit yang semula aku kira sederhana ternyata adalah hal besar. Aku pun memberanikan diri menjalani operasi, berharap setelah benjolan itu diangkat, rasa sakit di tenggorokanku segera berakhir. Namun, harapan itu runtuh seketika ketika dokter mengatakan operasi itu untuk pengangkatan tumor ganas atau kanker.

Aku dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, sejak itu perjuanganku menuju kesembuhan menjadi semakin panjang dan melelahkan. Bahkan, setelah operasi itu, suaraku jadi sangat kecil. Tenggorokanku masih terasa sakit saat berbicara, makan, maupun minum. Tubuhku jadi mudah lelah dan sulit beraktivitas.

Namun, aku tidak pernah menyerah untuk kesembuhanku. Meski harus menempuh perjalanan 25 kilometer dari rumah di Lebak, Banten ke rumah sakit di Jakarta, aku jalani semuanya dengan ikhlas. Bahkan saat hujan deras, aku berangkat dengan motor dan uang seadanya demi menjalani kontrol rutin.

Di tengah beratnya kondisiku, Tuhan sering memberikan pertolongan melalui orang baik. Ada saja orang yang memberikan makanan padaku. Mungkin bagi orang lain itu sederhana, tapi pemberian tersebut terasa seperti pertolongan besar karena kondisiku sendiri terbatas ekonomi. 

Sebelum sakit, aku bekerja membersihkan rumah saudara atau tetangga. Tapi sejak aku dan suamiku sakit, keluargaku tak memiliki sumber penghasilan lagi. Demi biaya pengobatan, aku menjual barang-barang berharga, terkadang aku juga terpaksa meminjam uang kepada saudara dan tetangga.

Pengobatanku masih berjalan, aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ulan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ulan!   

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya