Dulu Menjadi Tulang Punggung Keluarga, Kini Aku Berjuang Hidup dengan Cuci Darah
Rp 1.088.000 dari Rp 8.230.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Sejujurnya, sejak mengetahui bahwa aku mengalami gagal ginjal, semangatku pernah benar-benar jatuh. Aku merasa hidupku sudah tidak punya harapan. Aku merasa menjadi beban bagi orang-orang yang kusayangi. Sekarang untuk pergi ke rumah sakit saja aku membutuhkan bantuan orang lain.”

“Namun, setiap kali melihat keluargaku yang tak pernah lelah mendampingi dan merawatku, rasanya aku tidak punya alasan untuk menyerah. Bayangkan, sudah enam tahun lamanya mereka setia berada di sisiku. Dukungan dan kasih sayang mereka selalu menjadi alasan yang menguatkan hatiku untuk terus bertahan.”

Perkenalkan, aku Akhmad Supriyadi (46 thn). Kondisiku semakin memburuk setelah didiagnosa asam urat akut dan hipertensi. Lalu, aku tiba-tiba mengalami pendarahan hebat hingga dilarikan ke rumah sakit. Setelah diperiksa, aku juga didiagnosa gagal ginjal kronis.

Dokter mengatakan aku harus cuci darah rutin. Duniaku rasanya seketika gelap, tidak siap menerima kenyataan buruk itu. Hidupku seketika berubah, sejak itu tubuhku sering lemas, tulangku terasa linu, kakiku sering kram dan bengkak, hingga napasku sering sesak.

Aku sering merasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan banyak hal. Sebagian besar waktu aku habiskan hanya untuk beristirahat di rumah. Aktivitas yang bisa aku lakukan hanyalah beribadah dan berusaha menjaga tubuhku agar tidak terlalu lelah.

Namun, perjalananku untuk cuci darah juga tidak mudah. Akses cuci darah yang selama ini dilakukan melalui alat yang dimasukkan pada leherku mengalami masalah. Sudah sekitar tujuh kali aku menjalani operasi untuk memperbaiki selang cuci darah akibat masalah tersebut. Dokter bahkan berencana untuk melakukan operasi lanjutan padaku.

Setiap dua kali dalam seminggu, aku harus menjalani cuci darah. Namun, hal yang membuatku semakin sedih adalah setiap perjalanan menuju rumah sakit membutuhkan biaya. Belum lagi obat yang ditanggung BPJS, vitamin dan kebutuhan lainnya.

Dulu aku bekerja di perusahaan dan memiliki penghasilan tiap bulan, kini aku untuk berobat pun kesulitan biaya. Kini, aku berupaya mencari penghasilan dari bekerja apapun yang bisa aku lakukan di rumah. Sementara istriku, harus berjuang ke jalanan sebagai pengemudi ojek online dan kadang mencuci baju dari rumah ke rumah.

Jika berhenti cuci darah, kondisi tubuhku semakin memburuk dan keselamatanku terancam. Aku ingin kembali sembuh dan beraktifitas seperti dulu lagi, bekerja tanpa harus merepotkan keluarga. Aku masih ingin berkumpul bersama keluarga, dan masih ingin merasakan hari-hari sederhana yang dulu begitu berarti.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Akhmad tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Akhmad!

-
Pencairan Dana Rp 668.600
Ke rekening ****0984 a/n Ahmad Supriyadi
Dana digunakan untuk 1. Transportasi online cuci darah ke RS Banten PP Rp 75.000 x. 4= Rp 300.000 2. Susu ginjal Neprisol Rp 90.000 x 4 = Rp 360.0002026-09-08 17:33:19
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Kurelakan Ginjal Kiriku untuk Lovely, Kini Ia Kembali Berjuang untuk Transplantasi Kedua
Darlis Romanti
Rp 3.750.000
25 hari lagi
Tubuhnya Lumpuh! Pak Aron Alami Penyumbatan pembuluh Darah dan Diabetes
Ngalminah
Rp 2.084.000
18 hari lagi
Operasi yang Kukira Akan Menyembuhkanku, Justru Membuka Perjuangan Melawan Penyakit Mematikan
Ulan
Rp 613.000
37 hari lagi
Darah Mengalir dari Hidung Pak Suandi, Tak Disangka Tumor dan Stroke Mengubah Hidupnya
suandi
Rp 1.125.000
49 hari lagi
Mari Tuntaskan Tbc Di Indonesia
I Wayan Sugamiasa
Rp 0
217 hari lagi
