Benihbaik_2026-01-21_176897143669705cac7fd41.jpeg
Anak

Cita-Cita Sekolah yang Terhenti, Rafael Berjuang dari Sakit Jantung dan Abses Otak

Rp 559.000 dari Rp 8.862.000

83 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Fajar Edo. P Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Sintang

“Menginjak usia 6 tahun, anakku menunjukkan tekadnya untuk bersekolah. Ada rasa takut dalam hatiku, khawatir tubuhnya yang rapuh tak sanggup mengikuti aktivitas sekolah. Namun aku tetap mengizinkannya, karena aku ingin Ia merasakan kebahagiaan sederhana, pergi sekolah seperti anak-anak seusianya.”

“Meski dengan keterbatasan bicara, anakku tetap aktif dan ceria. Setiap hati aku mengawasinya di sekolah. Semua berjalan lancar, hingga masuk bulan ke-3, akhirnya kesehatan anakku menurun drastis. Tak ada lagi tawanya di kelas, kini hari-harinya lebih banyak dihabiskan dengan berjuang di kamar rumah sakit.” -Herika Priani, Orang tua Rafael-

Keceriaan anakku seketika hilang! Tiba-tiba tubuh anakku, Rafael Austin Edgard (8 thn) mendadak lemas dan tak berdaya. Dokter di desaku, di kawasan Kalimantan Barat, tak mampu menangani anakku. Tubuhku gemetar ketakutan, aku tak mau kehilangan anakku!

Di tengah kepanikan itu, dokter merujuk anakku untuk berobat ke Jakarta. Tapi aku harus bagaimana? Aku tak punya cukup biaya. Sambil menangis, aku membawa anakku pulang dengan berat hati. Warga desa yang iba, akhirnya gotong royong mengumpulkan dana agar anakku bisa berangkat ke Jakarta. 

Sejak lahir, Rafael memang telah diuji dengan sakit. Ia mengalami infeksi tali pusar. Saat usianya menginjak 2 tahun, ia mulai sering sesak napas dan didiagnosis infeksi paru-paru. Kondisinya terus memburuk, hingga pemerintah desa membantu mengurus BPJS agar anakku bisa dirawat di rumah sakit. Saat itulah, penyakit jantung itu terungkap!

Aku menyaksikan anakku terbaring dipasangi oksigen tinggi. Penyedotan darah juga dilakukan, karena ditemukan darah kotor dan kental di tubuh anakku. Namun, setelah berobat ke Jakarta, ternyata dokter menemukan anakku mengalami infeksi otak (abses serebri).

Hatiku hancur melihat keadaannya. Di usia yang seharusnya ia belajar, bermain, dan tertawa bersama teman-temannya, Rafael justru harus menghabiskan hari-harinya di ranjang rumah sakit, berjuang melawan penyakit yang begitu berat.

Pantas saja, anakku sering pusing hebat, bahkan pada kondisi tertentu membuat tubuhnya lumpuh. Anakku harus menjalani operasi kepala dan dirawat selama dua bulan penuh. Syukurlah, setelah tindakan, anakku sudah tak lagi mengalami pusing. 

Saat ini, anakku masih menunggu jadwal operasi jantung di Jakarta. Namun lagi-lagi, biaya menjadi tembok besar di hadapan kami. Suamiku hanya bekerja menjaga kebun milik orang lain, penghasilannya tak seberapa, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun sering kali tak cukup.

Kini, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Rafael tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Rafael!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya