Sedekah Yok
Rp 25.000 dari Rp 1.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Bu, kenapa ya Allah nggak sayang sama Ayesha, buktinya Ayesha nggak dikasih anus, malah buang air besar dari perut.” Tanya kecilnya membuat air mataku hampir tumpah, tapi kutahan sekuat tenaga karena aku tak boleh terlihat rapuh di depannya.”
“Aku ingin Ayesha percaya bahwa ia bisa kuat menghadapi semuanya. Meski anus dan jantungnya adalah hasil kerja keras dokter lewat operasi, keyakinanku tak pernah goyah, bahwa suatu hari nanti Ayesha pasti bisa hidup seperti anak-anak normal lainnya.” -Dwi Marina, Orang tua Ayesha-

Anakku, Ayesha Dzafira (9 thn), hampir kehilangan nyawa karena jantungnya melemah! Saat itu, anakku harus menjalani operasi tahap pertama pembuatan lubang untuk tempat Buang Air Besar (BAB) akibat lahir tanpa anus.

Syukurlah, mukjizat tiba-tiba muncul, Ayesha bisa bertahan di dinginnya meja operasi saat itu. Namun, perasaan lega itu hanya sesaat, karena dokter menyampaikan hal yang kembali membuatku rasanya seperti disambar petir. Anakku diduga memiliki jantung bocor!
Awalnya aku tak percaya, tapi perlahan aku dipaksa menerima kenyataan pahit setelah lebih dari satu dokter menyatakan anakku ada masalah jantung. Sejak itu, setiap 3 bulan, aku harus membawa Ayesha dari Lampung ke Jakarta untuk pengobatan jantungnya.

Putri kecilku begitu kuat, Ia sangat semangat untuk kesembuhannya. Setelah operasi kateterisasi jantung, Ayesha tak lagi ngos-ngosan berlebihan saat berjalan, tubuhnya pun tak membiru seperti sebelumnya. Itu menjadi harapan kecil yang membuatku terus kuat mendampinginya.

Namun perjuangan ini tak mudah, biaya pengobatan Ayesha sangat besar. Aku bahkan sempat menghentikan pengobatannya karena tak lagi sanggup. Demi Ayesha, aku mulai berdagang online, mengambil pekerjaan apa saja yang bisa kulakukan.

Hingga akhirnya berkat uluran tangan tetangga, aku bisa kembali membawanya berobat ke Jakarta. Pengobatan Ayesha cukup panjang, kendala biaya terus-menerus menghantui. Bahkan, anakku belum mendapatkan tindakan lanjutan pada anusnya. Sampai sekarang anakku masih harus memakai kantong stoma untuk pembuangan kotorannya.
Aku tak tega melihat Ia bertahun-tahun hidup seperti ini, Ia ingin sekolah, ingin bermain, ingin hidup seperti anak-anak lainnya. Tapi kondisiku terbatas untuk biaya untuk transportasi ke Jakarta, tempat tinggal dan makan selama pengobatan di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ayesha tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ayesha!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Bantu Campaign Lainnya
Sakit Kronis Pada Paru-paru Hingga Alami Kejang, Kensa Bertahan Setiap Detik untuk Bisa Hidup
Hasanaha Hia
Rp 1.768.000
35 hari lagi
Perjuangan dari Papua ke Jakarta, Elisius Jalani 4 Kali Operasi demi Sembuh dari Kelainan Usus
Ika setianingrum
Rp 13.339.000
62 hari lagi
Hati Seorang Ibu Diuji Lagi, Bunga Berjuang Menghadapi Dua kebocoran Jantung!
CITRA HANDAYANI
Rp 1.243.000
31 hari lagi
Terkendala Biaya, Anakku Harus Operasi Jantung Segera.
Anisatul mufidah
Rp 48.776.033
39 hari lagi
Nyaris Tak Selamat, 7 Tahun Jordan Berjuang dari Meningitis Hingga Hidrosefalus!
Jordan kristian lumbanbatu
Rp 4.013.002
5 hari lagi
