Benihbaik_2026-01-23_17691427206972f9c0e0c40.jpeg
Anak

Perjuangan Hidup Khalisa yang Kehilangan Ginjal Kanan dan Tumor di Ginjal Kiri

Rp 653.000 dari Rp 12.609.000

85 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Khalisa Aghnia bahira Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kota Palembang

“Ginjal kanan Khalisa sudah diangkat dan ginjal kirinya terkena tumor! Saat saudara kembarnya tumbuh sehat menikmati masa kecil, berlari bebas, dan rambutnya semakin panjang, sementara Khalisa hanya bisa duduk diam dengan kepala botak bekas kemoterapi.”

“Hatiku hancur melihat sorot matanya yang seolah bertanya, mengapa nasibnya tak sebaik kembarannya. Sedangkan Ia sering tiba-tiba drop dan menjalani hari-hari dengan melawan masa kritis. Namun, aku memilih terus percaya, kelak Khalisa bisa sembuh, itulah impian sederhana yang kupegang agar tak berhenti untuk kesembuhannya.” -Ria Utami, Orang tua Khalisa-

Anakku, Khalisa Aghnia Bahira (3 thn), harus mengenal kata kanker ginjal sejak usianya baru 1 tahun! Semua terjadi secara tiba-tiba, aku mendapati ada benjolan di perut kanannya. Hatiku gelisah, hasil USG menunjukkan ada sesuatu yang tumbuh pada ginjal anakku.

Khalisa dirujuk ke rumah sakit besar. Saat itulah semua terungkap, kondisi ginjalnya sudah sangat parah. Demi menyelamatkan nyawanya, dokter memutuskan untuk mengangkat ginjal kanan Khalisa. Aku berharap setelah operasi penderitaan anakku berakhir, namun ternyata kabar yang lebih buruk kembali menghantamku.

Dokter mengatakan di ginjal kiri Khalisa bersarang tumor ganas stadium 4. Duniaku rasanya runtuh! Apalagi dokter mengatakan hanya transplantasi ginjal dan kemoterapi seumur hidup yang bisa memberi Khalisa harapan untuk sembuh.

Saat ini,perut Khalisa masih bengkak dan keras, dengan jahitan panjang bekas operasi. Kepalanya tak bisa tegak dan Ia kesulitan berjalan. Ucapannya belum jelas, tapi ia kerap mengeluh sakit di perut dan kepalanya. Setiap rintihannya, membuat hatiku teriris.

Namun, dibalik semua penderitaannya, Khalisa tetap berusaha ceria meski jarum infus menusuk tubuhnya. Ia masih cerewet, suka bernyanyi dan bermain di ruang kemoterapi. Ia juga menyampaikan, ‘Ma, aku mau sekolah sama Yaya (kembarannya),’ itulah impian yang membuat perasaanku terenyuh.

Perjuangan Khalisa masih sangat panjang. Penghasilan suamiku sebagai teknisi tak sebanding dengan besarnya biaya pengobatan. Demi anaknya, ia rela mengambil pekerjaan tambahan sebagai tukang ojek. 

Aku pun berusaha membantu sebisaku, menjual dagangan tetangga jika ada kesempatan, hanya untuk menambah ongkos ke rumah sakit. Kehabisan beras dan token listrik sudah menjadi hal biasa bagi keluarga kami. Barang berharga telah kujual demi pengobatan Khalisa.

Saat ini, Khalisa masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan penunjang lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Khalisa tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Khalisa!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya