Benihbaik_2026-02-12_1770873435698d625bba82b.jpeg
Anak

Seorang Ibu Berjuang Sendirian Demi Anak yang Didiagnosis Beragam Penyakit

Rp 200.011 dari Rp 13.012.000

87 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Tanty Oktabalia Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Sejak lahir, anakku tak pernah lepas dari deretan penyakit yang mengintai tubuhnya. Batu empedu, peradangan hebat pada dinding lambung, gangguan tenggorokan, TB klinis, radang di rongga hidung dan sinus, asma, hingga gangguan saraf, semua harus ditanggung di usia yang seharusnya dipenuhi bermain dan tertawa.”

“Di tengah perjuangan melawan penyakit yang tak kunjung usai, anakku juga harus kehilangan sosok ayah akibat perceraian. Kini aku berdiri sendirian, memikul semua beban pengobatan dan kehidupan. Aku bekerja sebagai buruh gudang di pelabuhan, menempel pita cukai rokok. Langkahku terseok, tapi aku tak boleh menyerah demi anakku.” -Tanty Oktabalia, orang tua Andaru-

Andaru Yasa Alsaki (5 thn) sudah langsung mendapat perawatan karena demam dan tubuhnya menguning begitu Ia lahir. Hari Ibu mana yang tak hancur menyaksikan bayinya terbaring lemah sejak hari pertama?

Cobaan itu belum berhenti, saat usianya baru 3 bulan, anakku mengalami BAB berdarah.  Ia sempat membaik setelah minum obat, membuatku sempat lega. Namun kelegaan itu kembali runtuh ketika di usia 1 tahun, Ia terserang infeksi berat hingga leukositnya melonjak drastis.

Sejak saat itu, infeksi terus datang berulang, seolah tubuh kecilnya tak pernah benar-benar diberi waktu untuk pulih. Tak lama kemudian, anakku di diagnosa fimosis (kulit ujung penisnya menutup). Di usia yang masih 18 bulan, anakku harus menjalani operasi sunat. 

Tubuhku gemetar sambil menangis, berusaha kuat melihat anakku yang menderita. Tak lama setelah operasi itu, kondisi Andaru justru memburuk. Ia tak bisa BAB, perutnya mengeras, tubuhnya kembali menguning, dan muntah hebat datang tanpa henti.

Dalam kepanikan dan ketakutan, anakku dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Di sanalah Ia didiagnosa mengalami batu empedu, dunia rasanya runtuh!  Selama 9 bulan Andaru harus menjalani terapi obat untuk menghancurkan batu empedunya. 

Setiap hari penuh doa dan kecemasan, tapi syukurlah Tuhan masih memberikan keajaiban. Anakku  dinyatakan sembuh dan tak perlu menjalani operasi. Aku menangis lega, mengira badai telah berlalu. Namun ternyata, penderitaan anakku belum selesai.

Setelah itu, Andaru kembali mengalami diare hebat dan didiagnosis radang usus. Obat demi obat tak menunjukkan perubahan. Pemeriksaan lanjutan kembali dilakukan, dan diagnosa pun berubah menjadi peradangan dinding lambung. Rasanya hatiku bagai ditampar kenyataan berkali-kali, kabar buruk tak pernah berhenti mengiringi.

Kini, hampir setiap bulan Andaru harus keluar-masuk rumah sakit karena kondisinya bisa tiba-tiba menurun drastis.  Napasnya sering sesak, bergantung pada alat bantu oksigen dan obat-obatan. Aku harus tetap kuat demi anakku, karena setiap napasnya adalah tanggung jawabku.

Aku selalu diliputi ketakutan setiap kali Andaru berkata dengan suara lemah,“Ma, aku sesak napas, aku mual mau muntah.” Kalimat sederhana itu bisa berarti kami harus kembali berlari ke rumah sakit. Sementara uang di tanganku tak selalu ada. Bahkan untuk berobat pun, aku kerap harus meminjam uang dari teman.

Saat ini, Andaru masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, alat bantu pernapasan, dan kebutuhan medis lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Andaru tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Andaru!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya