Benihbaik_2026-09-09_17889444906aa1206abedab.jpeg
Anak

Sejak Lahir Aku Sudah Merasa Ada yang Salah, Kini Azka Berjuang Melawan Craniosynostosis

Rp 0 dari Rp 15.480.000

87 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Muhammad Azka Praba Priyanto Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bekasi

“Anakku belum bisa berbicara, tapi Ia selalu menunjuk bagian tubuhnya yang terasa tidak nyaman. Ia juga lebih sering menangis, terlihat menggeliat dan mengejan kuat hingga wajahnya memerah, bahkan terkadang terdengar bunyi seperti ‘krek’.” 

“Setiap kali melihatnya seperti itu, aku hanya bisa memandanginya dengan rasa takut yang sulit dijelaskan. Ingin rasanya aku menggantikan rasa sakitnya, kalau memang bisa. Tetapi aku tahu, satu-satunya yang bisa kulakukan sekarang adalah tetap berada di sisinya dan membawanya mendapatkan pertolongan yang ia butuhkan.” -Selih Yulianti, Orang tua Azka-

Dokter mengatakan aku harus segera lahiran karena kondisi janinku sudah gawat, sementara usia kandunganku saat itu masih 36 minggu. Muhammad Azka Praba Priyanto (3 bln) akhirnya lahir, dokter mengabarkan kondisinya baik-baik saja.

Seharusnya aku lega karena anakku dinyatakan sehat, tapi entah mengapa aku justru dipenuhi kekhawatiran. Aku melihat bentuk kepalanya berbeda, ada bagian yang terlihat menonjol dan dahinya berbentuk segitiga. Apakah benar anakku baik-baik saja?

Akhirnya aku kembali membawanya periksa ke dokter, aku ingin anakku diperiksa lebih lanjut. Tapi, petugas kesehatan meminta untuk agar aku menunggu anakku sampai berusia 3 bulan. Meski terdengar sebentar, tapi bagiku setiap hari terasa begitu menakutkan. Bagaimana jika anakku terlambat mendapatkan pertolongan?

Ternyata, rasa takut dalam pikiranku benar. Setelah menunggu dan diperiksa, anakku didiagnosa mikrosefali akibat craniosynostosis, kondisi ketika tulang tengkoraknya menutup terlalu dini. Rasanya tak siap mendengar pernyataan itu, anakku masih begitu kecil, tapi sejak awal kehidupannya harus menghadapi hal yang begitu berat.

Aku bahkan belum sempat menikmati sepenuhnya rasa bahagia menjadi seorang ibu, tapi dokter juga memperkirakan anakku mungkin membutuhkan operasi bedah tengkorak. Tumbuh kembangnya juga terhambat. 

Tak jarang aku menangis diam-diam karena sebenarnya aku juga takut dia harus dioperasi. Setiap kali aku merasa sudah tidak kuat, aku kembali melihat wajah kecilnya. Dari situ aku mencoba mengumpulkan tenaga lagi.

Anakku tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan kondisi seperti ini. Dia tidak pernah memilih untuk sakit. Dia bahkan belum mengerti kenapa dirinya harus menjalani semua pemeriksaan ini. Karena itu, aku ingin menjadi orang yang tetap berjuang untuknya.

Namun, perjuangan kami bukan hanya tentang menghadapi rasa takut, tetapi juga tentang membiayai pengobatannya. Suamiku hanyalah buruh pabrik, harus menghidupiku, dirinya dan 3 anakku. Ada kalanya aku hanya bisa diam memikirkan dari mana biaya transportasi untuk pergi ke rumah sakit. 

Di sisi lain, aku tidak ingin keterbatasan biaya membuat pengobatan Azka terhenti. Saat ini, aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Azka tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Azka!

Aktivitas donasi kosong-01

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya