Benihbaik_2026-10-15_17920597936ad0a991d5a71.jpeg
Anak

Sejak Lahir Tubuhnya Membiru, Kini Radhika Harus Berjuang Melawan Kelainan Jantung

Rp 10.000 dari Rp 15.160.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Enik Ulviyah Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Pernah aku menangis karena tidak memiliki uang untuk membawa anakku ke IGD rumah sakit. Aku panik dan pikiranku kalut karena kondisi anakku demam tinggi, aku tak sanggup melihat anakku menderita. Namun, saat melihat telepon genggam milik suami, saat itulah aku berpikir hanya itu yang satu-satunya harapan.”

“Akhirnya aku menjual telepon genggam milik suami. Bagiku, tidak ada barang yang lebih berharga dari keselamatan anakku. Jika memang harus kehilangan barang berharga apapun, biarlah, asal anakku selalu memiliki kesempatan untuk bertahan.” -Enik Ulfiyah, Orang tua Radhika-

Radhika Aditya Pratama (8 thn), adalah anak yang aku lahirkan dengan penuh harapan. Namun, di saat seharusnya aku bisa memeluk tubuh mungilnya dengan perasaan lega dan bahagia, aku justru harus menghadapi kenyataan menyakitkan. Kondisinya tampak membiru sejak lahir.

Setelah pemeriksaan mendalam, anakku didiagnosa kelainan jantung bawaan. Hati ibu mana yang tidak hancur, ketika anaknya harus memulai hidup dengan perjuangan melawan penyakit serius. Sejak itu, aku harus menjaga anakku sambil berharap setiap hari menjadi kesempatan anakku untuk bertahan. 

Anakku sudah menjalani operasi jantung, tapi bukan berarti perjuangannya sudah selesai. Ia masih harus menjalani operasi lanjutan dan menjalani kontrol rutin. Hingga saat ini, penyakit itu membuat anakku tumbuh dengan dihantui oleh sesak napas, nyeri, tubuh yang lemas, bahkan kejang.

Terkadang anakku harus menggunakan alat bantu napas oksigen karena sedikit aktivitas saja bisa membuat napasnya sesak tak terkendali. Sebagai ibu, aku selalu memiliki harapan besar agar kelak anakku bisa menikmati hidupnya dengan bebas, berlari mengejar teman-temannya sampai lelah, pulang dengan wajah ceria dan ceria. 

Aku dan suami selalu berusaha untuk anakku bisa terus melanjutkan pengobatan. Aku membawa anakku kontrol rutin dengan menempuh perjalanan dari Gresik, Jawa Timur ke rumah sakit di Jakarta. Bisa 9 jam perjalanan lamanya, aku harus menggunakan bus demi irit.

Setiap naik bus ke rumah sakit, aku harus menjaga anakku dengan hati-hati karena tubuhnya sering lemas. Tapi ada kalanya anakku harus ikut berdesakan hingga membuatku meneteskan air mata, karena takut Ia kambuh. Aku tidak pernah membayangkan bahwa perjuangan membawa anak berobat bisa begitu berat.

Selain ongkos, aku juga harus menghadapi ketakutan untuk memikirkan ongkos perjalanan, biaya makan, tempat tinggal, dan berbagai kebutuhan lain selama berada jauh dari rumah. Setiap kali hendak berangkat berobat, ada banyak hal yang harus kami perhitungkan. 

Suamiku hanya bekerja sebagai penjual kebab dan burger, itu juga kerja sama orang lain. Aku sendiri sudah menjual semua barang berharga bahkan motor satu-satunya, karena pengobatan anak tidak bisa ditunda. 

Di balik semua kesulitan itu, ada hal lain yang selalu membuat aku berusaha bertahan. Anakku memiliki cita-cita yang ingin menjadi dokter dan menyembuhkan banyak orang. Rasanya hatiku terharu dan hangat, karena penderitaan membuatnya ingin menolong orang lain. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Radhika tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Radhika!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya