Benihbaik_2026-11-03_17936787326ae95d8c256ef.jpeg
Anak

Selain Berjuang Melawan Gagal Ganjil Stadium Akhir, Kini Zuhdan Juga Harus Kehilangan Penglihatannya

Rp 560.000 dari Rp 3.644.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Siti Laila muspidah Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kota Bogor

“Kondisi anakku semakin memprihatinkan ketika penglihatannya mulai terganggu, hingga akhirnya tidak bisa melihat akibat katarak akut! Dokter mengatakan hal itu terjadi karena berkaitan dengan penggunaan obat-obatan untuk penyakit ginjalnya yang berlangsung lama.”

“Rasanya sulit menerima kenyataan bahwa anakku tak hanya harus cuci darah rutin, tapi juga penglihatannya. Bahkan, sudah sekitar satu tahun anakku hidup dalam dunianya yang gelap dan tidak bisa beraktivitas seperti anak-anak seusianya.” -Siti Laila, Orang tua Zuhdan-

Muhamad Zuhdan Yasir Lubis (10 thn) merupakan anak keempatku. Semula Ia tumbuh sehat, semua berubah ketika anakku masuk Sekolah Dasar. Tiba-tiba Ia mengalami muntah dan buang air besar lebih dari 10 kali dalam sehari ketika pulang sekolah. 

Awalnya aku kira aku hanya masuk angin biasa, namun kondisinya justru semakin mengkhawatirkan. Badan, mata, bibir hingga seluruh tubuhnya membengkak. Saat aku membawa ke rumah sakit, ternyata anakku didiagnosa mengalami gagal ginjal stadium akhir. Kondisi anakku juga disertai epilepsi (kejang) dan katarak akut.

Sejak itu, anakku harus menjalani berbagai pemeriksaan medis dan bahkan beberapa kali masuk ICU rumah sakit. Ia juga harus menjalani cuci darah rutin, pengobatannya menggunakan selang yang ditanam di perutnya agar proses cuci darah bisa dilakukan di rumah.

Setiap hari, harus menjalani cuci darah setiap 4 jam. Setiap kali menjalani cuci darah, anakku harus menahan sakit pada perutnya. Ia bisa mengalami kejang sewaktu-waktu. Fungsi ginjalnya terus menurun hingga Ia mengalami sesak napas dan kehilangan kesadaran.

Selain itu, daya ingat anakku terganggu hingga Ia mengalami amnesia, jadi aku harus menjelaskan secara berulang kenangan yang pernah Ia miliki. Hal paling sedih adalah karena anakku belum sepenuhnya memahami arti sembuh akibat daya ingatnya terganggu, anakku belum mengerti kenapa Ia harus terus menjalani pengobatan. 

Saat ini, kondisi selang untuk cuci darahnya bermasalah. Ada nanah dan benjolan di sekitar area selang sehingga dokter mempertimbangkan untuk memindahkannya ke bagian perut sebelah kiri. Sebagai orang tua, hati saya rasanya hancur melihat semua yang harus dilalui anak sendiri. 

Aku sering bertanya dalam hati, mengapa begitu banyak penderitaan yang harus dirasakan anak sekecil Zuhdan? Di kampungku, rasanya belum pernah saya melihat anak lain harus mengalami sakit seberat ini. Ditambah lagi, aku kesulitan untuk membiayai pengobatannya. 

Suamiku bekerja sebagai pedagang asongan dan kantongan. Penghasilannya tidak menentu, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari. Aku pun juga pernah mencari penghasilan tambahan dengan berjualan apa saja dengan berkeliling kampung menggunakan barang dagangan milik orang lain. Apapun aku lakukan demi anakku.

Pernah saat tengah malam, ketika tubuh anakku kejang, kesadarannya menghilang, dan napasnya mulai sesak, aku hanya bisa diliputi kepanikan. Tak ada waktu untuk berpikir panjang. Meski tak punya uang untuk ongkos, aku harus membawa anakku ke rumah sakit.

Rumahku berada di Kabupaten Bogor, sementara aku harus membawa anakku harus berobat ke Jakarta. Selain ongkos, aku juga harus ada biaya untuk obat, makan dan kebutuhan lainnya anakku selama pengobatan. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zuhdan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zuhdan!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya