Tak Pernah Kubayangkan, Kedua Anakku Harus Berjuang Melawan Penyakit yang Sama
Rp 205.000 dari Rp 12.444.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
"Nahda dan Hafi belum bisa menjalani tumbuh kembang seperti anak-anak seusianya. Nahda masih belum mampu berbicara, belum mengenali kedua orang tuanya, dan lebih sering tenggelam dalam dunianya sendiri.”

“Sementara adiknya, Hafi, juga mengalami keterlambatan perkembangan, terkadang kehilangan keseimbangan saat berjalan. Ketika tantrum datang, mereka bahkan bisa memukul tubuhnya sendiri. Setiap kali demam, rasa takut kami kembali muncul karena kejang bisa datang kapan saja." -Dila Mahdila, Orang tua Nahda dan Hafi-

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, cobaan yang sama harus aku hadapi dua kali dalam hidupku. Pertama ketika putriku, Nahda Kamilatussyifa (6 thn), mendadak mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun saat usia 6 bulan. Kondisinya terus memburuk hingga tubuhnya kejang-kejang.

Saat aku membawanya ke rumah sakit, aku harus menerima kenyataan berat. Nahda didiagnosa gangguan perkembangan saraf (Autism Spectrum Disorder) dan epilepsi. Aku kira cobaan itu hanya dialami oleh Nahda, namun ternyata adiknya, Muhammad Hafi Ardabili (3 thn), mengalami hal serupa tak lama setelah lahir.

Dokter menyarankan Nahda dan Hafi menjalani terapi secara rutin agar perkembangan mereka terus terstimulasi dan risiko kejang bisa ditekan. Sayangnya, biaya terapi tidak ditanggung BPJS di tengah kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Setiap minggu aku harus membawa anakku perjalanan sekitar satu jam ke rumah sakit. Perjalanan itu bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga biaya transportasi yang sering kali sulit terpenuhi. Namun, aku tak pernah melewatkan jadwal berobat karena aku takut kehilangan kesempatan terbaik bagi masa depan kedua anak kami.

Merawat dua anak berkebutuhan khusus membuat hidupku berubah. Kedua anakku tidak bisa ditinggalkan sendirian dan membutuhkan pengawasan setiap saat. Aku dan suami harus bergantian menjaga anak kami sehingga mencari nafkah pun menjadi sangat sulit.

Penghasilan suami sebagai guru mengaji di kampung tidak menentu, bahkan sering kali kurang dari satu juta rupiah dalam sebulan. Sementara aku harus sepenuhnya mendampingi Nahda dan Hafi di rumah, tidak bisa membantu mencari nafkah.
Demi pengobatan mereka, aku telah menjual kendaraan dan barang-barang elektronik yang kami miliki. Kini tidak ada lagi yang bisa dijual. Aku bahkan membawa keluargaku menumpang tinggal di rumah orang tua karena sudah tidak mampu bertahan dengan keadaan kami sendiri.
Semua terasa berat, apalagi perjuangan anakku belum selesai. Hingga saat ini, anak-anakku masih membutuhkan biaya untuk biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nahda dan Hafi tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nahda dan Hafi!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Terancam Bisu dan Tuli Selamanya! Khanza Butuh Alat Bantu Dengar
Dian Anggraeni
Rp 1.700.000
362 hari lagi
10 Tahun Nisa Berjuang dari Thalasemia, Harus Cuci Darah Seumur Hidup!
yadi suryadi
Rp 8.280.000
29 hari lagi
Hari Penuh Derita Zea yang Alami Gangguan Empedu, Autoimun Hingga Jantung Bocor
amelia rosalinda
Rp 21.120.000
25 hari lagi
Sempat Dinyatakan Sembuh, Kanker Darah di tubuh Fajar Muncul Kembali!
Agus Witono
Rp 6.114.001
26 hari lagi
Nyawa Sarfaraz Bergantung Pada Transplantasi Hati
Dina Rafsa
Rp 65.428.221
68 hari lagi
