Benihbaik_2026-09-25_17903336446ab652cc3b0a7.jpeg
Kesehatan

10 Tahun Melawan Tumor, Anak Kuli Bongkar Muat Barang Kini Berjuang untuk Operasi Kedua

Rp 10.000 dari Rp 3.880.000

89 hari lagi

Penerima Donasi

anon
heri susanto Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Garut

“Pa, saya mau sembuh…”

“Kalimat sederhana itu selalu membuat hatiku hancur sekaligus menguatkanku. Di tengah tubuhnya yang semakin lemah, anakku masih berusaha tersenyum dan meyakinkanku bahwa ia masih punya harapan besar untuk sembuh.” -Heri Susanto, Orang tua Zaim-

Sebagai seorang ayah, aku tidak pernah tega melihat anak yang kusayangi, Zaim Zulfikar (16 tahun), harus menderita dan berjuang melawan penyakit yang telah menghantuinya selama bertahun-tahun.

Ia masih berusia 6 tahun ketika perjuangan ini bermula. Saat itu, mata kirinya tiba-tiba terlihat sedikit bengkak dan ia sering mengeluhkan sakit kepala. Awalnya aku mengira itu hanya sakit mata biasa. Namun, dokter menemukan adanya benjolan di belakang mata yang kemudian diketahui sebagai tumor.

Sejak saat itu, masa kecil Zaim perlahan berubah menjadi kegiatan pengobatan ke rumah sakit. Hingga kini, perjuangannya bahkan belum juga berakhir. Penglihatannya telah hilang, sementara sakit kepala, mual, dan muntah masih sering ia rasakan. 

Anakku kehilangan masa kecil dan masa remajanya begitu saja. Sebagai orang tua, rasanya begitu sedih melihat anak yang seharusnya tumbuh dan bermain dengan bebas justru harus menghabiskan banyak waktunya untuk berobat. 

Namun, Zaim selalu berusaha terlihat ceria. Ia tetap mencoba tersenyum dan mengatakan bahwa dirinya bisa sembuh. Setiap kali mendengar itu, aku kembali menguatkan hati. Aku tidak boleh menyerah selama anakku masih memiliki harapan.

Dalam waktu dekat, anakku dijadwalkan menjalani operasi kedua untuk mengangkat benjolan di belakang matanya. Ia juga harus rutin kontrol ke rumah sakit di Bandung, dengan jarak sekitar 100 kilometer dari rumah kami di Garut. 

Setiap perjalanan menuju rumah sakit membutuhkan biaya transportasi, belum lagi kebutuhan obat dan keperluan lainnya. Demi pengobatan anakku, aku bahkan sudah menjual motor yang selama ini menjadi satu-satunya alat transportasi keluarga. 

Sehari-hari aku bekerja sebagai kuli bangunan dan terkadang menjadi kenek truk untuk membantu bongkar muat barang. Apa pun pekerjaan yang bisa kulakukan, akan aku jalani selama masih mampu, karena aku ingin anakku tetap mendapatkan pengobatan.

Namun, ada saat-saat ketika Zaim harus ke rumah sakit sementara aku tidak memiliki uang. Di situlah hatiku benar-benar terasa berat. Aku ingin membawanya berobat, ingin membeli kebutuhannya, ingin melakukan apa saja untuk kesembuhannya, tetapi kemampuanku sebagai seorang ayah sangat terbatas.

Aku hanya bisa terus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Aku tidak meminta banyak. Aku hanya ingin anakku sembuh, tidak lagi merasakan sakit kepala dan mual yang terus menyiksanya. Aku ingin suatu hari nanti Zaim bisa kembali tersenyum tanpa rasa sakit dan menjalani hidupnya seperti anak-anak seusianya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zaim tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zaim!      

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya