8 Bulan Berhenti Berobat, Kanker Kembali Tumbuh dan Merenggut Kemampuan Bapak Bernapas
Rp 45.000 dari Rp 9.810.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Bermula dari suara Bapak yang tiba-tiba serak selama 5 bulan, hingga akhirnya bapak mulai merasakan sesak napas. Namun, Bapak tak kunjung memeriksakan diri ke rumah sakit karena beliau sibuk mencari nafkah dan mengurus Ibu yang sedang sakit. Bapak tetap memilih mendampingi Ibu, meskipun tubuhnya sendiri tak baik-baik saja.”

“Hingga akhirnya Ibuku meninggal dunia, barulah Bapak memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Dan saat itulah, menjadi awal perjuangan panjang yang tak terbayangkan. Dokter menemukan kanker di saluran pernapasan Bapak yang menyebabkan Ia kesulitan bernapas!” -Anisah, anak dari Bapak Nipan-

Aku kira Bapakku, Pak Nipan (57 thn) bisa pulih setelah operasi, tapi ternyata Bapak harus menjalani operasi lanjutan. Hingga akhirnya, pengobatan Bapak terpaksa berhenti karena aku kehabisan biaya. Motor yang merupakan harta satu-satunya keluarga bahkan sudah terjual untuk pengobatan Bapak selama ini. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dijual.

Delapan bulan tidak berobat, kondisi Bapak semakin memburuk. kanker ganas itu tumbuh lagi di bagian luar lubang pernapasannya dan semakin mengganggu pernapasannya. Aku mati-matian mencari biaya sampai Bapak bisa kembali berobat karena benjolan kanker itu kian membesar.

Bukan hanya kesulitan bernapas, Bapak juga kesulitan menelan makanan. Ia sampai harus dipasangi selang dari luar menuju lambungnya sebagai jalur makannya. Sejak itu, Bapak tak lagi bisa menikmati makanan seperti dahulu. Aku tak tahu bagaimana perasaan Bapak, yang aku tahu Bapak kini benar-benar tidak berdaya.

Sekedar berjalan pun, kini Bapak tak sanggup. Satu hal yang membuat sedih adalah Bapak terus menyemangati dirinya sendiri di tengah kondisinya yang terus melemah. Bapak selalu bilang, “harus kuat melawan sakit, biar bisa urusin kakak sama adek.” Bahkan, Bapak masih memikirkan anak-anaknya ketika dirinya sendiri membutuhkan bantuan dalam segala hal.

Sebelum sakit, Bapak bekerja sebagai petani. Aku sendiri terpaksa meninggalkan pekerjaanku demi merawat dan mengurus sehari-hari Bapak. Ada kalanya aku merasa sangat lelah, karena juga harus memikirkan biaya pengobatannya.

Saat ini, Bapak masih harus menjalani kemoterapi dan kontrol rutin ke rumah sakit yang jaraknya 27 kilometer. Selain itu, Bapak juga membutuhkan obat-obatan, popok, susu, underpad dan keperluan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Nipan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Nipan!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Dari Nyaris Pingsan Saat Bekerja hingga Operasi Tumor, Perjuangan Rika Belum Berakhir Akibat Diabetes
Rika Aulia
Rp 1.538.000
61 hari lagi
Enam Tahun Melawan Stroke, Ibu Salbiah Kini Lumpuh Total dan Hanya Bisa Terbaring
Salbiah
Rp 963.000
26 hari lagi
Tempurung Kepala Anak Saya Dilepas Akibat Kanker Otak
Nafa MAULIAWATY
Rp 38.990.021
33 hari lagi
Tragedi Jatuh dari Pohon Mengubah Hidupnya, Kini Pak Mukhlis Tak Lagi Bisa Berjalan Normal
Hamba Mu
Rp 355.000
71 hari lagi
Tak Lagi Mampu Narik Ojek, Tubuh Ayah Sering Menggigil Akibat Menahan Sakit Diabetes
Siti Nuratiah
Rp 985.000
50 hari lagi
