Benihbaik_2026-09-18_17897263066aad0e6244356.jpeg
Kesehatan

Tak Lagi Mampu Narik Ojek, Tubuh Ayah Sering Menggigil Akibat Menahan Sakit Diabetes

Rp 10.000 dari Rp 7.550.000

89 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Hamran Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Lebak

“Betapa takutnya aku, melihat Ayah tiba-tiba menggigil hebat! tubuhnya panas dingin, dan dadanya terasa sesak. Saat itu aku hanya bisa melihat Ayah menahan sakit sambil berusaha terlihat kuat di depan kami keluarganya.”

“Aku ingin sekali melakukan sesuatu untuk membuat Ayah merasa lebih baik, tetapi aku tidak tahu harus berbuat apa. Hal yang ada di pikiranku saat itu hanya satu, jangan sampai terjadi sesuatu pada Ayah. Aku takut kehilangan sosok yang selama ini menjadi tempat kami bersandar.” -Siti Nuratiah, Anak Bapak Hamran-

Sekitar satu tahun lalu, tubuh Ayahku, Hamran (50 thn), mulai menunjukkan banyak perubahan. Ia sering mengeluh pusing, sangat sering buang air kecil, dan tubuhnya mudah sekali terasa lemas. Anehnya, nafsu makan Ayah justru meningkat. 

Perut Ayah juga sering terasa kembung dan keras di bagian tertentu karena mengalami gangguan pencernaan. Awalnya aku mengira tidak ada penyakit serius pada ayahku, tapi aku tetap membawa ayahku berobat. Saat itu, dokter mendiagnosis Ayah mengalami hipertensi dan dispepsia (kembung).

Namun, kian hari kondisi ayahku semakin mengkhawatirkan.Tubuhnya mulai panas dingin sampai menggigil hebat dan dadanya terasa sesak. Aku benar-benar panik melihat kondisinya dan segera membawanya ke rumah sakit. Saat itu, Ayah disarankan untuk diuap dan dipasang infus.

Ternyata Ayah juga didiagnosa diabetes mellitus! Sejak itu hingga saat ini, Ayahku masih rutin bolak-balik rumah sakit. Selain minum obat, Ayahku juga harus suntik insulin dan berhenti mengkonsumsi gula. Perlahan kondisinya membaik, meski tubuhnya terkadang lemas tiba-tiba.

Ayah sudah tak bisa lagi narik ojek seperti sebelumnya. Meski penghasilannya tak seberapa ketika bekerja, tapi bagi keluarga kami itu sangat berarti untuk kebutuhan keluarga. Rasanya sedih sekali melihat Ayah tak berdaya, tapi aku selalu meyakinkan Ayah bahwa bagiku Ayah bukanlah beban. 

Kini, Ibuku yang berupaya membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Setiap pagi, Ia akan bersiap untuk berjualan nasi. Penghasilan Rp30 ribu sehari harus dibagi antara kebutuhan rumah, pendidikan anak dan berobat Ayah. Terkadang, Ibu mengambil pekerjaan lainnya jika ada tawaran.

Ada satu kejadian yang membekas bagiku, hari itu Ayah harus ke rumah sakit dan disaat bersamaan adik bungsuku baru masuk sekolah membutuhkan seragam. Sementara itu, keluargaku tidak ada uang sama sekali. Bagi keluarga kami, jumlah uang tersebut bukanlah sesuatu yang mudah didapat. 

Keluargaku akhirnya mencoba mencari pinjaman kepada saudara-saudara, mendatangi rumah mereka satu per satu. Syukurlah, akhirnya ada saudara yang bersedia meminjamkan uang. Rasanya saat itu aku merasa lega sekaligus sedih, akhirnya bisa membawa Ayah berobat. Ternyata Tuhan masih membantu keluarga kami.

Tak jarang aku juga membawa bekal dari rumah setiap Ayah masuk rumah sakit, demi menghemat. Namun, pengobatan Ayah masih panjang. Beliau masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hamran tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hamran!    

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya