Axcelio Sakit Jantung, Ayahnya Hanya Buruh Kebun Kesulitan Membiayai Pengobatan
Rp 1.470.000 dari Rp 25.455.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
Aku Bindar Limbong, aku ingin menceritakan hari yang membuat hatiku dipenuhi kebahagiaan, yaitu saat striku melahirkan putra pertama kami, Axcelio Pratama Limbong (1 thn). Syukurlah, Ia lahir dengan berat badan 2,9 Kg dan pihak rumah sakit mengatakan kondisi anakku dalam keadaan baik.

Namun, siapa sangka, dibalik tangisan dan tubuh kecilnya ada penyakit serius yang mengintainya. Setelah usianya 2 bulan, aku mulai menyaksikan kondisi anakku yang membuat khawatir karena Ia sering batuk dan flu. Saat aku membawanya ke puskesmas, saat itulah kebahagiaanku seketika berubah pilu.

Anakku didiagnosa gizi buruk dan dicurigai ada penyakit jantung bawaan. Hatiku luar biasa tidak tenang, apalagi anakku dirujuk untuk berobat ke rumah sakit besar. Perjalanan dimulai dari desa di Sumatera Utara menuju Kota Medan, dengan harapan semoga diagnosa sebelumnya salah.

Namun, kabar yang aku terima justru lebih menyiksa batinku. Selain sakit jantung, anakku juga mengalami kelainan pembuluh darah dan paru-paru anakku menyatu. Duniaku rasanya berhenti, tak sanggup lagi mendengar banyak hal mengerikan terjadi pada anakku.

Aku takut! Tapi kenyataan pahit itu tidak bisa aku tolak, aku harus kuat demi mempertahankan hidup anakku. Kian hari, aku semakin memahami kondisi anakku. Berat badannya sulit naik, Ia sering batuk, flu hingga demam. Ia juga sering sesak napas hingga kukunya kebiruan. Rasanya ingin aku ambil semua rasa sakit itu darinya.

Dokter mengatakan anakku harus dioperasi di Jakarta jika berat badannya sudah cukup. Sambil menunggu tindakan, aku bolak-balik membawa anakku perjalanan jauh ke rumah sakit Jakarta. Perjalanan ini berat karena biayanya besar, tapi kondisi ekonomi keluargaku sangat terbatas.

Aku hanya kerja serabutan, kadang jadi tukang ojek, kadang menanam kol di kebun orang lain dengan upah harian. Terkadang ada kerjaan dan kadang tidak. Ketika hujan turun terlalu sering, kerja di kebun sulit didapat. Sementara istriku, seluruh waktunya dipakai untuk merawat anak kami.

Jujur, sebagai ayah aku sering merasa bingung dan takut. Ada saat-saat ketika aku bertanya dalam hati, bagaimana aku bisa terus membiayai pengobatan anakku dengan penghasilan yang sangat terbatas? Tetapi setiap kali melihat wajah dan senyum Axcelio, aku bangkit dan tidak ingin menyerah.

Di tengah segala keterbatasan ini, aku terus memohon kepada Tuhan agar memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi kami. Aku percaya mukjizat itu ada, semoga aku bisa terus dimudahkan untuk membiayai transportasi anakku ke rumah sakit, membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, alat oksigen dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Axcelio tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Axcelio!

-
Pencairan Dana Rp 1.131.950
Ke rekening ****874539 a/n Bindar Limbong
Dana digunakan untuk Reimburse Susu nutridrink 4 kaleng Rp1,134,4502026-08-28 13:53:39
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Bantu Jasmin & Jihan Bayi Kembar Penderita Epilepsi Parah
Jihan Jasmin
Rp 0
84 hari lagi
Kritis! Anak 4 Tahun Lawan Kelainan Jantung Bawaan
Adik Priyanto
Rp 31.538.419
24 hari lagi
“Adek Ingin Main Bola,” Harapan Kecil Reyndra untuk Mendapatkan Jantung Sehatnya
Opik Taufik rahman
Rp 12.060.001
27 hari lagi
Kejang Usai Imunisasi, Delisa Ternyata Mengidap Jantung Bawaan yang Mengancam Nyawanya
Wice falmitri
Rp 280.000
82 hari lagi
Setelah Kehilangan Bayiku, Aku Divonis Gagal Ginjal Stadium 5
Elisa Agus Seti Yani
Rp 525.002
69 hari lagi
