Kejang Usai Imunisasi, Delisa Ternyata Mengidap Jantung Bawaan yang Mengancam Nyawanya
Rp 230.000 dari Rp 6.954.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Anakku kejang setelah mendapatkan imunisasi! Bahkan, sejak itu Ia jadi sering batuk, flu dan demam. Namun, puncak kekhawatiranku adalah aku melihat tumbuh kembang anakku terlambat dibanding anak-anak seusianya.”

“Saat aku membawanya ke puskesmas, dokter menemukan detak jantung anakku aneh, terdengar seperti air mengalir. Siapa sangka, semua tanda-tanda itu membawa anakku pada penyakit mengerikan yang mengancam nyawanya.” -Wice Falmitri, Orang tua Delisa-

Dokter mengatakan anakku, Delisa Maulida Qiana, harus dibawa periksa lanjutan ke rumah sakit. Hasilnya ternyata anakku mengalami penyakit jantung bawaan lahir yang kebocorannya mencapai 4-7 mm. Hancur sudah hatiku, tak pernah menyangka penyakit itu ketahuan saat usianya 7 bulan.

Anakku harus menjalani operasi di Jakarta. Saat itulah aku bagai berada di jurang keputusasaan, karena kondisi ekonomiku tidak memungkinkan. Bahkan, anakku sudah dua kali mendapat rujukan operasi, tapi lagi-lagi dengan berat hati aku terpaksa menolaknya karena tidak ada biaya. Namun, aku tetap berupaya mengumpulkan dana untuk pengobatannya.


Syukurlah, operasi anakku berjalan lancar. Kini kondisinya jauh lebih baik meski perjuangannya masih panjang. Berat badannya masih jauh dari normal, Ia mudah lelah dan sesak napas saat beraktivitas. Jika kondisinya sedang parah, Ia bisa demam tinggi.

Anakku masih terlalu kecil untuk memahami mengapa dirinya harus terus minum obat dan menjalani pemeriksaan. “Udah Mama, jangan minum obat. Adek udah sembuh, ya kan Mama?” Mendengar ucapan itu, rasanya hati saya ingin menangis. Ia hanya ingin merasa sehat seperti anak-anak lainnya.

Rutin bolak-balik rumah sakit untuk kontrol rutin sudah menjadi bagian dari hidup anakku. Sebagai orang tua dari empat anak, kondisiku sekarang sangat berat. Sumber dana hanya berasal dari suamiku yang bekerja sebagai sopir angkot dengan penghasilan Rp50 ribu sehari.

Kendaraan dan barang berharga sudah aku jual untuk pengobatan anakku selama ini. Bahkan, anakku yang lain juga ikut berkorban, aku terpaksa menjual telepon genggamnya. Padahal HP tersebut sangat dibutuhkan untuk sekolah, tetapi aku harus memilih antara mempertahankan HP tersebut atau membeli susu yang dibutuhkan Delisa.

Aku juga terpaksa meminjam uang kepada orang-orang demi anakku. Apalagi tiap mau ke rumah sakit, harus sewa mobil. Pernah suatu ketika Delisa mengalami sesak napas dan detak jantungnya sudah tidak beraturan.

Tak jarang aku terpaksa meminjam uang kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan anakku karena Ia masih butuh biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Delisa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Delisa!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Sampel Darah Yunus Harus Dibawa Ke Korea Akibat Berbagai Macam Penyakit!
Yuniar Eka Putri
Rp 14.240.007
47 hari lagi
Terancam Bisu dan Tuli Selamanya! Khanza Butuh Alat Bantu Dengar
Dian Anggraeni
Rp 2.173.000
333 hari lagi
Penyempitan Saluran Napasnya menutup Nyaris 99%, Azzurah Tetap bertahan dari Sakit Jantung
Fekrelian Rante mia
Rp 15.366.000
49 hari lagi
Mendorong Gerobak Demi Harapan, Pedagang Jajanan Ini Tak Ingin Kehilangan Anaknya Lagi
Jasher Arafat Bayu Guntoro
Rp 3.373.000
91 hari lagi
Single Parent Penjual Gorengan Berjuang Agar Anaknya Sembuh dari Sakit Jantung
Maesaroh
Rp 5.201.002
6 hari lagi
