Benihbaik_2026-08-19_17871231316a8555bb37bd9.jpeg
Anak

Kejang Usai Imunisasi, Delisa Ternyata Mengidap Jantung Bawaan yang Mengancam Nyawanya

Rp 230.000 dari Rp 6.954.000

82 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Delisa Maulida Qiana Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kota Bandar Lampung

“Anakku kejang setelah mendapatkan imunisasi! Bahkan, sejak itu Ia jadi sering batuk, flu dan demam. Namun, puncak kekhawatiranku adalah aku melihat tumbuh kembang anakku terlambat dibanding anak-anak seusianya.”

“Saat aku membawanya ke puskesmas, dokter menemukan detak jantung anakku aneh, terdengar seperti air mengalir. Siapa sangka, semua tanda-tanda itu membawa anakku pada penyakit mengerikan yang mengancam nyawanya.” -Wice Falmitri, Orang tua Delisa-

Dokter mengatakan anakku, Delisa Maulida Qiana, harus dibawa periksa lanjutan ke rumah sakit. Hasilnya ternyata anakku mengalami penyakit jantung bawaan lahir yang kebocorannya mencapai 4-7 mm. Hancur sudah hatiku, tak pernah menyangka penyakit itu ketahuan saat usianya 7 bulan.

Anakku harus menjalani operasi di Jakarta. Saat itulah aku bagai berada di jurang keputusasaan, karena kondisi ekonomiku tidak memungkinkan. Bahkan, anakku sudah dua kali mendapat rujukan operasi, tapi lagi-lagi dengan berat hati aku terpaksa menolaknya karena tidak ada biaya. Namun, aku tetap berupaya mengumpulkan dana untuk pengobatannya.

Namun, harapanku pupus ketika kondisi anakku terus menurun dan kembali mendapat rujukan untuk operasi di Jakarta. Aku sudah tak sanggup melihat anakku berjuang tanpa penanganan seharusnya. Akhirnya, bermodalkan uang yang terbatas dan rasa takut, akhirnya aku nekat membawa anakku berangkat dari Lampung ke Jakarta. 

Syukurlah, operasi anakku berjalan lancar. Kini kondisinya jauh lebih baik meski perjuangannya masih panjang. Berat badannya masih jauh dari normal, Ia mudah lelah dan sesak napas saat beraktivitas. Jika kondisinya sedang parah, Ia bisa demam tinggi. 

Anakku masih terlalu kecil untuk memahami mengapa dirinya harus terus minum obat dan menjalani pemeriksaan. “Udah Mama, jangan minum obat. Adek udah sembuh, ya kan Mama?” Mendengar ucapan itu, rasanya hati saya ingin menangis. Ia hanya ingin merasa sehat seperti anak-anak lainnya.

Rutin bolak-balik rumah sakit untuk kontrol rutin sudah menjadi bagian dari hidup anakku. Sebagai orang tua dari empat anak, kondisiku sekarang sangat berat. Sumber dana hanya berasal dari suamiku yang bekerja sebagai sopir angkot dengan penghasilan Rp50 ribu sehari. 

Kendaraan dan barang berharga sudah aku jual untuk pengobatan anakku selama ini. Bahkan, anakku yang lain juga ikut berkorban, aku terpaksa menjual telepon genggamnya. Padahal HP tersebut sangat dibutuhkan untuk sekolah, tetapi aku harus memilih antara mempertahankan HP tersebut atau membeli susu yang dibutuhkan Delisa. 

Aku juga terpaksa meminjam uang kepada orang-orang demi anakku. Apalagi tiap mau ke rumah sakit, harus sewa mobil. Pernah suatu ketika Delisa mengalami sesak napas dan detak jantungnya sudah tidak beraturan.

Tak jarang aku terpaksa meminjam uang kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan anakku karena Ia masih butuh biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Delisa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Delisa!    

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya