Beristirahat di Halaman Hotel Demi Anakku yang Mengalami Kerusakan Organ Hati
Rp 44.542.000 dari Rp 44.271.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Saat pertama kali membawa anakku berobat ke Jakarta dari Kendari, aku merasa seperti seperti orang yang benar-benar kehilangan arah. Aku tidak punya keluarga di Jakarta, bahkan tempat untuk tidur malam itu aku juga bingung. Sejak pukul 2 malam, aku mencari orang yang bisa menampung keluargaku, kami sudah sangat kelelahan.”

“Namun, akhirnya malam itu aku hanya bisa duduk di halaman sebuah hotel sampai matahari terbit demi menghemat biaya. Aku tidak berdaya sambil berpikir, besok aku harus membawa anakku yang sakit tidur di mana? Tetapi di tengah kebingungan itu aku hanya terus meyakinkan diriku bahwa aku tidak boleh menyerah demi nyawa anakku.” -Arham Jaya, Orang tua Aulya-

Sebenar perjuangan anakku, Aulya Shanum (2 thn), sudah dimulai sejak lahir. Aku sendiri sudah melihat ada sesuatu yang berbeda pada anakku. Wajahnya terlihat kuning yang semakin lama menyebar hingga pada bagian putih matanya.

Saat diperiksa, dokter menyarankan anakku dibawah ke rumah sakit daerah. Tujuh bulan anakku dengan tubuhnya yang kesakitan harus menempuh perjalanan jauh bolak-balik rumah sakit. Hingga akhirnya dokter mengatakan organ hatinya mengalami kerusakan parah, duniaku seketika runtuh!

Aku terdiam cukup lama ketika mendengar kata “cangkok hati” adalah satu-satunya cara untuk kesembuhan anakku. Apalagi, dokter mengatakan anakku harus melanjutkan pengobatan di Jakarta. Perjalanan itu akan sangat berat dan panjang bagiku dan anakku.

Aku menjual semua motor, televisi dan barang berharga lainnya demi ad biaya membawa anakku ke Jakarta. Aku juga meminjam uang kepada saudara dan tetangga. Setelah tiba di rumah sakit Jakarta, dokter mengatakan anakku mengalami kelainan genetik langka yang menyebabkan saluran empedunya sangat sedikit hingga organ hatinya rusak.

Selain tubuh berwarna kuning, penyakit itu menyebabkan perut anakku membengkak. Rasa gatal luar biasa menyerang tubuhnya terus-menerus. Ia sering demam, batuk dan sesak napas. Urinnya berwarna kuning tua dan fesesnya pucat. Pertumbuhannya menjadi terhambat. Ia juga masih menggunakan selang NGT untuk makan dan minumnya.

Anakku sangat menderita, aku sering menyaksikan Ia menggaruk tubuh kecilnya karena rasa yang begitu berat. Tak tega rasanya, tapi aku hanya bisa mengusap tubuhnya dengan air hangat dan memberikannya obat demi mengurangi penderitaannya. Bahkan, aku bersedia menjadi pendonor hatinya.

Terkadang aku merasa sangat lelah, memikirkan biaya untuk transportasi anakku ke rumah sakit, membeli obat, susu hingga biaya screening pendonor hati. Aku menjalani pekerjaan apapun, seperti bekerja sebagai kuli bangunan, membersihkan ruangan, kadang pengemudi ojek online. Namun, penghasilanku sangat terbatas.

Aku kehilangan banyak hal selama memperjuangkan kesembuhan anakku, tetapi aku tidak pernah merasa kehilangan harapan. Tuhan memberikan pertolongan melalui orang-orang baik yang yang mengetahui kondisi anakku yang sakit, aku optimis suatu saat aku akan melihat anakku sembuh dan bisa tersenyum lebih lebar tanpa rasa sakit.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aulya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aulya!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Sejak Lahir Kekurangan Oksigen, Rasyid Kini 7 Tahun Berjuang Melawan Cerebral Palsy
Rasyid tanjung
Rp 758.000
51 hari lagi
Aryan Belum Bisa Berjalan, Kelainan Jantung Membuat Masa Kecilnya Berbeda
Dewi Yuliyani
Rp 11.196.000
42 hari lagi
“Ayah Janji, Nanti Kita Main Lagi," Kini Shanum Berjuang Melawan Meningitis TB dan Hidrosefalus
Nur Rahmah Madaniah
Rp 14.890.000
17 hari lagi
Dari Pontianak ke Jakarta, Perjuangan Orang Tua Nur Mengejar Kesembuhan Sang Buah Hati
Bobi ajalah
Rp 903.000
46 hari lagi
Baru Berusia 13 Hari, Aflan Harus Jalani Operasi Otak dan Kini Berjuang Melawan Cerebral Palsy
Sriyanti
Rp 11.039.001
46 hari lagi
