Benihbaik_2026-10-07_17913659476ac6133bb3eaf.jpeg
Anak

Aku Menggendong Tubuh Lemah Anakku Naik Angkot Demi Pengobatan Jantungnya

Rp 200.000 dari Rp 8.649.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Shanique angria rachmana Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Tangerang

“Aku pernah membawa anakku menggunakan angkot untuk mengurus bantuan biaya pengobatannya, sebenarnya aku merasa sangat khawatir membawanya berpergian karena kondisinya masih rentan.”

“Ternyata benar, setelah perjalanan itu, dia kembali mengalami sesak napas. Saat itu aku hanya berusaha melakukan apa yang bisa kulakukan agar anakku terus mendapatkan pengobatan.” -Shanique, Orang tua Athallah-

Tak pernah ku sangka perjalanan hidup anakku, Athallah Khalaev Rachfayetd (1 thn), menjadi seberat ini. Langkah kecilnya yang seharusnya penuh tawa, justru diisi dengan jatuh sakit berulang kali. Semua itu sudah dialami anakku sejak usianya 11 bulan.

Awalnya Ia mengalami batuk dan flu biasa, aku sudah memberikannya obat dari dokter puskesmas. Tapi hari demi hari berlalu, sakitnya tak kunjung sembuh. Lama-kelamaan napas anakku mulai tersendat-sendat, bahkan Ia membutuhkan uap untuk membantunya bernapas.

Hingga akhirnya tubuh anakku mulai lemas, berat badannya terus menurun dan Ia sulit makan. Semakin takut sekali aku ketika melihat bibirnya berubah menjadi hitam kebiruan saat menangis. Aku langsung membawanya ke rumah sakit dan anakku langsung masuk IGD.

Ternyata Ia didiagnosa infeksi paru-paru dan ada kebocoran sebesar 6 mm pada jantungnya. Sejak itu, setiap anakku mulai kambuh, hatiku langsung dipenuhi ketakutan dan tak pernah benar-benar tenang. 

Kini, di usianya yang hampir dua tahun, tumbuh kembang anakku masih terhambat. Aktivitasnya harus dibatasi karena Ia tak boleh banyak bergerak. Selain itu, asupan cairan atau air putihnya juga harus dibatasi agar jantung dan paru-parunya tidak terbebani. 

Aku ingin melihat anakku sembuh dan tumbuh bebas, tapi sekarang untuk memenuhi pengobatannya saja aku harus berjuang mencari biaya. Setiap bulan, aku harus membawa anakku kontrol ke tiga rumah sakit berbeda. Semua perjalanan itu membutuhkan biaya

Suamiku bekerja sebagai tukang masak sekaligus membantu pekerjaan di sebuah rumah makan lesehan. Penghasilannya dibagi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus memenuhi kebutuhan pengobatan anakku. 

Aku mencoba berjualan kecil-kecilan dari rumah, seperti es dan makanan seharga seribuan. Sedikit demi sedikit hasilnya kukumpulkan, karena aku tahu kebutuhan anakku tidak bisa menunggu. Ada kalanya aku meminjam uang pada keluarga karena harus membawa anakku ke rumah sakit ketika penyakitnya tiba-tiba kambuh. 

Aku sudah mencoba meminta bantuan ke desa, puskesmas, dan kecamatan. Pernah aku sambil menggendong anakku untuk mengurus pengajuan bantuan. Aku juga mencoba mengirim proposal dan email ke beberapa lembaga, tetapi banyak pengajuan yang belum berhasil.


Dokter telah merencanakan tindakan ligasi PDA untuk menutup lubang pada jantung anakku. Namun, ada alat yang tidak ditanggung BPJS sehingga kami harus mengupayakan biaya sekitar Rp50 juta. Jumlah itu sangat besar bagi kami. 

Biaya tersebut belum terkumpul, belum lagi anakku membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Athalla tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Athalla!  

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya