Sejak Lahir, Shaqeena Berjuang Bernapas dengan Bantuan Alat Medis
Rp 0 dari Rp 22.983.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Saat anakku berada dalam kondisi kritis, suamiku terus mendampinginya di rumah sakit hingga akhirnya kehilangan pekerjaannya. Kami memilih anak kami, tetapi konsekuensinya kami kini sama-sama tidak memiliki penghasilan.”

“Bahkan, untuk tetap menjaga anak di rumah sakit, kami pernah tidak makan. Saat harus berangkat kontrol, kami terpaksa meminjam uang hanya untuk biaya transportasi. Tabungan anak pertamaku yang berasal dari santunan yatim pun habis digunakan. Barang elektronik di rumah juga kami jual satu per satu demi biaya pengobatan anakku.” -Wisfah Zunaya, Orang tua Shaqeena-

Tangisan pertama anakku, Shaqeena Araminta Qinara (2 bln), ketika lahir terdengar sangat pelan dan lemah. Dokter saat itu langsung membawa anakku masuk ICU rumah sakit. Aku saat itu bingung dan takut, kenapa anakku tidak diberikan padaku untuk ku peluk?

Waktu berlalu dengan kekhawatiran dan tanpa kepastian, sampai akhirnya duniaku rasanya runtuh mendengar jawaban dokter. Anakku didiagnosa sakit jantung dan infeksi paru-paru, Ia tak bisa bertahan hidup tanpa bantuan alat medis.

Berbagai selang medis menempel di wajah dan badannya, salah satunya merupakan alat bantu napas. Namun, cobaan belum berhenti, karena ada alat medis yang mengakibatkan saluran napasnya mengalami pembengkakan dan penyumbatan hingga 95 persen. Anakku nyaris tak memiliki ruang bernapas, aku nyaris kehilangannya!

Melihat anakku yang masih kecil harus berjuang seberat ini, benar-benar menghancurkan hatiku. Seharusnya Ia merasakan pelukan orang tua, bukan malah dinginnya ruang operasi dan rasa sakit yang tak bisa Ia ungkapkan dengan kata-kata.

Kondisi anakku saat ini masih menggunakan bantuan selang NGT untuk makan dan minum susu, berat badannya sulit naik akibat gizi buruk, dadanya sangat cekung setiap kali Ia berusaha menarik napas. Batuk, muntah, dan suara napas yang berbunyi keras seolah menjadi teman hariannya.

Setiap kali kondisinya memburuk, aku hanya bisa segera memasangkan oksigen sambil memohon kepada Allah agar napas kecilnya tetap bertahan. Ia masih harus menjalani operasi penutupan kebocoran jantung lanjutan.

Biaya pengobatan anakku sangat memberatkan. Sebelumnya suamiku bekerja di restoran, tapi sekarang keluarganya tidak punya penghasilan lagi. Sementara itu, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Shaqeena tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Shaqeena!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Ibu Single Parent Berjuang untuk Anaknya yang Sakit Jantung Hingga Hidrosefalus
Septa Riani
Rp 10.706.001
7 hari lagi
Leher Anak Berprestasi Melepuh Efek Radiasi Akibat Kanker Nasofaring!
Yayat Ayatullah
Rp 9.000.000
37 hari lagi
Perjuangan dari Papua ke Jakarta, Elisius Jalani 4 Kali Operasi demi Sembuh dari Kelainan Usus
Ika setianingrum
Rp 13.349.000
52 hari lagi
Sel Kanker di Tubuhnya Sempat Mencapai 87%! Kenzie Masih Terus Bertahan
Viyadhita Nomas Sabiladini
Rp 15.940.001
1 hari lagi
Bantu Adek Biar Bisa Jalan Gi Walaupun Dengan Alat
Xiomy 5A
Rp 0
32 hari lagi