Kejang Hebat di Tengah Malam Mengubah Hidup Ashari, Ia Kehilangan Masa Kecilnya
Rp 50.000 dari Rp 7.335.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Tak pernah aku lupakan moment mengerikan itu. Tepat pukul 2 dini hari, di keheningan malam ketika semua orang masih terlelap, anakku tiba-tiba mengalami kejang hebat! Aku yang melihatnya langsung panik dan gemetar.”
“Tak berhenti sampai disitu, mulutnya tiba-tiba mengeluarkan busa dan kesadarannya menghilang. Duniaku rasanya berhenti seketika, air mataku mengalir deras sambil berlari menggendongnya ke rumah sakit.” -Sumiyati, Orang tua Ashari-

Kehidupan anakku, Muhamad Ashari Fauzi (2 thn), berubah saat usianya memasuki 2 tahun. Bermula dari demam tinggi yang tak kunjung sembuh, anakku berakhir di kamar rumah sakit. Setelah pemeriksaan, ternyata aku harus dihadapkan pada diagnosa anakku mengalami epilepsi.

Aku kira kejang yang dialami anakku hanya terjadi saat Ia demam, tapi ternyata kenyataannya jauh lebih parah dari apa yang aku pikirkan. Terkadang hanya karena terkejut mendengar suara atau melihat gerakan tertentu, tubuhnya bisa kembali kejang bahkan hingga hilang kesadaran.

Pagi, siang, malam, bahkan saat anakku sedang tidur terlelap, Ia bisa tiba-tiba kembali kejang. Hal yang paling membuatku pilu adalah ketika Ia melewatkan masa bermain seperti anak-anak seusianya. Hari-hariku diisi dengan mengawasi anakku yang menderita.

Setelah kejang, tubuh anakku biasanya terlihat semakin lemah. Bahkan untuk bermain di luar rumah pun aku merasa takut. Bukan karena kami ingin membatasi masa kecilnya, tetapi aku hanya takut sesuatu terjadi ketika tidak ada orang yang menjaganya.

Dokter menyarankan agar Ashari menjalani kontrol dan terapi secara rutin. Jarak rumah sakit menempuh waktu 45 menit, bukan hal mudah karena kondisi ekonomi keluargaku terbatas. Suamiku hanya buruh tani di ladang, sedangkan aku terkadang mengambil pekerjaan sebagai tukang cuci.

Pernah ada saat ketika anakku mengalami kejang dan benar-benar harus dibawa ke rumah sakit. Aku tidak punya kendaraan sama sekali untuk membawanya ke rumah sakit, sementara itu tengah malam. Aku hanya bisa memeluk tubuhnya yang lemas, tidak tahu harus minta tolong kepada siapa.

Saat itu aku hanya bisa berdoa dan menangis, memohon agar Tuhan berikan jalan. Ajaibnya, setelah itu ada teman lamaku yang datang sekaligus menjenguk orang tuanya di desaku. Melihat kondisi anakku, Ia tak banyak bertanya dan langsung mengantar kami ke rumah sakit.

Di saat tidak tahu harus berbuat apa, pertolongan Allah datang melalui seseorang yang tidak pernah ku sangka. Aku percaya, selalu ada jalan untuk kesembuhan anakku meski berat untuk memenuhi kebutuhan transportasi ke rumah sakit, terapi, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ashari tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ashari!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Kejang Usai Imunisasi, Delisa Ternyata Mengidap Jantung Bawaan yang Mengancam Nyawanya
Wice falmitri
Rp 230.000
82 hari lagi
13 Tahun Selvi Bertahan Melawan Hidrosefalus, Kini Masih Menanti Operasi Penyelamat
Selvi
Rp 660.000
73 hari lagi
Berkali-kali Koma dan Dioperasi, Ismail Masih Berjuang Melawan Hidrosefalus
Yulianti Nuraini
Rp 1.931.000
56 hari lagi
Bantu Anak Buruh Tani Berjuang Sembuh Dari Sakit Jantung
Gilang Ramadhans
Rp 0
40 hari lagi
Nyawa Kembarannya Tak Selamat, Adreina Kini Berjuang Sembuh dari Sakit Jantung
Destri lestari
Rp 6.684.000
12 hari lagi
