Benihbaik_2026-06-04_17805438606a20f1747b802.jpeg
Kesehatan

Sovia Alami Gagal Ginjal Kronis Hingga Harus Cuci Darah Rutin!

Rp 380.000 dari Rp 5.150.000

87 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Sovia Ningsih Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Hal yang paling menyakitkan bagiku bukan hanya harus hidup dengan penyakit, tetapi melihat ibuku berjuang sendirian demi mempertahankan hidupku. Sejak ayahku meninggal dunia, seluruh beban keluarga berada di pundak beliau. Di usianya yang tak lagi muda, ibu harus memikirkan biaya pengobatanku dan kebutuhan sehari-hari.” 

“Ibuku bahkan terpaksa menjual motor satu-satunya hingga bekerja menggosok baju tetangga, agar ada biaya mengantarkanku ke rumah sakit dan cuci darah. Setiap kali melihat pengorbanannya, aku merasa sedih sekaligus bersalah karena belum bisa membahagiakannya.”

Namaku Sovia Ningsih (32 thn), penyakit ini berawal dari kelelahan yang begitu panjang, hingga akhirnya aku sering mual, muntah darah hebat, dan pinggangku juga nyeri luar biasa. Saat itu aku mengira hanya asam urat biasa, tapi ternyata kenyataannya lebih pahit dari apa yang ku bayangkan.

Setelah periksa ke rumah sakit, hatiku bagai dihantam benda besar saat dokter mengatakan aku mengalami gagal ginjal kronis. Tak lama dari itu, aku jadi mulai sering sesak napas dan kondisiku kian memburuk hingga aku dinyatakan harus cuci darah seumur hidup.

Aku sempat menjalani pengobatan herbal, berharap masih ada jalan lain untuk sembuh tanpa harus cuci darah. Namun, kian hari penyakit ini semakin menyiksa hingga tubuhku tak lagi sanggup. Aku dilarikan ke IGD rumah sakit, karena semakin lemah dan nyaris hilang kesadaran.

Mau tak mau, aku akhirnya menerima kenyataan bahwa aku wajib menjalani cuci darah secara rutin tiap dua kali seminggu. Jika tidak cuci darah sesuai jadwal, tubuhku akan dipenuhi cairan, kakiku membengkak, napasku sesak, kepalaku pusing dan kondisiku bisa memburuk dengan sangat cepat. 

Aku sudah menjalani satu kali operasi untuk pemasangan alat cuci darah di tangan. Sudah hampir 2 tahun aku hidup berdampingan dengan penyakit ini. Kondisiku masih sering naik turun, aku juga sering sakit perut akibat asam lambung. Tak banyak aktivitas yang bisa aku lakukan seperti ketika aku sehat dulu.

Setiap ke rumah sakit, aku harus menempuh satu jam lebih perjalanan dari rumah di kawasan Tanah Datar ke rumah sakit di Padang. Di tengah keterbatasan biaya, terkadang tetangga turut membantu biaya. Bantuan mereka menjadi sumber harapan bagiku untuk terus melangkah sembuh.

Penghasilan suamiku yang bekerja sebagai kuli bangunan sangat terbatas, apalagi kami punya anak yang masih balita yang membutuhkan biaya besar. Sementara itu, selain transportasi, aku membutuhkan biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sovia tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sovia!    

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya