Sovia Alami Gagal Ginjal Kronis Hingga Harus Cuci Darah Rutin!
Rp 380.000 dari Rp 5.150.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Hal yang paling menyakitkan bagiku bukan hanya harus hidup dengan penyakit, tetapi melihat ibuku berjuang sendirian demi mempertahankan hidupku. Sejak ayahku meninggal dunia, seluruh beban keluarga berada di pundak beliau. Di usianya yang tak lagi muda, ibu harus memikirkan biaya pengobatanku dan kebutuhan sehari-hari.”

“Ibuku bahkan terpaksa menjual motor satu-satunya hingga bekerja menggosok baju tetangga, agar ada biaya mengantarkanku ke rumah sakit dan cuci darah. Setiap kali melihat pengorbanannya, aku merasa sedih sekaligus bersalah karena belum bisa membahagiakannya.”
Namaku Sovia Ningsih (32 thn), penyakit ini berawal dari kelelahan yang begitu panjang, hingga akhirnya aku sering mual, muntah darah hebat, dan pinggangku juga nyeri luar biasa. Saat itu aku mengira hanya asam urat biasa, tapi ternyata kenyataannya lebih pahit dari apa yang ku bayangkan.

Aku sempat menjalani pengobatan herbal, berharap masih ada jalan lain untuk sembuh tanpa harus cuci darah. Namun, kian hari penyakit ini semakin menyiksa hingga tubuhku tak lagi sanggup. Aku dilarikan ke IGD rumah sakit, karena semakin lemah dan nyaris hilang kesadaran.
Mau tak mau, aku akhirnya menerima kenyataan bahwa aku wajib menjalani cuci darah secara rutin tiap dua kali seminggu. Jika tidak cuci darah sesuai jadwal, tubuhku akan dipenuhi cairan, kakiku membengkak, napasku sesak, kepalaku pusing dan kondisiku bisa memburuk dengan sangat cepat.
Aku sudah menjalani satu kali operasi untuk pemasangan alat cuci darah di tangan. Sudah hampir 2 tahun aku hidup berdampingan dengan penyakit ini. Kondisiku masih sering naik turun, aku juga sering sakit perut akibat asam lambung. Tak banyak aktivitas yang bisa aku lakukan seperti ketika aku sehat dulu.
Setiap ke rumah sakit, aku harus menempuh satu jam lebih perjalanan dari rumah di kawasan Tanah Datar ke rumah sakit di Padang. Di tengah keterbatasan biaya, terkadang tetangga turut membantu biaya. Bantuan mereka menjadi sumber harapan bagiku untuk terus melangkah sembuh.
Penghasilan suamiku yang bekerja sebagai kuli bangunan sangat terbatas, apalagi kami punya anak yang masih balita yang membutuhkan biaya besar. Sementara itu, selain transportasi, aku membutuhkan biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sovia tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sovia!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Mari Tuntaskan Tbc Di Indonesia
I Wayan Sugamiasa
Rp 0
343 hari lagi
Buruh Las Menjadi Tak Berdaya Akibat Melawan Epilepsi Akut Selama 3 Tahun
RAPIAH
Rp 275.001
60 hari lagi
Dulu Kuat Menebas Rumput, Kini Pak Kadarisman Berjuang Melawan Jantung Bocor
Kadarisman Kadar
Rp 170.000
77 hari lagi
8 Tahun Alami Hipertiroid, Pedagang Kue Sempat Alami Kelumpuhan sementara
febi wahyudi
Rp 1.180.000
42 hari lagi
Kesakitan Sepanjang Hidup, Alif Infeksi Saluran Kencing Hingga Terancam Lumpuh!
Yulyanti
Rp 17.618.055
41 hari lagi
