Benihbaik_2026-04-24_177703628769eb6bffa88d3.jpeg
Anak

Di Balik Senyum yang Memudar, Alina Alami kelainan Jantung Langka

Rp 0 dari Rp 11.613.000

821 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Alina Zalfa Azzura Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Lampung Tengah

“Aku dan suami hampir depresi ketika putra pertama kami wafat pada usia 19 hari. Dan kini, duniaku runtuh untuk kedua kalinya. Putriku malah diserang penyakit mematikan, jantungnya bermasalah hingga membuatnya terancam gagal organ!”

“Pengobatannya membutuhkan biaya yang tak sedikit. Setiap hari aku dan suami berikhtiar berjualan nasi pecel dan gorengan di depan sekolah. Namun, seringkali dagangan itu hanya kembali tanpa terjual, sepi, seperti harapan yang perlahan meredup.  Dalam keputusasaan, aku hanya bisa berdoa, Ya Tuhan, bagaimana kami bisa memberikan harapan untuk anak kami?” -Tusama, Orang tua Alina-

Sejak mengandung Alina Zalfa Azzura (1 thn), aku sering mengalami pendarahan hebat dan menjalani rawat inap. Aku hanya bisa berdoa, sampai akhirnya Allah mengizinkan Alina bertahan dan dengan gigih lahir ke dunia. Tangis pertamanya menjadi kebahagiaan tak terhingga bagiku.

Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Memasuki usia 4 bulan, pertumbuhannya seperti terhambat, bahkan kaki dan tangannya tampak membiru. Rupanya, putri kecilku yang biasanya tampak riang telah diserang kelainan jantung kompleks.

Penyakit itu tergolong langka di Indonesia! Senyum anakku yang dulu menghangatkan hati, kini berubah menjadi tangis menyayat hati. Aku berlari dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain, berharap ada harapan. Tapi rumah sakit di daerahku tak sanggup menangani penyakit anakku. 

Akhirnya, anakku dirujuk pengobatan dari Lampung ke Jakarta. Aku tidak punya aset apapun selain rumah dan motor yang biasa digunakan untuk berjualan. Dengan hati berat, motor itu kami gadaikan demi menyelamatkan nyawa anakku.

Saat ini, anakku masih menunggu jadwal operasi jantungnya. Tubuh kecilnya sering sesak napas, kulitnya membiru, dan setiap tarikan napasnya terasa seperti perjuangan panjang. Tak ada malam tanpa air mata, aku tak sanggup membayangkan tubuh mungilnya harus terbaring di meja operasi, menghadapi dinginnya ruang bedah.

Di tengah perjuangan ini, aku juga dihadapkan pada keterbatasan biaya. Pernah suatu hari, kami kehabisan ongkos dari rumah singgah ke rumah sakit. Aku dan suami hanya bisa berjalan kaki sejauh 1 km, sementara Alina digendong. Selama sebulan, kami bertahan hanya dengan tempe dan terong untuk berhemat.

Bahkan, aku pernah berada di titik paling putus asa. Uang yang seharusnya kami gunakan untuk pulang ke Lampung, terpaksa dipakai untuk mengaktifkan kembali BPJS Alina. Saat itu, kami bahkan tak mampu membeli susu dan pampers untuknya. Tapi di saat itulah, Allah kirimkan pertolongan melalui orang-orang baik yang membantu kami pulang.

Hari ini, aku masih menggenggam harapan itu. Aku percaya, mukjizat akan datang melalui tangan-tangan baik yang tergerak. Alina hingga kini masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alina tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alina!

Aktivitas donasi kosong-01

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya