Dimulai dari Rasa Gatal Luar Biasa, Aku Ketahuan Mengalami Kanker Payudara!
Rp 15.000 dari Rp 11.814.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku ketakutan! Isi pikiranku lebih banyak tentang kematian dan kematian sejak penyakit kanker ini muncul di tubuhku. Saat ini aku juga sudah cacat, aku sebelah payudaraku sudah diangkat akibat penyakit ini. Namun, aku ikhlas kehilangan bagian tubuhku asal aku bisa sembuh.”

“Kondisi keuangan yang terbatas juga menjadi ujian terberatku. Pernah aku kehabisan uang untuk ongkos pulang dari rumah sakit, akhirnya aku berakhir menginap di mushola. Perutku lapar selama berjam-jam, sampai aku memutuskan ke ruang pasien rawat inap untuk mencari piring bekas yang masih tersisa makanan untuk dimakan. Walau hatiku sakit karena menderita, tapi aku berupaya tegar.”

Perkenalkan, namaku Evi Novianti (45 thn), seorang ibu rumah tangga yang sudah 6 bulan menderita sakit kanker payudara sebelah kiri. Penyakit ini datang tanpa gejala sakit sama sekali, melainkan dengan rasa gatal pada payudara yang menjalar ke puting. Lengan hingga punggungku sering pegal dan ngilu.

Hingga suatu hari, aku kembali menggaruk payudaraku yang gatal dan menyadari ada bengkak keras yang bentuknya gepeng. Akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter, tapi aku justru dirujuk untuk periksa ke rumah sakit yang lebih besar.

Saat itu, aku sudah mulai cemas, takut terjadi hal buruk pada tubuhku. Setelah pemeriksaan mendalam, ternyata ada penyakit mengerikan ini. Duniaku seketika runtuh! Seketika hidupku diisi dengan pengobatan, kemoterapi, operasi dan minum obat.

Tidak ada lagi hari-hari aku mencari nafkah sebagai buruh cuci keliling. Terkadang, tiba-tiba kondisiku menurun drastis hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Aku tidak bisa beraktivitas apapun, karena kondisiku belum pulih dari operasi dan bekas jahitan di payudaraku masih sakit.

Saat bekerja dulu, aku bisa mendapatkan upah Rp50 ribu sehari, sedangkan sekarang tak ada pemasukan sama sekali. Demi pengobatan, aku menjual barang-barang yang aku punya, meminjam uang ke tetangga hingga meminjam dana ke bank keliling.

Aku sangat ingin sembuh demi bisa hidup lebih lama dengan anak-anakku. Aku sudah berupaya menjauhi makanan yang membuat sel kanker makin subuh, lebih sering memakan sayuran dan buah yang mengandung antioksidan tinggi.

Selain ongkos ke rumah sakit, aku juga masih membutuhkan biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS, alat medis untuk merawat luka bekas operasi, vitamin, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Evi tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Evi!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Di Ambang Kematian karena Tumor di Jantung, Ibu Erni Tak Ingin Menyerah
Inang Try
Rp 2.253.005
68 hari lagi
Napasnya Tersengal Tiap Dorong Gerobak, Pejual Es Berjuang dari Sakit Jantung dan Batu empedu
marpuah
Rp 1.000.003
26 hari lagi
Ditabrak Saat Pulang Kerja, Yontrinus Harus Operasi Bedah Tulang!
Narto Yabu
Rp 930.000
56 hari lagi
Ayo Bantu Putuskan Mata Rantai Penularan TBC di Indonesia
PPTI Pusat
Rp 5.656.000
341 hari lagi
7 Tahun Tak Bisa Berjalan, Nenek Kiyah Hidup Bergantung pada Bantuan Orang
Kiyah Kiyah
Rp 1.592.000
299 hari lagi
