Kemaluannya Mengeluarkan Cairan Menyengat, Ibu Ratiah Berjuang dari Kanker Serviks
Rp 0 dari Rp 7.300.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Cairan yang berbau menyengat keluar melalui vagina ibuku secara terus-menerus! . Ibuku hanya bisa merintih kesakitan sambil memegangi perut dan area kewanitaannya yang terasa begitu nyeri. Siapa sangka, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Ibuku terkena kanker serviks!”

“Cobaan itu datang tak lama setelah ayah meninggal dunia. Kehilangan sosok pencari nafkah membuat kondisi ekonomi keluarga kami berantakan. Demi bisa bertahan hidup, aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan yang sangat kecil. Bahkan untuk makan sehari-hari saja kami sering kesulitan.” -Lela, Anak dari Ibu Ratiah-

Ibuku, Ratiah (56 thn), menjalani hari-harinya dengan tidak tenang. Sudah 4 tahun lamanya beliau bertahan dari penyakit, tapi kondisi tubuhnya justru semakin lemah. Seluruh tulangnya terasa linu, sementara cairan berbau menyengat terus keluar dari kemaluannya hingga Ia harus memakai pampers setiap hari.

Sampai saat ini, Ibuku sudah menjalani satu kali operasi dan masih harus terus berjuang menjalani kemoterapi. Bukan hal mudah bagi Ibuku menjalani pengobatannya, apalagi Ia sering mengalami kekurangan darah.Jadi, sebelum menjalani kemoterapi, Ibuku harus menerima hingga 3 kantong transfusi darah terlebih dahulu agar tubuhnya kuat.

Sejak sakit, hampir tidak ada lagi aktivitas yang mampu dilakukan Ibuku. Sekadar mencuci piring atau membereskan rumah saja tubuhnya sudah tidak sanggup. Badannya begitu lemah, sampai terkadang beliau hanya mampu mengganti pampersnya sendiri lalu kembali berbaring menahan sakit.

Sedikit saja kelelahan, tubuhnya langsung gemetar, berkeringat dingin, dan kepalanya terasa sangat pusing. Di tengah tubuhnya yang rapuh, Ibuku selalu mengimpikan kesembuhan datang agar Ia bisa hidup lebih lama bersama keluarga.

Namun bukan hanya rasa sakit yang harus beliau tanggung, melainkan juga beban di dalam hati. Berkali-kali Ibuku menangis dan merasa dirinya telah menjadi beban bagi anak-anaknya karena biaya pengobatannya yang begitu besar.

Sebagai anak, aku hanya bisa berusaha semampuku. Aku sudah menjual barang elektronik dan barang berharga yang kami miliki demi melanjutkan pengobatan Ibuku. Tapi kini, aku benar-benar kehabisan cara. Sementara perjuangan Ibuku belum selesai, kebutuhan pengobatannya masih terus berjalan setiap hari.

Saat ini, Ibuku masih membutuhkan biaya untuk transportasi bolak-balik ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, pampers, susu, serta kebutuhan penunjang lainnya

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ratiah tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ratiah!
Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Buruh Las Menjadi Tak Berdaya Akibat Melawan Epilepsi Akut Selama 3 Tahun
RAPIAH
Rp 225.001
74 hari lagi
Awalnya Hanya Bersin Berdarah, Ternyata Pak Antoni Didiagnosa Tumor Nasofaring!
Suparti Suparti
Rp 530.000
56 hari lagi
Dulu Kuat Menebas Rumput, Kini Pak Kadarisman Berjuang Melawan Jantung Bocor
Kadarisman Kadar
Rp 100.000
91 hari lagi
Ma, Aku Ingin Bisa Berjalan dan Sekolah Lagi
Dewi Sri Agustina
Rp 18.419.587
75 hari lagi
Kanker Payudara Stadium 4 Menjalar ke Tulang Selangka dan Tulang Ekor Bu Arwin!
arwin tri herawati
Rp 1.885.001
56 hari lagi