Hari-hari Habibie Dipenuhi Tangis, Jarum Suntik, dan Perjuangan Melawan Sakit
Rp 105.000 dari Rp 26.241.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Penyakit membuat kondisi dada anakku membusung ke depan, tulang belakang mulai melengkung, sering berkeringat, gigi depan atas sudah habis, berat badan hanya sekitar 7,5 kilogram.”

“Ia mudah lelah, belum bisa berjalan, belum bisa berbicara, dan masih hanya bisa merangkak atau ngesot. Untuk makan pun terbatas, bahkan susu melalui selang NGT hanya sekitar 60 ml setiap pemberian karena lambungnya belum mampu menampung lebih banyak.” -Euis Helawati, Orang tua Habibie-

Anakku, Habibie Ihtisyam Naji (3 thn), sudah harus berjuang lebih keras dibanding anak-anak pada umumnya. Di usia 8 bulan, Ia mengalami batuk dan demam tinggi. Dokter menyatakan bahwa ada bercak pada paru-parunya dan harus minum obat rutin.

Penyakitnya sempat dinyatakan sembuh, tapi kelegaan itu tak bertahan lama. Anakku tetap sering mengalami demam, bahkan berat badannya tak kunjung naik. Aku merasa ada hal tidak beres yang terjadi pada anakku. Setelah itu, fakta lebih berat akhirnya terungkap.

Anakku didiagnosa sakit jantung! Hatiku rasanya bagai terhentak keras saat mendengar kabar buruk itu. Hal yang lebih menyakitkan lagi, kebocoran pada jantungnya ada di dua titik dan disertai pembengkakan. Ia harus segera melanjutkan pengobatan dari Subang, Jawa Barat ke Jakarta.

Tanpa pikir panjang, aku langsung menguras semua tabungan asal anakku bisa berobat. Namun, saat akan pemeriksaan lanjutan di Jakarta, anakku mengalami demam tinggi. Akhirnya tindakan ditunda, dengan berat hati aku terpaksa membawa anakku kembali ke kampung halaman dengan sia-sia.

Tidak ada hal yang lebih meresahkan dari ketidakpastian. Dua minggu anakku dirawat di rumah sakit daerah, syukurlah kondisinya membaik dan tiba saat Ia menjalani pemeriksaan lanjutan. Namun, kabar berikutnya yang harus ku terima, bagai tamparah keras.

Ternyata, selain sakit jantung, anakku didiagnosa anemia dan infeksi berulang hingga harus menerima transfusi darah. Sejak itu, hidup yang dijalani anakku adalah tentang masuk ruang perawatan rumah sakit hingga jarum suntik.

Di tengah keterbatasan, ada rasa takut yang terus menghantui jika pengobatan anakku terhenti. Ia bisa mengalami gizi buruk dan keterlambatan tumbuh kembang yang lebih parah. Secara finansial, perjuangan ini sudah melewati batas kemampuan.

Segala yang bisa dijual demi pengobatan anak telah dilepas, motor, sepeda listrik, bahkan rumah pun nyaris menjadi pilihan terakhir. Penghasilan sebagai kuli bongkar di pasar tidak pernah menentu, sementara kebutuhan anak sakit tidak pernah bisa menunggu.

Di titik terendah, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, susu dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Habibie tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Habibie!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Nyawanya Terancam! Dareen Harus Segera Operasi Jantung ke Jakarta
Vera Anggraini
Rp 34.881.020
3 hari lagi
Selain Lahir Tanpa Anus, Zayyan Juga Mengalami Kerusakan Organ Hati
Nadila Desi Amelia
Rp 1.078.000
82 hari lagi
Berjuang di Tengah Keterbatasan, Anak Kuli Bangunan Ingin Sembuh dari Sakit Jantung
Hikmah maulita
Rp 586.001
69 hari lagi
3 Tahun Bertahan dari Jantung Bocor, Arkana Belum Juga Mendapat Jadwal Operasi
Uun Unayah
Rp 6.677.000
14 hari lagi
Ditinggal Ayah, Ibu Berjuang Sendiri Mendampingi Haura yang Alami Sederet Penyakit
SYAFRINI
Rp 1.053.000
81 hari lagi
