Benihbaik_2026-09-01_17882367706a9653e21cbd3.jpeg
Anak

Jantung Gavin Bocor, Ayahnya Kini Berjuang Keras Agar Pengobatannya Tak Terhenti

Rp 20.000 dari Rp 24.165.000

90 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Jonar Sinaga Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Sebelum anakku lahir, kehidupanku sebenarnya sudah berada di titik yang sangat sulit. Usaha yang aku jalankan bangkrut hingga aku terlilit utang di bank. Beberapa bulan kemudian, anakku lahir dalam kondisi sakit. Disaat aku sudah hampir menyerah, Ibuku memberikanku semangat dan ketenangan agar aku bisa terus kuat akan kehidupan.” 

“Pernah pula susu anakku hampir habis, aku hanya bisa menangis dan diam. Saat itu aku merasa sangat hancur, merasa gagal tidak mampu membelikan susu untuknya. Akhirnya istriku pergi ke warung dan membeli susu sachet untuk anakku sendiri.” -Jonar Sinaga Orang tua Gavin-

Saat menangis, wajah anakku, Gavin Ronatma Sinaga (2 thn), berubah menjadi biru dan napasnya terlihat sesak. Aku panik dan bertanya-tanya, kenapa anakku seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Rasa khawatir itu kian memuncak ketika pihak puskesmas mengatakan anakku harus dirujuk ke rumah sakit. 

Saat di rumah sakit semua terungkap, anakku mengalami kebocoran jantung. Mendengar itu, rasanya seperti ada beban yang sangat berat jatuh ke pundakku. Anakku bahkan baru berusia dua minggu, tetapi sudah harus menghadapi masalah serius pada jantungnya. 

Sampai sekarang anakku juga masih belum bisa berbicara. Kadang aku melihat anakku bermain dan membayangkan suatu hari nanti dia bisa berlari menghampiriku, memanggil namaku, dan berkata, “Ayah.” Hal sederhana seperti itu mungkin terlihat biasa bagi orang lain, tetapi bagiku adalah impian yang sangat besar.

Dokter mengatakan anakku harus segera menjalani pemasangan ring jantung. Aku ingin menangis, tetapi saat itu aku merasa tidak punya waktu untuk meratapi keadaan. Aku harus mencari cara agar anakku bisa mendapatkan pertolongan karena kondisi ekonomi keluarga sangat buruk.

Bahkan aku tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa. Rasanya ingin sekali aku menukar apapun yang kumiliki agar anakku bisa segera ditangani. Di tengah keputusasaan itu, Tuhan memberikan jalan, ada keluarga yang bersedia meminjamkan uang. 

Anakku sudah menjalani operasi pemasangan ring jantung, tapi setelah itu aku bingung bagaimana membayar utang dan memenuhi pengobatan anakku. Aku menjual kendaraan dan perhiasan istriku. Aku sangat takut tidak sanggup membayangkan harus kehilangannya.

Aku bekerja sebagai kuli muat barang, mengandalkan penghasilanku tentu sangat sulit memenuhi kebutuhan keluarga. Aku juga berupaya mengambil pekerjaan lain sebagai kenek muat mobil untuk menambah pemasukan. Badanku sering terasa lelah, tapi aku tak berani memikirkan rasa lelah itu. 

Sungguh aku sangat takut kondisi anakku memburuk, karena sering kali aku terpaksa mengundur jadwal kontrol rutinnya akibat tidak ada biaya. Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Gavin tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Gavin!      

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya