Di Tengah Perjuangan Melawan Kanker, Aku Rela Memulung Demi Anakku yang Menderita Meningitis
Rp 70.000 dari Rp 23.460.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Sejak aku didiagnosa kanker dan dan anakku juga mengalami sakit parah, suamiku memilih pergi meninggalkan kami. Aku kesulitan ekonomi untuk membiayai sehari-hari maupun pengobatan. Demi mendapatkan uang, aku rela jadi pemulung agar tetap bisa membagi waktu antara menjaga anakku dan berobat ke dokter.”

“Aku pernah merasa putus asa dan sering bertanya kepada diriku sendiri, sebagai seorang ibu, kenapa aku tidak mampu memberikan pengobatan terbaik untuk anakku yang sakit? Rasanya sakit sekali melihat anakku menderita dan aku tidak punya uang untuk memberikannya obat.” -Novika Silaen, Orang tua Matthew-

Aku adalah Ibu dari tiga orang anak. Matthew Samosir adalah putra bungsuku yang sedang berjuang dari penyakit yang membuatnya tak bisa hidup seperti anak-anak seusianya. Hidupnya direnggut oleh penyakit meningitis dan Tb Paru.

Tak ada hari yang ku lewati tanpa rasa cemas. Anakku pernah mengalami masa kritis yang sangat parah, Ia mengalami kejang berkali-kali dan bahkan bisa 10 kali dalam sehari. Ia akhirnya hilang kesadaran dan harus terbaring koma di ranjang rumah sakit selama 30 hari.

Saat itu adalah hal terberat yang pernah aku alami dalam hidupku. Tak ada yang bisa aku lakukan selain berada di sisinya, berdoa, menggenggam tangannya, sambil berharap Ia membuka matanya kembali. Dan ya, Tuhan tetap memberikan harapan agar anakku bisa terus berada dipelukanku.

Memang, anakku bisa bertahan, tapi Ia hidup tanpa bisa bicara. Aku tak pernah tahu rasa sakit seperti apa yang selama ini Ia rasakan karena Ia tak bisa mengungkapkannya. Aku hanya menebak wajah dan gerak tubuhnya saja.

Mimpi buruk anakku terjadi saat usianya 1 tahun, Ia tiba-tiba demam tinggi, muntah dan mulai mengalami kejang. Setelah diagnosa sakitnya keluar, anakku tetap masih sering mengalami kejang dan dalam kondisi tertentu tubuhnya bisa kaku, matanya melotot ke atas, lalu kejang kembali.

Anakku lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tiduran. Jika duduk pun harus di kursi khusus yang membuat tubuhnya agar tidak jatuh. Aku ingin terus berusaha untuk kesembuhan anakku, tapi semua tidak mudah bagiku.

Aku tidak punya banyak harta, tidak punya penghasilan tetap, dan sekarang aku sendiri sedang berjuang menghadapi kanker stadium akhir. Aku juga harus memikirkan kebutuhan kedua anakku yang lain, biaya sekolah mereka, tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan sehari-hari.

Aku pernah menjual cincin pernikahanku karena tak punya pilihan lain lagi. Anakku masih membutuhkan biaya untuk membeli obat-obatan, vitamin saraf, susu dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Matthew tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Matthew!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Setelah Kehilangan Bayiku, Aku Divonis Gagal Ginjal Stadium 5
Elisa Agus Seti Yani
Rp 525.002
69 hari lagi
Sampel Darah Yunus Harus Dibawa Ke Korea Akibat Berbagai Macam Penyakit!
Yuniar Eka Putri
Rp 14.240.007
47 hari lagi
"Dosa Apa yang Kulakukan?" Tangis Ibu Saat Tahu Anaknya Mengidap Penyakit Jantung Bawaan
Fitriatul Khasanah
Rp 548.000
438 hari lagi
Terancam Bisu dan Tuli Selamanya! Khanza Butuh Alat Bantu Dengar
Dian Anggraeni
Rp 2.173.000
333 hari lagi
Berawal dari Tertendang Temannya, Anro Ketahuan Alami Kanker Darah!
Margaretha Shelly Natalya
Rp 22.139.500
54 hari lagi
