Perjuangan Anak Petani Melawan Pierre Robin Syndrom dan Penyakit Jantung Sejak Hari Pertama Lahir
Rp 510.000 dari Rp 30.217.686
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Saat ini, anakku terbaring lemah di ruang NICU rumah sakit. Sebagian wajahnya tertutup alat bantu medis yang menjadi penopang setiap detik hidupnya. Setiap hari aku berdoa dan menggenggam harapan, agar Tuhan memberikan keselamatan atas rasa sakit yang selalu Ia tahan.”

“Di tengah perjuangan anakku, ada biaya pengobatan dan perawatan yang terus membengkak. Suamiku hanyalah seorang petani yang menggarap sawah milik orang lain, penghasilannya pas-pasan. Namun, suamiku harus berhenti bekerja demi mendampingi anak pengobatan jauh dari rumah Lampung ke Jakarta. Kini, biaya pengobatan anak terasa seperti jalan buntu.” -Siti Lailatul, Orang tua Revania-

Revania Zea As Shakila (3 bln) adalah buah hati yang sangat aku nantikan dalam hidupku. Namun, begitu lahir, suara tangisan yang ku tunggu-tunggu itu tak juga terdengar. Ia hanya diam dan membuat hatiku mulai cemas.

Setelah beberapa saat, barulah Ia tampak seperti menangis, itupun suaranya terdengar tertekan, serak, dan aneh. Mendadak hari bahagia itu berubah menjadi air mata ketakutan. Anakku juga tidak mau minum, napasnya sesak hingga bibir dan tubuhnya membiru.

Anakku langsung masuk NICU selama seminggu. Dokter menyampaikan ada kelainan pada rahang bawahnya yang mundur, serta terdapat celah pada langit-langit mulutnya. Anakku pun mendapatkan perawatan lanjutan, tapi tak menunjukkan perubahan berarti.

Dengan harapan besar, aku membawa anakku ke rumah sakit yang lebih besar. Tapi dokter malah memintaku untuk membawa anakku ke berobat ke Jakarta. Hatiku berdebar dan tubuhku gemetar tak karuan saat itu, berarti kondisi anakku sangat parah?

Demi kesembuhan anak, bermodal nekat dan uang terbatas, aku dan suami membawa anakk berobat ke Jakarta. Saat diagnosa lain keluar, selain masalah pada rahang mulutnya nya (Pierre Robin Syndrom), tapi juga penyakit jantung bawaan. Duniaku rasanya runtuh seketika!

Kondisi tersebut membuat anakku harus menggunkan alat bantu napas, echo jantung, pemasangan selang NGT ke dalam hidung untuk makan dan minumnya. Tidurnya tak pernah benar-benar tenang, Ia selalu gelisah.

Dokter mengatakan anakku baru bisa operasi kelainan pada rahang mulutnya jika berat badannya sudah stabil. Tentu saja hal ini membuat kami semakin lama di perantauan dan pengeluaran terus berlanjut.

Bahkan, ada masa-masa ketika aku dan suami tidak makan karena uang yang ada prioritasnya untuk membeli obat anak. Semua barang berharga sudah dijual dan pinjam uang ke kerabat dekat sudah dilakukan, sekarang bingung harus melakukan apalagi.

Saat ini, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. Di tengah kesulitan yang aku alami, aku juga merasakan banyak pertolongan dari tangan-tangan tulus.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Revania tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Revania!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Senyum Getir Fayzel di Tengah Kerusakan Organ Hatinya yang Terus Memburuk
Asri Bunga Pertiwi
Rp 443.000
83 hari lagi
Clarissa Bertahan dari Masalah Otak, Jantung Bocor dan Mata Katarak!
Clarissa Salsabila
Rp 1.963.000
69 hari lagi
Sempat Henti Jantung! Anak Pengemudi Ojol Asal Aceh Berjuang Berobat di Jakarta
Heni Supita Sari
Rp 6.782.501
49 hari lagi
Sakit Meningitis TB, Tubuh Zeyhan Kaku Setelah Operasi Kepala
Hendri yandika saputra
Rp 9.598.005
41 hari lagi
Duli Bertahan dari Jantung Bocor, Infeksi Paru-paru, Epilepsi dan Penyakit Lainnya
Tasya Math
Rp 1.497.000
74 hari lagi
